SUKABUMI – Dalam mempersiapkan wilayah Kecamatan Ciemas sebagai lokasi utama kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu menyambut Unesco Global Geopark (UGG), setidaknya ada 13 poin catatan asesor Unesco Global Geopark (UGG) untuk memperbaiki infrastrukturnya. Ungkapan itu disampaikan Camat Palabuhanratu, Dodi Rukmana dalam rapat persiapan penyambutan UGG di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Jenderal A Yani, belum lama ini.

Dedi meminta organisasi perangkat daerah (OPD) dan delapan kecamatan wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu itu agar memfokuskan kepada 13 poin catatan tim asesor itu. Sehingga, pekerjaannya terarah.

“Kami fokuskan saja pembahasan kita untuk mengerjakan kekurangan-kekurangannya. Termasuk, membuat ‘schedule time’ agar bisa dilaksanakan tepat waktu. Siapa yang mengerjakan dan kapan akan diselesaikan pekerjaannya harus jelas. Kami kan sudah sering rapat-rapat. Jadi tidak terkesan mengulang-ulang,” saran Dedi.

 Catatan asesor itu yakni, di Panenjoan tidak ada MCK, di Curug Awang tidak ada tangga jalan setapak menuju curug, perlu penataan PCK, tidak ada gapura gerbang masuk, papan penunjuk arah terlalu kecil dan tidak ada jarak menuju lokasi. Jogging track pun rusak, perlu penataan musala, tidak ada tempat sampah.

Di Curug Sodong, asesor mencatat MCK tidak memadai dan sangat kurang, tidak ada papan penunjuk termasuk jarak menuju lokasi, jalan masuk sudah rusak, jembatan menuju curug hilang.

Untuk menuju Curug Cimarinjung, ada lima poin. Yakni, papan penunjuk arah terlalu kecil dan tidak ada jarak tempuh, perlu penataan tempat parkir, tidak ada MCK, jalan masuk rusak, jalan masuk terlalu sempit.

Untuk di Pantai Palampang ada enam pion. Yakni, MCK tidak memadai, musala terlalu kecil, kurang bak sampah, tidak ada kontainer sampah, tempat parkir belum ditata, minim penanganan sampai di pantai.
Untuk di Puncak Darma, ada lima poin. Yakni jalan menuju puncak sangat rusak, ada batu besar di tiga titik bisa merusak kalter oli mesin kendaraan, tidak ada MCK, tidak ada spot untuk berfoto, tidak ada penunjuk arah hingga membuat bingung pengunjung.

Menurutnya, kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu itu memang seharusnya dikerjasamakan dengan pihak lain termasuk media. Karena, kemajuan daerah terlebih destinasi wisata tak terlepas dari peran media. “Para pengunjung juga tahu karena melihat dan membaca di media. Kalau sudah bagus publikasinya, berarti kesiapan infrastruktur dan masyarakatnya harus segera dipersiapkan,” imbuhnya.

Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri yang didampingi Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Sukabumi, Dodi A Somantri dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dana Budiman menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi melakukan evaluasi terkait persiapan Geopark Ciletuh Palabuhanratu menuju Unesco Global Geopark (UGG).

Evaluasi yang dipusatkan di Gedung Negara Pendopo Kabupaten Sukabumi ini, telah dihadiri perangkat kepala daerah, camat dan lainnya.

“Saat ini, kita tengah mempersiapkan Geopark Ciletuh Palabuhanratu dan mengevaluasi seluruh kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh perangkat daerah. Hal ini kami lakukan sebagai salah satu upaya untuk mempersiapkan Geoprak Ciletuh Palabuhanratu menuju UGG yang rencananya akan dilaksanakan pada Mei 2017 mendatang,” jelas Iyos.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sambung Iyos, akan terus berupaya maksimal agar Geopark Ciletuh Palabuhanratu dapat menyandang prestasi dalam UGG nanti. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan pembenahan mulai dari sarana dan prasarana, infrastruktur di objek wisata tersebut.
“Semoga dengan persiapan yang matang, Geopark Palabuhanratu ini dapat nilai yang memuaskan ketika penilaian UGG nanti,” paparnya.
Dana Budiman menambahkan, rapat tersebut merupakan proses persiapan Geopark Ciletuh menjadi Geopark Internasional. Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari membahas infrastruktur akses jalan nasional menuju objek wisata tersebut.

“Setelah ini, kita akan implementasikan program-program tersebut ke lapangan sehingga ketika ada penilaian dari Unesco kita sudah siap,” jelas Dana.

Pihaknya merasa optimis dengan segala persiapan yang sudah dilakukan oleh seluruh perangkat daerah. ”Bahkan dengan dukungan dari pemerintah provinsi untuk membangun akses yang nilainya lebih dari Rp200 miliar, Geopark Ciletuh Palabuhanratu dapat terwujud menjadi UGG,” paparnya.

Taman Bumi Geopark Ciletuh, sambung Dana, bukan hanya dapat memanjakan pengunjung melalui keindahan alamnya saja, tetapi harus ada keterlibatan masyarakat dalam menjaga keindahan alam tersebut.

“Jadi intinya kita harus menjalin kerja sama yang baik dengan masyarakat. Untuk mempersiapkan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Nasional menjadi Geopark Internasional atau Unesco Global Geopark (UGG),” pungkasnya. (ryl)

(Visited 74 times, 1 visits today)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here