Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi terkemuka (outstanding) termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya di mana masyarakat setempat diajak berperan-serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam.

13 Geosite Unggulan:

  1. Penangkaran Penyu Pangumbahan

Keragaman biologi

Pada sore hari tukik (anak penyu)saat dilepaskan

Kawasan konservasi ini memiliki pantai yang luas tempat Penyu Hijau (Chelonia mydas) naik ke pantai untuk bertelur pada bulan-bulan tertentu. Telur penyu kemudian dipindahkan ke tempat penetasan yang diawasi dengan ketat oleh para petugas pengawas konservasi.

Setelah telur-telur tersebut menetas dalam kurun waktu usia sekitar dua minggu, anak-anak penyu (tukik) tersebut dilepasliarkan kembali ke laut sebagai habitatnya.

 

Keragaman budaya

Dengan Kokokh gedung Dinas kelauatan dan perikanan kabupaten Sukabumi

Keberadaan geosite ini telah mendorong budaya masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian alam setempat, khususnya penyu hijau dan habitatnya secara sukarela.

 

Keunikan

  • Memiliki atraksi menarik dan langka berupa menyaksikan penyu bertelur di tengah malam, serta atraksi melepas tukik penyu pada sore hari.
  • Lokasi ini mengandung aspek edukasi bagi pelajar dan masyarakat, khususnya di bidang konservasi hewan langka.

 

  1. Tambak Udang Noerwy Aqua Farm Ujunggenteng

Keragaman biologi

Tambak-Udang-Noerwy-Aqua-Farm-Ujunggenteng

Udang Vaname (Litopenaeus vanamei) merupakan jenis udang unggul yang diintroduksi dari Vanama yang sangat cocok dibudidayakan di pesisir Selatan dengan konstruksi biocrete.

Tambak-Udang-Noerwy-Aqua-Farm-Ujunggenteng

Jenis udang ini sudah teruji tahan penyakit dengan produktivitas cukup tinggi.

 

Keragaman budaya

Usaha pertambakan udang ini telah menjadi percontohan diversifikasi usaha budidaya bagi masyarakat nelayan setempat, terutama ketika menghadapi masa paceklik di musim angin Barat.

Keberadaan tambak udang ini telah menjadi inspirasi bagi penduduk setempat untuk mengembangkan tambak udang di kawasan pesisir Selatan.

 

keunikan

  • Lokasi ini merupakan Tambak Udang percontohan dengan konstruksi biocretedan teknologi aerasi moderin, yang cukup efektif dalam mengatasi porositas lahan yang tinggi di pesisir pantai Selatan.
  • Udang Vaname (Litopenaeus vanamei) merupakan jenis udang yang sudah teruji tahan penyakit dengan produktivitas cukup tinggi

 

  1. Kampung Gula Merah Muara Cikarang

Keragaman geologi

Muara Cikarang merupakan lokasi tipe dari Anggota Cikarang Formasi Jampang yang tersusun oleh perlapisan batupasir yang sama dengan batuan yang menutupi dataran tinggi Jampang

 

Keragaman biologi

Pada lokasi ini terdapat hamparan perkebunan Kelapa (Cocos nucifera) milik Perkebunan Swasta PT. Asaba Land seluas + 230 Ha dengan jumlah populasi sekitar 100.000 pohon yang telah berusia diatas 10 tahunan. Lokasi ini juga merupakan kawasan pesisir sebagai habitat yang cocok untuk tanaman kelapa.

 

Keragaman budaya

Pengrajin-Gula-Asabaland

Terdapat sekitar 25 KK penyadap nira,  yang sekaligus  sebagai pengrajin gula merah.  Mereka melakukan aktifitas secara rutin yaitu di pagi hari memanen nira, siang hari memasak nira sampai menjadi gula, sore hari memasang alat sadap untuk dipanen esok paginya. Aktivitas ini telah berlangsung turun temurun sejak 30 tahun yang lalu, dan telah menjadi mata pencaharian penduduk setempat.

 

keunikan

  • Semua pohon kelapa di lokasi ini tidak memproduksi buah kelapa, tetapi hanya mengambil nira untuk  memproduksi gula merah, sehingga kampung ini disebut sebagai Kampung Gula Merah.
  • Selain sebagai Kampung Gula Merah, lokasi ini memiliki keindahan alam pantai dan muara sungai dengan pulau-pulau karang mirip Tanah Lot di Bali.

