SUKABUMI – Kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu kian mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat. Hal ini terlihat dari pembenahan kawasan dengan mengucurkan anggaran yang tak sedikit.

Tercatat, sebelumnya pada 2016 Provinsi Jabar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp155 miliar untuk pembangunan kawasan Geopark. Bahkan, di 2017 provinsi akan menambah anggaran dengan menggelontorkan uang sebesar Rp200 miliar. Uang tersebut ditambah oleh Pemkab Sukabumi sebesar Rp10 miliar lebih, untuk infrastruktur dan beberapa kebutuhan penunjang lainnya dan itu hanya untuk kawasan Geopark.

 Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dana Budiman mengatakan, pihaknya sangat serius untuk mengembangkan kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu menjadi Unesco Global Geopark (UGG). Sehingga, perlu penguatan infrastruktur yang memadai.

Destinasi wisata dan perlu dibangun tempat penginapan yang baik. Salah satunya program tersebut digelontorkan anggaran ratusan miliar oleh pihak Provinsi Jawa Barat untuk menunjang kebutuhan tersebut.

“Setelah mendapat pengajuan menjadi kawasan Geopark Nasional, gubernur langsung membentuk badan pengelola yang ditetapkan melalui SK gubernur. Intinya, di situ ada struktur susunan pengelolaan untuk mengelola Geopark. Salah satunya, gubernur sebagai dewan pembinanya,” terangnya kepada Radar Sukabumi.

Menurut Dana, investasi yang digelontorkan cukup besar dari provinsi khusus lebih banyak untuk infrastruktur lebih kepada pembangunan jalan dibandingkan sektor lain. Pembangunan meliputi jalan baru dan perbaikan jalan yang sudah ada.

“Untuk pembangunan jalan tahun ini saja, sudah dianggarkan sebesar Rp200 miliar. Baik itu untuk pembangunan jalan baru, alternatif dari Palabuhanratu tepatnya Loji menuju Ciemas. Hal ini dilakukan, untuk meminimalisir jarak tempuh dari Palabuhanrtau menuju Ciwaru semakin sedikit, yakni hanya 40 menit,” terangnya.

Dikatakan Dana, pembangunan yang dinilai lebih banyak terhadap jalan tersebut, lantaran destinasi wisata yang dimiliki sudah alami khususnya keanekaragaman geologi. Meski begitu, fasilitas yang nantinya sebagai penunjang kawasan Geopark sebetulnya akan dibangun, salah satunya ada pembangunan 100 toilet yang tersebar di delapan kecamatan.

“Selain jalan, fasilitas penunjang juga dibangun. Salah satunya ialah toilet dari mulai Cisolok sampai Ujunggenteng. Selain itu, kami juga akan meningkatkan fasilitas yang sudah ada, yakni Turis Informasi Center (TIC),” bebernya.

Ia mengaku, untuk membangun kawasan Geopark, investasi lebih banyak diinisiasi oleh pemerintah. Salah satunya ke depan, tidak hanya jalan, pemerintah akan membangun bandara dan pusat kajian Geopark. Salah satunya membangun museum Geopark. Kendati demikian, investasi oleh pihak swasta sejauh ini juga memiliki peranan, khususnya Bio Farma.

Pihaknya telah banyak membantu untuk menunjang kawasan Geopark. “Bahkan, Pemerintah Jawa Barat sudah mendaftarkan kawasan Geopark menjadi kawasan ekonomi khusus. Jadi, kita sangat berbangga jika hal ini disahkan pemerintah pusat,” terangnya.

Lebih lanjut Dana menjelaskan, karena kawasan Geopark merupakan perwujudan untuk kesejahteraan masyarakat. Pihaknya akan mengembangkan budaya adat yang ada di kawasan Geopark, di antaranya Cipta Gelar, Sinaresmi, Cipta Mulya dan budaya-budaya pencak silat.

Bahkan, dalam pengembangan ekonomi pihaknya akan mendorong kampung batik di Purwasedar oleh Bio Farma. Di mana sebelumnya, batik ini sudah dua kali dipromosikan di Inggris dan Aljazair.

“Tidak hanya itu, soal ekonomi kita juga akan mendorong pengolahan gula dan banyak lagi potensi ekonomi nantinya. Terutama UKM yang terdapat di Kabupaten Sukabumi melalui sistem kemitraan,” bebernya.

Untuk promosi sendiri, Dana menjelaskan, sudah menyusun agenda kegiatan dengan membuatkan kalender wisata untuk menunjang kemeriahan kawasan Geopark diakui masyarakat khususnya Kabupaten Sukabumi dan luar daerah. “Puluhan kegiatan sudah kami siapkan, salah satunya ialah kegiatan malam Pesona Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu pada 28 April 2017 mendatang,” terangnya.

Disinggung soal keamanan dan kenyamanan untuk pengunjung, Dana mengungkapkan, pihaknya bersama Bupati Sukabumi sudah membuat sosialisasi khusus dengan melibatkan unsur desa, koramil dan bhabinkamtibmas. Salah satu harapannya, untuk berperan aktif mengawal dan memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk bersikap baik terhadap para wisatawan.

“Harapannya nantinya agar masyakarat mampu mendapat pemahaman untuk melayani para wisatawan dengan baik. Salah satunya, menghindari sikap premanisme dan paling penting mampu menghindari pengambilan retribusi dan harga-harga yang berlebihan kepada pengunjung,” terangnya.

Jika nantinya tetap ngeyel, pihaknya akan menurunkan Tim Saber Pungli untuk mengamankan oknum-oknum yang ada di tempat wisata. Bahkan, untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan, pihaknya akan menyiapkan sistem retribusi online bagi pengunjung. “Jadi ke depan, tidak akan lagi memungut biaya retribusi seperti sekarang. Yang dinilai seperti mengemis di jalanan. Nanti alatnya akan disiapkan langsung di objek-objek wisata,” terangnya. (cr10/e)

(Visited 37 times, 1 visits today)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here