Home » BERITA PENDIDIKAN » Sertifikasi Guru Madrasah Tertunggak,Kemenag Akui Cair Minggu-minggu Ini
LOGO ILUSTRASI

Sertifikasi Guru Madrasah Tertunggak,Kemenag Akui Cair Minggu-minggu Ini

LOGO ILUSTRASI

LOGO ILUSTRASI

SUKABUMI – Tunjangan sertifikasi guru madrasah di bawah koordinasi Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi tahun 2015 diduga masih menunggak. Dari data yang dihimpun Radar Sukabumi, seharusnya tunjangan sertifikasi tersebut sudah dicairkan pada September 2015 lalu.

Namun, hingga kini dana tunjangan sertifikasi itu masih sebuah angan-angan yang diharapkan para guru honorer maupun negeri dengan alasan menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat. “Tahun 2015 yang belum dibayarkan tiga bulan, kalau dihitung dengan tahun ini menjadi empat bulan. Semoga saja di bulan keempat nanti ada pelunasan oleh pemerintah khususnya Kemenag,” akunya kepada Radar Sukabumi.

Ia menambahkan, kondisi ini mengundang cerita dari para guru, yang sama-sama haknya tertunda cukup lama. “Ironis ketika guru lain di bawah naungan yang berbeda sudah mendapatkan haknya, kami hanya bisa terus menunggu,” kesalnya.

Dia berharap, ke depannya kasus terlambatnya tunggakan ini tidak terulang kembali, sebab akan berdampak pada kinerjanya. Diungkapkan dia, adapun dana sertifikasi yang diterima untuk guru honorer sebesar Rp 1,5 juta per bulan, sedangkan guru yang sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dibayarkan sepertiga dari gaji pokok.

“Normalnya pencairan dirapelkan pertiga bulan dan dibayarkan pada bulan keempat. Sejauh ini kalau melihat tunggakan cukup lumayan, cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan sisanya bisa ditabung,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi hal itu, Kepala Seksi Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Mapemda) Kemenag Kota Sukabumi, Rizal Yusup mengatakan, pihaknya sudah menempuh upaya pelunasan sertifikasi ini jauh-jauh hari sebelumnya, dengan memberikan laporan terkait permasalahan yang dialami para guru madrasah di Kota Sukabumi.

“Perlu diketahui kaitan dengan dana sertifikasi menjadi kewenangan pusat. Kemenag Kota Sukabumi hanya memverifikasi data saja, langkah selanjutnya dari data tersebut langsung dilaporkan ke Kemenag Pusat,” terang Rizal ditemui di kantornya.

Ia mengaku dari informasi yang didapatkan, pelunasan akan dilaksanakan pada minggu ini dan diharapkan para guru bisa bersabar. “Mudah-mudahan cair minggu-minggu ini. Dari informasi yang didapatkan, persoalan yang membelit ini lantaran untuk pendidikan di bawah Kemenag hanya diberikan 13,5 persen dari APBN, selanjutnya untuk sertifikasi dan hanya empat persen saja,” pungkasnya.

(cr10/l)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

NIP CPNS 2.806 Guru Garis Depan Sudah Terbit

JAKARTA – Dari total kuota guru garis depan (GGD) yang mencapai 6.296 orang, sebagian sudah ...