“Jadi, masih banyak masyarakat yang tahu Geopark hanya ada di wilayah Ciemas. Padahal, pemda sendiri sebetulnya ada di kawasan Geopark, karena memiliki karakter bebatuan yang sama dengan bebatuan yang ada di ciletuh,”

 “Maka nantinya ketika sudah ditetapkan sebagai UGG, dipastikan keuntungan bagi pemerintah Kabupaten Sukabumi akan terdaftar di jaringan unesco Geopark. Jadi, seluruh dunia bisa tahu kawasan Geopark yang ada di Kabupaten Sukabumi. Sehingga, dampaknya akan mengangkat ekonomi Kabupaten Sukabumi semakin meningkat,”

SUKABUMI – Pembahasan Geopark sudah dibahas sekitar 2014 silam. Ketika itu diawali adanya kunjungan Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui badan geologi dan Direktur Bio Farma.

Keduanya menyampaikan kepada Bupati Sukabumi bahwa di Kabupaten Sukabumi ada potensi batu-batuan yang memiliki warisan geologi cukup lama.

Selain itu, memiliki sejarah pembentukan bumi yang sangat luar biasa dan adanya di kawasan teluk Ciletuh. Sehingga, dari pembahasan tersebut pimpinan daerah sangat tertarik untuk dikembangkan karena dinilai memiliki potensi alam khususnya bebatuan yang menawan.

Sehingga, dari sana munculah ide menjadi kawasan Geopark yang sebelumnya di Indonesia tengah ramai adanya program Geopark yang di inisiasi oleh unesco pada tahun 2004. Dan kemudian diperkenalkan ke dunia pada tahun 2010 silam. Sedangkan di Kabupaten Sukabumi diperkenalkan sejak 2014.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dana Budiman mengatakan, sejak saat itu Pemerintah Kabupaten Sukabumi tahu bahwa Geopark merupakan konsep pembangunan yang mengedepankan warisan geologi.

“Teluk Ciletuh merupakan bagian pergesaran lempeng bumi yang terbentuk berjuta-juta tahun silam. Jadi, tersingkap kepermukaan adanya di teluk Ciletuh itu yang merupakan hasil kajian ahli geologi di Indonesia,” terangnya.

Itulah yang merupakan dasar Pemerintah Kabupaten khususnya untuk mengangkat potensi wisata dengan penomena geologi untuk dinkonservasi dalam bentuk program Geopark. Konsep pengembangan sendiri dalam program Geopark meliputi tiga segmen yakni keanekaragaman geologi, hayati dan budaya.

Ketiganya dikemas untuk mensejahterakan masyarakat dan memelihara bumi itu sendiri.

“Konsep Geopark intinya ialah menjaga kelestarian bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjaga warisan geologi yang ada,” terangnya.

Dirinya berharap, dengan konsep tersebut, akan ada penilaian dari masyarakat dan pemerintah dengan mengajukan Geopark dengan terlebih dahulu melalui Surat Keputusan Bupati pada 24 Oktober 2014 silam.

Di mana pada saat itu, kata Dana, kawasan Geopark hanya meliputi dua kecamatan dan 15 desa serta luas mencapai 45.280 Hektar yakni Kecamatan Ciemas dan Ciracap.

“Lepas dari itu, selang beberapa waktu kemudian ada program misi masukan dari luar kepada Pemkab dari tim ahli khususnya asesor unesco. Di mana, menyatakan bahwa Geopark Ciletuh memiliki potensi untuk dikembangkan, namun mereka juga mengunsulkan untuk melakukan perluasan wilayah dan di sepakati wilayah menjadi delapan kecamatan terdiri dari 74 desa dengan luas menjadi 126 ribu hektar atau hampir seperti dari luas wilayah Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Besarnya potensi yang dimiliki kawasan Geopark, ia tidak menampik masih banyak dari masyarakat yang belum tahun soal perubahan wilayah Geopark. Di mana, masyarakat hanya tahu Geopark hanya ada di Ciletuh, padahal faktanya sekarang hasil penetapan melalui sertifikat meliputi delapan kecamatan meliputi wilayah Kecamatan Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan, Ciemas, Waluran, Ciracap dan Surade.

“Jadi, masih banyak masyarakat yang tahu Geopark hanya ada di wilayah Ciemas. Padahal, pemda sendiri sebetulnya ada di kawasan Geopark, karena memiliki karakter bebatuan yang sama dengan bebatuan yang ada di ciletuh,” terangnya.

Bahkan saking besarnya, pemerintah sudah membagi kedalam tiga area kawasan Geopark yakni Cisolok Geo Area, Jampang Geo Area dan Ciletuh Geo Area. Alasan penambahan wilayah, karena sebelumnya telah di ajukan kepada Komite Nasional Utusan Unesco (KNU) sehingga di putuskan kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu melalui sertifikat yang diberikan pada 22 Desember 2015 atau satu tahun setelah penetapan sebelumnya.

Tidak cukup disitu, kata Dana, pemerintah kemudian mengajukan kembali kawasan Geopark untuk diakui menjadi kawasan Geopark Internasional pada 12 Februari 2017 dengan langsung datang ke markas besar unesco di Prancis. Jika layak, maka namanya akan kembali berubah menjadi Unesco Global Geopark.

“Maka nantinya ketika sudah ditetapkan sebagai UGG, dipastikan keuntungan bagi pemerintah Kabupaten Sukabumi akan terdaftar di jaringan unesco Geopark. Jadi, seluruh dunia bisa tahu kawasan Geopark yang ada di Kabupaten Sukabumi. Sehingga, dampaknya akan mengangkat ekonomi Kabupaten Sukabumi semakin meningkat,” terangnya.(cr10/t)

(Visited 194 times, 1 visits today)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here