KABUPATEN SUKABUMI

PT BIG Bantah Keberadaan LGBT

CIBADAK – Belum lama ini, publik dihebohkan dengan adanya Security Wanita (Secwan) yang diduga lesbian di PT Baju Indah Global, Desa Ciheulangtongoh, Kecamatan Cibadak. Tak ingin nama perusahaan tercemar, pihak manajemen pun langsung memasang spanduk yang berisi penolakan adanya lesbi, gay, biseksual dan transgander (LGBT) di lingkungan perusahaan.

General Manajer (GM) PT BIG, Toto mengatakan, pemasangan sepanduk di gerbang masuk dan area parkir perusahaan itu merupakan upaya pihak manajemen untuk memberantas LGBT di lingkungan perusahaan.

Pasalnya, ia menyadari bahwa LGBT merupakan penyakit kelainan seksual dan tidak dibenarkan secara norma agama dan pemerintah. “Ini merupakan upaya kami dalam memberantas LGBT di lingkungan perusahaan, sehingga penyakit kelainan seksual itu tidak ada di pabrik ini,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (15/9).

Toto juga menegaskan, jika di lingkungan perusahaan yang ia pimpin itu kedapatan karyawan yang LGBT, maka pihaknya tidak segan-segan untuk mengeluarkan karyawan tersebut dari perusahaan. “Kelainan itu sudah jelas tidak sesuai norma agama dan aturan pemrintah yang berlaku, dengan begitu kami menolak keras. Bila ada karyawan kami yang demikian, sanksinya tegas berupa pemecatan,” tegasnya.

Selain itu, dalam perekrutan tenaga kerja baru juga diberlakukan penjaringan LGBT. Sehingga diharapkan, LGBT yang merupakan suatu virus itu tidak menyebar pada lingkungan perusahaannya.

“Saat pertama masuk kerja, karyawan harus membuat pernyataan bahwa dirinya bukan LGBT. Jika ke depannya ketahuan, kami bakal langsung keluarkan,” tutupnya.

Upaya pihak perusahaan memberantas LGBT ini, mendapat dukungan penuh dari warga sekitar. Abdulrohim (37) misalnya. Ia mengaku saat ini LGBT cukup marak ditemui di lingkungan pabrik.

“Saya setuju dengan langkah perusahaan yang menolak LGBT, sudah seharusnya pasangan sesama jenis itu disadarkan. Soalnya diakui atau tidak, di lingkungan pabrik marak ditemukan,” ungkapnya.

Sebelumnya, seorang wanita yang mengaku berasal dari Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, RA menghubungi Radar Sukabumi pada Minggu (10/9) lalu. Ia mengaku mengetahui ada Secwan yang bekerja di PT BIG terlibat lesbian. RA pun meminta supaya Secwan tersebut supaya segera berubah.

“Saya sebagai perempuan sangat terharu, karena seorang lesbian sangat indentik akan pergaulan bebas, kebanyakan seorang lesbian yang cukup umur mencari mangsanya umur mudaan yang kebanyakan karena disakiti laki-laki, saya juga mohon kepada Secwan, saya kenal orangnya yang bekerja di PT BIG Karang Tengah, Kabupaten Sukabumi untuk segera berubah,” beber RA melalui pesan singkatnya.

Tak hanya itu, RA juga mengaku mengetahui tempat berkumpulnya para penyuka sesama jenis itu. RA berharap, pimpinan PT BIG segera menindak lanjuti adanya laporan Secwan yang lesbi tersebut.

“Saya juga lihat tempatnya berkumpul kaum lesbian di Parungkuda, tepatnya dekat PT Doosan Bojongkokosan. Saya kasihan keluarga mereka, tidak mengetahui akan perbuatannya apalagi seorang ibu menjadi lesbian.

Saya mohon juga kepada pimpinan PT Busana Indah Global segeralah ditindak lanjuti, masa di perusahaan ada seorang security lesbian? Ingatlah, Sukabumi daerah Agamais. Saya juga mohon pula kepada aparat hukum, Ketua MUI Kabupaten Sumabumi, Ormas -Ormas jangan membiarkan mereka berkeliaran dan punya komunitas,” tutup RA dalam pesannya itu. (Cr15/t)

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close