 

  1. Kampung Batik Purwasedar

Keragaman biologi

Kampung-Batik-Pakidulan

Batik Purwasedar dikenal sebagai Batik Organik, dimana seluruh bahan pewarnanya berasal dari alam, yaitu dari aneka jenis tanaman yang menghasilkan zat warna, antara lain warna kuning dari tanaman kunyit (Curcuma longa), dan warna hijau dari tanaman pandan (Pandanus amaryllifolius). Semua jenis tanaman tersebut tumbuh sumbur di lokasi ini.

Keragaman budaya

Kampung batik ini hanya satu-satunya di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu. Keterampilan membatik dikembangkan oleh seorang pemuda outodidak yang kreatif, dan telah berkembang menjadi budaya keseharian penduduk setempat.

Motif batik yang dikembangkan terinspirasi oleh keindahan alam setempatberupa motif batu, laut, pantai, air terjun, penyu, kupu-kupu dan aneka motif tumbuhan setempat.

Kampung-Batik-Pakidulan

keunikan

  • Batik ini dominan berbahan warna alami yang ramah lingkungan, sehingga disebut sebagai Batik Organik.
  • Motif batik yang dikembangkan terinspirasi dari keindahan dan keanekaragaman flora dan fauna di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu.

 

  1. Amfiteater Tamanjaya

Keragaman geologi

Amfiteater-Tamanjaya

Lokasi ini secara geologi merupakan bagian dari Tinggian Jampang yang ambruk atau longsor sehingga membentuk morfologi yang khas berupa lembah raksasa berbentuk tapal kuda yang menghadap ke laut lepas.

 

Keragaman budaya

Hutan konservasi terletak di Desa Tamanjaya. Area ini tertutupi oleh vegetasi yang lebat khas hutan tropis dan merupakan habitat beberapa binatang seperti elang jawa, macan kumbang, kera ekor panjang, kupu-kupu, dan beberapa jenis burung. Raflesia Padma juga ditemukan di hutan ini. Di beberapa area ditemukan Amorphophallus paeonifolius atau sering disebut Suweg oleh warga sekitar. Setidaknya tujuh varietas bambu telah diidentifikasi di dalam hutan konservasi.

 

keunikan

Amfiteater raksasa lembah Ciletuh merupakan lembah alami berbentuk tapal kuda yang terbesar di Indonesia.Gambaran besarannya adalah panjang 12 km dan lebar 7 km, yaitu sepanjang pantai Palangpang sampai ke tebing di Panenjoan.

 

  1. Curug Awang, Curug Tengah & Curug Puncakmanik

Keragaman geologi

Ketiga Curug ini tersusun dari batupasir Formasi Jampang yang membentuk tebing terjal. Tebing ini menjadi bukti adanya dinding yang terpotong akibat pergerakan bumi yang menyebabkan terbentuknya air terjun.

 

Keragaman biologi

Di sekitar Curug Awang terdapat hamparan komoditas pertanian terutama tanaman pangan dan hortikultura yang menghijau, sehingga menambah kesejukan suasana di sekitar curug, ditemui vegetasi yang lebat khas hutan tropis. Di kawasan ini dapat ditemui fauna khas seperti kera ekor panjang, kupu-kupu dan beberapa jenis burung. Raflesia Padma juga ditemukan di hutan ini. Di beberapa area ditemukan Amorphophallus paeonifolius (Suweg).

 

Keragaman budaya

Di sekitar Curug Awang terdapat hamparan komoditas pertanian terutama tanaman pangan dan hortikultura yang menghijau, sehingga menambah kesejukan suasana di sekitar curug, ditemui vegetasi yang lebat khas hutan tropis. Di kawasan ini dapat ditemui fauna khas seperti kera ekor panjang, kupu-kupu dan beberapa jenis burung. Raflesia Padma juga ditemukan di hutan ini. Di beberapa area ditemukan Amorphophallus paeonifolius (Suweg).

 

  1. Pantai Palangpang

Keragaman geologi

Pantai Palangpang merupakan geofeature morfologi pantai hasil bentukan laut, berupa hamparan pasir putih sampai abu-abu sebagai hasil lapukan dari batuan yang ada di sekitarnya. Pantai ini memiliki hamparan yang luas, dan menjadi muara bagi Sungai Ciletuh di bagian selatan dan Sungai Cimarinjung di bagian utara. Pantai ini membentuk tapal kuda, juga merupakan bagian dasar dari lembah mega amfiteater Ciletuh yang terbentuk karena struktur geologi yang terjadi pada Miosen Atas.

