EKONOMI

Sido Muncul Caplok Aset Nyonya Meneer

JAKARTA – Sido Muncul mengambil alih aset berupa tanah dan bangunan seharga Rp 21,9 miliar milik PT Nyonya Meneer.

Tanah seluas 24.475 meter persegi tersebut terletak di Jalan Soekarno-Hatta Km 28, Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Transaksi jual beli itu terjadi melalui lelang eksekusi hak tanggungan pada 26 September lalu. Dalam teknisnya, emiten berkode SIDO tersebut bertransaksi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua).

Dana yang digunakan untuk membeli aset itu dari internal Sido Muncul. Manajemen SIDO mengatakan, transaksi tersebut tidak mempunyai dampak gangguan terhadap aspek finansial Sido Muncul.

Direktur Sido Muncul David Hidayat menuturkan, perolehan aset itu mendukung kegiatan operasional dan kelangsungan usaha perseroan.

’’Letak aset tersebut menempel dengan lokasi pabrik perseroan. Hal ini memberikan peluang bagi perseroan untuk perluasan usaha pada masa yang akan datang,’’ ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), baru-baru ini.

Sementara itu, Presiden Direktur Nyonya Meneer Charles Saerang menyebut belum mengetahui transaksi jual beli aset dengan Sido Muncul.

’’Saya belum dikabari. Itu kan secara teknis ada pihak lain yang menangani,’’ katanya.

Ditanya tentang kemungkinan kerja sama dengan Sido Muncul untuk menyelamatkan Nyonya Meneer, Charles menegaskan bahwa belum ada pembicaraan. Namun, soal penyelamatan oleh pengusaha Rachmat Gobel dan Iwan Bogananta, Charles menyatakan bahwa peluangnya masih terbuka lebar.

Dia menilai dua pengusaha itu mempunyai niat yang baik. Yakni, ingin menyelamatkan perusahaan dan meneruskan produksi jamu sebagai aset bangsa. Hanya, dia belum tahu skema penyelamatannya, dan nilai pengambilalihan aset yang disepakati.

’’Saya lagi tunggu hasilnya seperti apa. Penawaran mereka sih bagus,’’ ungkap Charles.

Rachmat Gobel merupakan pengusaha elektronik Panasonic dan mantan menteri perdagangan.

Iwan Bogananta adalah pengusaha batu bara, dan saat ini menjabat direktur utama PT Indo Wana Bara Mining Coal.

Nyonya Meneer telah dinyatakan pailit oleh PN Semarang. Tagihan utang yang diajukan para kreditor Nyonya Meneer mencapai Rp 252,8 miliar. Padahal, perusahaan tersebut sudah dijalankan turun-temurun selama hampir satu abad. (rin/c14/sof)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close