SUKABUMI – Karang Hawu menjadi salah satu destinasi wisata pantai yang terkenal di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Bentuk unik dari salah satu karang yang berbentuk tungku (Dalam Bahasa Sunda disebut hawu,red), menjadi salah satu alasan mengapa tempat ini dinamai Karang Hawu.

Karang Hawu menawarkan panorama jajaran pantai dan karang, yang memanjakan mata para pengunjungnya. Selain itu, terdapat beberapa tempat sakral yang sering dikunjungi dengan tujuan tertentu.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga sudah menyediakan saung-saung kecil di pinggiran pantai, supaya pengunjung nyaman menikmati liburannya di Pantai Karang Hawu ini,” kata salah satu penjaga objek wisata Karang Hawu, Jefri Permana (35) kepada Radar Sukabumi.

Para pengunjung biasa menikmati suasa deburan ombak yang membentur jajaran karang-karang, di Karang Hawu.

Para pengunjung tengah asyik menikmati indahnya Pantai Karang Hawu di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.
Para pengunjung tengah asyik menikmati indahnya Pantai Karang Hawu di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

 

Ada pula yang menikmati indahnya Pantai Karang Hawu di jajarang warung-warung, sambil meminum air kelapa muda.

“Namun, para pengunjung harus hati-hati. Ketika ombak pasang jangan coba-coba mendekati bibir pantai karang. Itu berbahaya,” katanya.

Selain pantai dan jajaran karangnya, di Karang Hawu juga terdapat destinasi wisata yang kental dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Sebut saja Gunung Winarum, gugusan karang yang menjulang tinggi ini dipercaya sebagai tempat persinggahan sosok Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul.

“Memang akhir-akhir ini tidak terlalu banyak yang sering berziarah, sekitar 30-50 orang setiap akhir pekannya,” lanjut Jefri.

Ada pula, tampat sakral lainnya di Karang Hawu yang berada di balik Gunung Winarum. Tempat tersebut adalah tujuh sumur yang merupakan, cekungan karang berisi air yang biasa digunakan untuk mandi.

Konon, siapapun yang mandi di tujuh sumur dilengkapi dengan kembang wewangian, berbagai keinginannya cepat terkabul.

“Mudah-mudahan saja harapan saya bisa terpenuhi setelah saya mandi di sini,” ujar salah satu pengunjung, Yuli Andriana (27). (mvi/t)

(Visited 56 times, 1 visits today)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here