Home » BERITA PENDIDIKAN » Pesantren Diharapkan Tak Hanya Membina Mental Saja
PEMBAGIAN: Ribuan masyarakat sekitar ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fithroh pada saat mengantri untuk mendapatkan sembako

Pesantren Diharapkan Tak Hanya Membina Mental Saja

SUKABUMI— Saat ini dibeberapa pesantren fokus kepada pembinaan terhadap mental saja tanpa memikirkan yang lainnya.

Padahal dakwah dalam islam itu tak hanya untuk mengarahkan orang untuk beribadah saja, tapi menyediakan sarana dan prasaran menjadi hal yang penting.

Atas dasar itu Pondok pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi mengadakan pembinaan kepada masyarakat sekitar dengan memberikan sembako.

“Jadi Pembinaan bukan semata-mata untuk mental saja, selama ini orang hanya mengarahkan untuk beribadah, dan kadang tidak dipikirkan hal yang lainnya dalam kata lain duniawinya.

Maka dari itu, kita Yaspida hadir saat ini bukan hanya untuk menyarankan untuk sholat saja, tapi mempersiapkan sarananya dengan baik, “jelas Pimpinan Ponpes Dr. KH. E. Supriatna Mubarok kepada wartawan senin (19/6/17).

Pembinaan ini atas dasar kepedulian pesantren terhadap masyarakat kecil yang ada dilingkungan sekitar pada bulan suci. Dirinya sadar bahwa keberhasilan yang diraih saat ini semata-mata karena doa dan dukungan dari seleuruh lapisan masyarakat.

“Ini penting karena kita komunitas para kyai, ustadz dam mualim, sasarannya sama yakni melakukan pembinaan kepada masyarakat.

Ada sekitar 3 ribu lebih sembako yang kami bagikan kepada masyarakat sekitar dan yang lainnya. Dan alhamulilah antusiasnya baik, “terangnya.

Hikmah yang bisa kita ambil, dirinya mengatakan bahwa saat ini kita bisa berpartisipasi kepada masyarakat kecil yang tentu menjadi tanggung jawab kita semua. Kedepan dirinya beharap, masyarakat bisa sinergis terutama untuk misi Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri.

“Mudah-mudahan kedepan masyarakat kita bukan sebagai mustahik, tapi sebagai muzaki. Bukan lagi orang yang menerima zakat tapi yang mengeluarkan zakat, “tandasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pertemuan Forum Komunikasi peduli Pondok Pesantren Indonesia. Tujuannya pertemuan ini, tiada lain untuk mempererat jaringan Ukhuwah islamiah, insaniyah dan wataniyah dari para anggota forum.

“Dalam forum ini, nanti kita saling bantu. Bagi yang sudah maju membantu yang belum maju, dan pesantren yang belum maju kita bisa giring untuk berjalan maju dengan tanpa membedakan latar belakang dan tanpa membedakan apapun. Yang penting kita islam maju, “terangnya.

Saat ditanya perkiraan ponpes yang maju dan belum maju dirinya memperkirakan jumlahnya 50:50 dan bahkan 60:40 persen. Yang sudah siap hanya 40 persen dan yang belum siap jumlahnya 60 persen, terutama soal sarana dan Prasarana.

“Ya dengan dengan adanya forum ini kita berbagi ilmu bagaimana cara memajukan pesantren agar maju, pasalnya mereka yang medirikan ponpes tujuannya memajukan umat tanpa memikirkan yang lainnya. “tukasnya.

(cr10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

STMIK Nusa Mandiri Santuni Anak Yatim

SUKABUMI– Untuk mengisi semarak pada bulan suci ramadan 1438 H, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama ...