KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Tragis, 48 Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual

SUKABUMI – Sungguh tragis, setidaknya 48 anak di Kabupaten Sukabumi telah menjadi korban pelecehan seksual. Umumnya tindak kejahatan terhadap kalangan anak-anak ini dipengaruhi perkembangan teknologi.

Berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)  Kabupaten Sukabumi menunjukan sepanjang tahun 2017 terhitung Januari hingga September silam, terdapat 48 anak baik berjenis kelamin perempuan maupun laki-laki menjadi korban tindak pelecehan seksual.

Ketua Harian P2TP2A  Kabupaten Sukabumi, Elis Nurbaeti menjelaskan usia para korban pelecehan seksual ini berkisar antara 7-12 tahun. Ia mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan banyaknya angka kejahatan seksual pada anak. Ketahanan keluarga dan pengaruh teknologi informasi menjadi satu diantara faktor yang menyebabkan anak menjadi sasaran prilaku yang menyimpang.

“Berbagai macam jenis memang faktornya. 48 anak itu terhitung hingga periode September bulan ini saja. Artinya tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah, terlebih lagi puluhan kasus tersebut yang hanya ditangani oleh P2TP2A.” jelasnya kepada Radarsukabumi.com

Dari keseluruhan korban, sebahagian didampingi psikiater dan sisanya dikarantina “Kondisi sikis anak yang menjadi korban tentunya bakal terganggu, untuk itu kami memberikan bimbingan,” sambungnya.

Sedangkan pelaku yang tega menyasar anak dibawah umur sebagai korban dilatar belakangi berbagai faktor. Dari mulai, riwayat pelecehan seksual masa lalu, keluarga yang tidak harmonis, kelainan seksual dari pelaku,  Kontrol dan pengawasan terhadap anak yang sangat kurang baik hingga Penggunaan media televisi, internet dan buku yang tidak terkontrol dan berlebihan.

“Intinya, faktor dari pola pikir dan perilaku seseorang yang tidak normal menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan perbuatan yang bisa menyebabkan gangguan mentalitas dan kejiwaan terhadap anak,” bebernya (upi).

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close