EKONOMI

Permata Optikal Layani Konsumen dengan 3S

SUKABUMI -Toko Permata Optikal yang berlokasi di Jalan Pelabuhan No. 15, Kota Sukabumi, terus meningkatkan pelayanan terhadap konsumen.

Sebab, dalam dunia bisnis layanan merupakan hal penting yang harus dioptimalkan. Sehingga harus bisaa memuaskan para pelanggan. Misalnya saja, menyambut konsumen dengan baik dan hangat ketika pembicaraan dimulai, sehingga menumbuhkan kenyaman untuk bertanya.

“Maka dari itu pelayanan merupakan hal yang sangat penting ditingkatkan, untuk menarik minat konsumen,” kata Pemilik Toko Permata Optikal, Nana Suryana saat disambangi Radar Sukabumi, kemarin (12/10).

Menurutnya, berbisnis tidak cukup hanya bermodal uang serta produk saja. Lebih dari itu, dalam bisnis perlu memiliki strategi jitu guna menggaet para konsumen.

Salah satunya, dengan memberikan pelayanan terbaik. Karena konsumen merupakan salah satu media promosi juga.

“Ketika bisa memberikan pelayanan terbaik, maka tidak menutup kemungkinan para konsumen ini bisa membawa temannya untuk belanja barang kebutuhannya di sini,” paparnya.

Namun, ketika pelayanan tidak maksimal justru akan berdampak buruk terhadap penjualan. Karena itu, Nana memiliki moto khusus dalam melayani konsumen yakni Senyum, Salam dan Sapa (3 S).

“Saya yakin, dengan moto ini akan bisa menarik minat para konsumen,” tutur pria ramah itu.

Tidak ayal dengan layanan yang maksimal, tokonya yang strategis di perempatan Odeon tersebut banyak dikunjungi konsumen dari luar kota seperti Jakarta, Bandung dan Cianjur.Permata Optikal menyediakan berbagai macam jenis kacamata dan softlens dengan harga variatif. Kacamata dibanderol mulai dari Rp 200 ribu-Rp 1,5 juta tergantung lensa dan frame-nya.

“Saat ini yang banyak diminati konsumen adalah kacamata berbentuk bulat besar yang menjadi tren masa kini,” bebernya.

Dalam memasarkan produknya, Nana tidak berdiam diri. Ia menggunakan sistem jemput bola, dengan melakukan sosialisasi kepada setiap sekolah dan instansi.

“Alhamdulillah sejauh ini penjualan cukup baik, sehingga penghasilan perbulan bisa mencapai Rp 40 juta,” imbuhnya.

Dalam berbisnis, tentunya banyak persaingan yang harus disikapi dengan profesional. Sebab, tidak sedikit lanjut Nana, produk sama tetapi harganya jauh di bawah pasaran.

Otomatis, hal itu bisa menjatohkan harga pasaran.

Tetapi persaingan seperti itu tidak membuatnya khawatir. Karena para konsumen sudah bisa menilai ketika barang di bawah harga pasar, maka kualitas produk tersebut akan dipertanyakan.

“Banyak sales yang datang ke sekolah dan instansi mengatasnamakan toko saya, dan menjatuhkan harga yang dipasarkan.

Tapi hal ini bisa disikapi, dengan diberikannya penjelasan pada konsumen sehingga mereka paham mana yang asli dan tidak,” tutupnya. (Cr16/t)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close