Kecamatan Gunungguruh memiliki sebanyak tiga objek wisata alam yang dapat mendongkrak wisatawan untuk datang berkunjung ke wilayahnya tersebut.

Di antaranya, objek wisata Karang Para yang berada di Kampung Kebon Pala RT 01/11, Desa Kebonmanggu, yang memiliki nilai sejarah berupa situs dan pemandangan indah yang dapat memanjakan mata.

Gua Kuotamaneuh di Kampung Kuotamaneuh dan objek wisata Karang Numpang di Desa Cikujang.

Namun, dari semua wisata yang ada di Kecamatan Gunungguruh, Karang Para ini yang menjadi tempat buruan para wisatawan yang saat ini menjadi buah bibir di semua kalangan. Karena memiliki keindahan alam dan hamparan batu karang yang dapat membuat decak kagum para wisatawan.

KOMPAK: Camat Gunungguruh Ery Erstanto bersama Staf Kecamatan Gunungguruh.

“Objek wisata Karang Para ini, banyak dikunjungi kawula muda untuk berselfie dan mempostingnya di media sosial sehingga membuat tempat ini dengan cepat melejit dan dikenal terutama bagi penggiat Facebook, Instagram, Twitter maupun media sosial lainnya.

KOMPAK: Camat Gunungguruh Ery Erstanto bersama Staf Kecamatan Gunungguruh.

Bahkan, per harinya mencapai 1.000 orang pengunjung. Hal ini, terbukti dari pembuatan tiket yang dikelola oleh Desa Kebonmanggu dan putra daerah habis semua. Apalagi, kalau hari libur, para pengunjung datang berbondong-bondong ke objek wisata tersebut,” paparnya.

KOMPAK: Camat Gunungguruh Ery Erstanto bersama Staf Kecamatan Gunungguruh.

Tempat yang asri ini, tidak hanya dikunjungi remaja, orang dewasa pun turut menikmati tempat tersebut. Bahkan, tempat ini kerap dijadikan tempat prewedding oleh sejumlah kalangan dan komunitas fotograper. Hal ini, terlihat dari puluhan wisatawan yang datang dengan silih berganti untuk mengabadikan momen dengan berfoto menggunakan latar belakang batu karang.

Bahkan, dari atas bukit, para wisatawan dapat melihat hamparan sawah dan rumah penduduk yang tertata di punggung bukit.

KOMPAK: Camat Gunungguruh Ery Erstanto bersama Staf Kecamatan Gunungguruh.

“Para pengunjung yang datang berwisata ke tempat ini, dapat dipuaskan dengan sajian alam yang berada di atas bukit yang memiliki ketinggian sekitar puluhan meter dan mereka dapat melihat pemandangan alam dan permukiman penduduk yang membentang dengan cara memanjat tebing bebatuan karang. Di sini juga mereka bisa memanjat tebing bebatuan dengan menggunakan tangga bambu yang berbentuk love untuk melihat pemandangan alam,” imbuhnya.

Objek wisata Karang Para yang berada di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh ini, harus dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata alam dan edukasi. Potensi wisata Karang Para yang saat ini sudah mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupul luar daerah karena keindahan pesona alamnya.

“Kami bersama putra daerah dan pemerintah desa terus melakukan penataan untuk mengelola objek wsata ini. Ya, meski belum maksimal, tetapi keindahan alam dan hamparan batu karang sudah tidak bisa diragukan lagi.

Bahkan, pada April 2017nmendatang kami menjalin kerja sama dengan pencinta motocross akan mengadakan event di tempat ini, sekaligus launching objek wisata Karang Para,” imbuhnya.

Apalagi dengan banyaknya kunjungan dari para wisatawan, dapat mendongkrak penghasilan asli daerah (PAD). Hanya dengan membayar sebesar Rp2 ribu untuk tiket masuk dan parkir, para pengunjung sudah dapat menikmati keindahan alam Karang Para.

“Hasil uang yang dipungut dari pengunjunng ini, kami gunakan untuk menata sejumlah ruas jalan yang dilalui para wisatawan agar ketika dilalui ke tempat wisata dapat nyaman.

Selain itu, kami juga sudah membangunan sebanyak dua lokal untuk tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) serta musala yang kami sediakan untuk kebutuhan pengunjung,” pungkasnya. (cr13/t)

(Visited 828 times, 2 visits today)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here