 

Keragaman biologi

Hamparan hijau di sekitar Pantai Panglapang merupakan  hamparan komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang merupakan  salah satu andalan di Kabupaten Sukabumi. Komoditas pertanian di lokasi ini dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata lain di sekitar pantai panglapang yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar melalui pemberdayaan petani tanaman pangan dan hortikultura.

 

Keragaan budaya

Nama “palangpang” menurut masyarakat setempat berasal dari palangpalang yang saling menumpang (kayu atau bambu di dalam perahu atau antar perahu yang berfungsi sebagai penyeimbang atau tempat duduk atau jembatan). Hal ini berhubungan dengan budaya berperahu sebagai sarana mencari ikan ataupun sarana transportasi.

 

Keunikan

Morfologi pantai yang berbentuk tapal kuda akibat proses pembentukan yang sama seperti amfiteater Ciletuh. Air laut di pantai Palangpang biasanya terlihat keruh akibat material sedimen yang dibawa Sungai Ciletuh dan Sungai Cimarinjung.

 

  1. Curug Cimarinjung

Keragaman geologi

Curug Cimarinjung terdapat di aliran Sungai Cimarinjung dengan ketinggian sekitar 100 meter.Batuan dasar curug ini berupa perlapisan batuan sedimen berjenis batupasir tufan dan breksi bagian dari Formasi Jampang Anggota Cikarang yang berumur Miosen Bawah (23-16 juta tahun yang lalu). Curug ini terbentuk karena proses tektonik yang juga membentuk mega amfiteater Ciletuh.

 

Keragaman biologi

Di sekitar lokasi ini terdapat hamparan komoditas pertanian terutama tanaman pangan dan hortikultura yang menghijau, sehingga menambah kesejukan suasana di sekitar curug. Komoditas pertanian merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat di sekitar lokasi yang dapat dijadikan sebagai daya tarik pariwisata tersendiri. Daya tarik sektor pertanian di lokasi ini pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar melalui pemberdayaan masyarat tani di sekitar lokasi.

 

Keragaan budaya

Kawasan Cimarinjung konon adalah sebuah keraton di alam gaib tempat masyarakat meminjamperalatan gamelan (seperangkat peralatan musik tradisional Sunda) untuk acara-acara perayaan.Satu persatu peralatan gamelan tersebut hilang karena tidak dikembalikan, sehingga yang tersisa hanya sebuah gong (goong) yang masih tersembunyi di dalam Curug Cimarinjung.

 

keunikan

Curug Cimarinjung memiliki 3 terjunan yang semakin melebar dan semakin curam ke bawah. Pada hari-hari tertentu, dari Curug Cimarinjung sering terdengar alunan suara goong.

 

  1. Tempat Pelelangan Ikan Palabuhanratu

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu merupakan bagian dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu yang dibangun pada tahun 1993. TPI ini merupakan tempat pelelangan ikan yang menjual hasil tangkapan dari 5000 nelayan di Palabuhanratu. Pada TPI ini diperjualbelikan hasil laut untuk kebutuhan masyarakat dan industri perikanan.

 

Keragaman biologi

Perairan laut PPN Palabuhanratu merupakan jalur migrasi ikan tuna sirip biru (Bluefin tuna) dari perairan India ke Australia. Ikan tuna sirip biru merupakan keluarga Scombridae, dikenal juga sebagai ikan tuna sirip biru utara, tuna sirip biru raksasa dan juga disebut tunny. Ikan ini dapat mencapai ukuran panjang 3 meter dan beratnya 450 Kg. Jenis ikan ini bisa dihargai hingga Rp. 1 Milyar per ekor.

 

keunikan

PPN Palabuhanratu termasuk salah satu dari 5 PPN yang menjadi kawasan industrialisasi perikanan, dan merupakan satu-satunya PPN yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia sekaligus sebagai jalur utama migrasi Ikan Tuna Sirip Biru (Blue Fin).

PPN ini juga memiliki keragaman alat tangkap ikan dan kawasan wisata bahari.

 

  1. Tourist Information Center (TIC) Palabuhanratu

Tourist Information Center (TIC) merupakan pusat informasi yang memuat seluruh informasi mengenai Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu mencakup keragaman geologi, keragaman biologi, dan keragaman budaya, dalam bentuk media cetak dan visual.

