Home » BERITA PENDIDIKAN » Terbebani Delapan Jam di Kelas
Ilustrasi Full Day School

Terbebani Delapan Jam di Kelas

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan program sekolah lima hari dengan durasi belajar selama delapan jam per hari, terhitung mulai 1 Juli mendatang, terus menimbulkan pro kontra.

Terutama di kalangan pelajar, para orang tua dan tenaga pendidik. Sebagian mendukung program tersebut dengan catatan selama delapan jam itu tidak sepenuhnya belajar di kelas, namun diisi juga dengan kegiatan praktek atau ekstrakulikuler di luar kelas. Tapi tidak sedikit juga yang kurang setuju dengan program tersebut.

Seperti yang disampaikan Guru Tari SMPN 5 Kota Sukabumi, Yulia Hendrilianti.

Ia mengaku tidak keberatan dengan kebijakan pemerintah menerapkan program lima hari sekolah dengan durasi belajar selama delapan jam per hari itu, karena dengan anak belajar dari pagi sampai sore atau sehari penuh (full day) dapat mengasah kemampuan mereka.

“Saya sebetulnya udah melakukan itu. Seusai mengajar, saya lanjutkan kegiatan estrakurikuler, dan hasilnya anak maksimal dalam mengasah potensinya, karena kalau pembelajaran di kelas waktunya terbatas, maka diasah atau diperdalam di ekskul,” akunya kepada Radar Sukabumi, Selasa (13/6/2017).

Beragam pendapat masyarakat tentang kebijakan Full Day School

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

STMIK Nusa Mandiri Santuni Anak Yatim

SUKABUMI– Untuk mengisi semarak pada bulan suci ramadan 1438 H, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama ...