LIGA INDONESIA

Perkelahian Brutal PSBK vs Persewangi

MALANG  – Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/10) menjadi saksi laga play-off khusus   Liga 2  antara PSBK Blitar  vs   Persewangi    Banyuwangi berubah jadi   perkelahian massal brutal  antar pemain.

Pemain kedua tim beberapa kali terlibat perkelahian massal. Bahkan wasit yang mempimpin pertandingan, Suhardianto asal Muara Enim juga dikejar-kejar pemain. Pertandingan ini pun terpaksa dihentikan saat laga menyisakan empat menit lagi waktu normal. Sementara hasil akhir 1-0 untuk    PSBK Blitar      kabarnya diprotes kubu Persewangi.

Tanda-tanda bakal ricuhnya laga play off khusus ini mulai terlihat saat laga baru berjalan 26 detik! Pemain Persewangi, Didik Ariyanto mendapat kartu merah karena dianggap melakukan pelanggaran keras.

Pada menit ke-3, giliran kapten PSBK Kota Blitar, Aditya Wahyudi, diganjar kartu merah. Sejak awal kedua tim memang menampilkan permain keras. Berulang kali benturan keras dan aksi tackling mewarnai pertandingan ini.

Suhardianto mengeluarkan kartu merah ke-3 pada laga ini, tepatnya pada menit 17. Kali ini kembali pemain   Persewangi  lainnya, Deki Rolias Chandra yang diusir wasit. Keputusan ini sontak mendapat protes keras dari pemain Persewangi. Mereka bahkan kompak membuka baju. Anehnya, tak satu pun pemain yang buka baju itu diganjar kartu kuning.

Laga sempat terhenti beberapa menit, setelah kubu  Persewangi  meminta wasit diganti. Namun komisi pertandingan tidak mengabulkannya dan pertandingan pun dilanjutkan dengan skor 0-0 menjadi hasil akhir babak pertama.

Baru beberapa menit selepas jeda, pertandingan kembali dihentikan karena pemain kedua tim terlibat adu pukul. Setelah situasi bisa dikendalikan pihak keamanan, pertandingan dilanjutkan lagi. Pada menit 69, PSBK berhasil unggul berkat gol Prisma Chairul Anwar, setelah tembakannya gagal diantisipasi oleh kiper Persewangi, Nanda Pradana.

Tertinggal 0-1, pemain  Persewangi  semakin tak terkontrol. Pertandingan kembali dihentikan pada menit 81. Aksi lebih brutal terjadi, kali tidak hanya pemain tapi juga melibatkan offical   Persewangi        yang ikut terlibat dalam perkelahian. Lapangan sepakbola akhirnya menjadi arena tawuran massal.

1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close