Di TIC tersedia juga cinderamata yang merupakan produk khas masyarakat sekitar, ruang audio visual, ruang pamer, dan sekretariat Badan Pengelola Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu, serta Jasa Pemandu Wisata Keseluruh Geosite.

 

  1. Pantai Karanghawu

Keragaman geologi

Pantai_Karang_Hawu,_Pelabuhan_Ratu,_Sukabumi,_Jawa_Barat

Pantai Karanghawu adalah bentukan batuan yang memiliki lubang yang menyerupai “Hawu”, sebuah tungku tradisional Sunda. Pantai ini terbentuk akibat batuan sedimen yang berada di pantai terkikis gelombang laut sehingga membentuk bentukan mirip hawu. Pantai berbatu ini tersusun atas batuan sedimen berumur Eosen yang termasuk dalam Formasi Bayah. Formasi ini terdiri atas perlapisan konglomerat dengan batupasir konglomeratan, breksi polimik, dan batupasir kuarsa.

 

Keragaan budaya

Pantai ini merupakan situs paling populer untuk kegiatan wisata. Salah satu daya tarik wisata yang paling dikenal adalah cerita rakyat tentang Nyi Roro Kidul, sebagai Ratu Pantai Selatan, yang telah berkembang dalam budaya masyarakat lokal.

 

keunikan

Para pengunjung tengah asyik menikmati indahnya Pantai Karang Hawu di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.
Para pengunjung tengah asyik menikmati indahnya Pantai Karang Hawu di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Pantai Karanghawu terletak di kawasan Palabuhanratu yang kental dengan cerita rakyat tentang Nyi Roro Kidul. Pada pantai ini terdapat batuan yang memiliki bentuk unik menyerupai “Hawu” atau tungku sehingga dinamai Pantai Karanghawu.

 

  1. Geyser Cisolok

Keragaman geologi

Geyser Cisolok merupakan bukti adanya aktifitas magmatik dan hidrotermal di Jawa Barat bagian Selatan. Keberadaangeyser ini tidak dapat dipisahkan dari proses pergerakan lempeng dan subduksi yang sedang berlangsung di selatan Indonesia. Semburan air panas pada Geyser Cisolok memiliki suhu yang bervariasi antara 400 – 980C, serta tingkat keasaman dengan pH kurang dari 7.

 

keunikan

Geyser Cisolok menjadi tempat yang cukup langka karena tidak semua manifestasi geothermal berupa mata air panas yang menyembur seperti air mancur. Semburan air panas Geyser Cisolok dapat mencapai ketinggian 10 meter.

Pada Geyser Cisolok terdapat endapan Travertin, sebagai bukti adanya aktifitas semburan air panas.

 

  1. Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi

Keragaman biologi

Padi merupakan tanaman tani utama yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Beragam jenis varietas padi ditanam di sini. Terdapat lebih dari 68 varietas padi yang ditanam di wilayahkampung adat ini. Selain padi, juga ada haraka antara lain: gandum, hiris, kunyit, hajeli, bonteng catang, waluh, benguk, kukuk, jaat, paria alit, dan lain-lain.

 

Keragaan budaya

Setiap tahun diadakan upacara panen padi yang disebut Seren Taun. Seren Taun berarti tanaman panen tahun ini disimpan dan akan digunakan di masa depan. Dalam konteks kehidupan tradisional masyarakat petani, Seren Taun adalah upacara syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk semua tanaman panen tahun ini, serta berharap agar produk pertanian mereka akan meningkat di tahun mendatang. Pada upacara Seren Taun, hasil panen padi disimpan ke dalam lumbung khusus atau dalam bahasa Sunda disebut Leuit.Terdapat leuit khusus yang disebut Leuit Si Jimat. Selain Upacara Seren Taun, juga terdapat atraksi budaya laes, debus, dogdog lojor, toleat, dan lain-lain.

 

Keunikan

Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmiadalah desa yang masyarakatnya masih menerapkan tradisi para leluhur Sunda, khususnya di bidang pertanian atau cara bertani padi (disebut tatanen). Selain tradisi tatanen, juga terdapat banyak atraksi budaya unik warisan leluhur. Apabila ada pesta pernikahan/khitanan (hajat)dilaksanakan serangkaian acara: ngarempug, ngangkat, turun ronda, helaran, nyembahkeun, ngahuripan, nganjangkeun, dan baksa. (*)

(Visited 448 times, 4 visits today)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here