Home » BERITA PENDIDIKAN » 240 Mahasiswa Umi Ikuti Seminar
SERIUS: Para peserta seminar nikah terlihat serius mengikuti seminar yang diadakan di auditorium UNiversitas Muhammadiyah

240 Mahasiswa Umi Ikuti Seminar

SUKABUMI— Sebanyak 240 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) mengikuti Seminar Pra nikah. Maraknya fenomena pernikahan usia dini di kalangan pelajar, serta pentingnya edukasi tentang pernikahan kepada para mahasiswa, Prodi Administrasi Publik menjadi alasan utama seminar ini diadakan.

Ketua pelaksana kegiatan Siti Syadzalia mengatakan, kepedulian prodi Administarsi publik terhadap fenomenna yang saat ini sudah banyak terjadi.

Menurutnya terjadi pernikahan usia dini akibat kurangnya pemahaman pada para pelajar. Dengan kegiatan ini Prodi Administrasi publik berbagi ilmu dengan menggandeng seorang motivator muda asal Bandung.

Dirinya juga berharap dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu yang di dapat dan di aplikasikannya dalam kehidupan sehari-sehari serta selektif dalam memilih jodoh. “Kami hanya mewadahi para generasi muda untuk sama-sama belajar dan berbagi ilmu, “tukasnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Rizki Hegia mengatakan menuntut ilmu itu bukan hanya ilmu akademik saja, terlebih orang berpendidikan harus tahu dan faham apa arti pernikahan. “Tidak hanya perempuan, laki-laki mesti pahan ilmu pernikahan, yah kita sama-sama belajar lah, “katanya.

Dirinya juga menambahkan menjadi kriteria keberhasilan sebuah pernikahan adalah kebahagiaan suami isteri, hubungan yang baik antara orang tua dan anak, penyesuaian yang baik dari anak-anak, kemampuan untuk memperoleh kepuasan dari perbedaan pendapat, kebersamaan, Penyesuaian yang baik dalam masalah keuangan, penyesuaian yang baik dari pihak keluarga pasangan.

Ditempat yang sama Abay Selaku pembicara dalam seminar pra nikah mengatakan alasan pernikahan usia muda faktor sosial budaya, Ekonomi, Pendidikan, Agama.

Selain itu dirinya juga memaparkan dampak yang terjadi karena pernikahan usia muda diantaranya adalah kesehatan perempuan, kehamilan dini dan kurang terpenuhinya gizi bagi dirinya sendiri, resiko anemia dan meningkatnya angka kejadian depresi, beresiko pada kematian usia dini, meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI), ingat 4T, study epidemiologi kanker serviks : resiko meningkat lebih dari 10x bila jumlah mitra sex 6/lebih atau bila berhubungan seks paertama dibawah usia 15 tahun, Semakin muda wanita memiliki anak pertama, semakin rentan terkena kanker serviks, resiko terkena penyakit menular seksual.

Upaya pencegahan terjadinya pernikahan usia muda, Undang-undang perkawinan, Bimbingan kepada remaja dan menjelaskan tentang sex education, Memberikan penyuluhan kepada orang tua dan masyarakat, Bekerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat, Model desa percontohan pendewasaan usia perkawinan.

Namun Abay menghimbau kepada para mahasiswa saat itu bahwa pernikahan adalah institusi pertama yang dibangun untuk menegakkan nilai-nilai islam , masalah yang kerap di kalangan pemuda saat ini adalah dalam proses ketidaksiapan dalam proses berpindah diri dari pribadi islami menuju keluarga islami .

Ini disebabkan kondisi lingkungan yang menibukkan pemuda untuk memupuk angan-angan mereka . Persiapan dalam menghadapi pernikahan adalah persiapan yang harus dijaga sampai nanti karena ia adalah urusan seumur hidup .

“Oleh sebab itu, kesiapan dan persiapannya harus tetap prima seumur hidup, “pungkasnya.

(cr14/t)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

STMIK Nusa Mandiri Santuni Anak Yatim

SUKABUMI– Untuk mengisi semarak pada bulan suci ramadan 1438 H, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama ...