Home » KAMPUS » Mahasiswa Syamsul Ulum ‘Dicekoki’ Soal Lingkungan
Para peserta seminar jurusan administasi dan ilmu polotik STAI Syamsul Ulum terlihat fokus saat mendengarkan materi dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Mahasiswa Syamsul Ulum ‘Dicekoki’ Soal Lingkungan

SUKABUMI– Untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang peduli lingkungan,  Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul Ulum Sukabumi dengan menggelar seminar Peduli Lingkungan di kampus syamsul ulum.

Kesadaran pelajar ramah terhadap lingkungan sangat minim, maka dari itu mahasiswa harus di berikan edukasi pengenalan dan peduli terhadap lingkungan masyarakat. Selain itu mahasiswa harus diberi pengetahuan manfaat kebersihan lingkungan hidup supaya bisa paham dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari, karena Penciptaan lingkungan yang bersih adalah tanggungjawab semua orang termasuk di dalamnya pemerintah dan kita selaku pendidik dan pelajar melalui kebijakan dan realisasi tindakan nyatanya.

“Untuk menumbuhkan tanggung jawab tersebut dibutuhkan proses dan juga langkah nyata, “ujar Sandi Yuswana selaku ketua pelaksana kepada koran ini kemarin (27/4/2017)
Dalam kegiatan ini ada puluhan mahasiswa dari jurusan Administrasi Negara dan Ilmu politik yang ikut serta.

Sementara itu, Yani Nurfianti (30) sebagai salah satu pemateri dari Bala Besar TNGGP menjelaskan, pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan oleh kita selaku penggerak pendidikan karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kelangsungan kehidupan. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.

Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya. Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini. “Tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri, “paparnya.

Ditempat yang sama Yuningsih salah satu peserta seminar berpendapat dengan seminar ini kita jadi tahu bahaya pencemaran lingkungan, dampak dan mengantisipasi lingkungan, taman, dan hutan. “Hal kecil di kampus kita adakan lahan untuk menanam tanaman saja, “katanya.

(cr14/t)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jangan Jadikan Kampus Tempat Kegiatan Politik

Pemerintah melarang penggunaan kampus sebagai tempat kegiatan politik, karena perguruan tinggi merupakan sarana mahasiswa menimba ...