Atlet Sukabumi Rebut Emas Cabang Wushu, persembahkan Jabar Kahiji

0
70
NOMOR SATU : Atlet Wushu Jabar asal Kabupaten Sukabumi Monica Fransisca Sugianto, foto bersama pelatih dan tim usai merebut medali emas pada PON XIX Jabar, sabtu (18/9).
Atlet Wushu Kabupaten Sukabumi Monica Fransisca Sugianto
NOMOR SATU : Atlet Wushu Jabar asal Kabupaten Sukabumi Monica Fransisca Sugianto, merebut medali emas pada PON XIX Jabar, sabtu (18/9).

BANDUNG-Kontingen Jawa Barat (Jabar) kembali meraih tambahan medali emas. Kali ini disumbangkan oleh Cabang Wushu nomor Taulo (seni) putri. Medali tersebut diraih mojang Kabupaten Sukabumi, Monica Fransisca Sugianto.

Tampil impresif pada menit pertama, Monic sapaan karib Monica Fransisca Sugianto ini langsung menjalankan debut dengan sempurna. Gerakan jurus yang apik serta disusul dengan lompatan indah dan tepat sasaran pun menjadikan para juri memberikan nilai 9.53. Angka yang diraih Monic ini berbeda satu poin dari atlet unggulan Jawa Timur Felda Elvira yang meraih 9.52 dan atlet Jawa Tengah Devi Indaryanti dengan poin 9.51.

Ketua Pengprov Wushu Jabar Edwin Sanjaya mengungkapkan, keberhasilan Monic ini di luar dari targetan Jabar, sebab pada nomor Changquan atau tangan kosong utara dinilai memiliki persaingan yang ketat, terlebih banyak atlet yang sudah berpengalaman. “Alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) kita dapat emas dan mudah-mudahan di nomor lain pun ada emas tambahan,” ujar Edwin di sela-sela pertandingan di GOR Pajajaran Kota Bandung, kemarin (18/9).

Edwin menambahkan, untuk Wushu sendiri Jabar hanya menargetkan empat medali emas yakni di nomor Taulo dan nomor Sanda atau Tarung. “Sebenarnya Monic ini spesialis nomor golok dan toya, tapi kita bersyukur dia dapat emas pada nomor Changquan,”akunya.

Ia beharap medali emas yang diraihnya ini bisa menjadi motivasi atlet lainnya, sehingga pundi-pundi medali untuk Jabar bisa terus bertambah. Sementara itu, Monic yang ditemui selepas pengalungan medali mengaku senang bisa meraih medali emas pertamanya.

Diungkapkan dia, medali yang diraihnya ini merupakan ajang pembuktian dan balas dendam, sebab pada PON Riau lalu hanya bercokol di peringkat keempat. “Sebenarnya tidak terlalu ditargetkan, tapi senang akhirnya dapat medali emas. Ini emas pertama saya,” ujarnya.

Monica mengaku sempat grogi. Namun, dukungan penonton asal Jabar membuatnya termotivasi untuk memberikan yang terbaik.”Alhamdulillah, saat mendengar teriakan Jabar Kahiji dari para suporter jadi tambah ingin menunjukkan yang lebih baik,” kata Monica.

“Medali emas saya persembahkan untuk warga Jabar. Besok (hari ini, red) turun lagi, mudah-mudahan dapat emas juga.Semoga tahun depan saya masuk pelatnas,” harap wanita berdarah Indonesia dan Tiongkok ini.

Ia bertekad ingin memasuki pelatnas dan bertanding diajang Sea Games 2017 di Malaysia dan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Mudah-mudahan saya lolos seleksi Sea Games dan Asian Games,” akunya.

Monic berharap pada nomor golok dan toya bisa kembali mendulang medali emas, sehingga bisa memuluskan melaju ke level yang lebih tinggi. “Doakan saja besok (hari ini, red) saya main di nomor golok dan toya dan mudah-mudahan emas lagi,” harapnya.

Disamping itu, Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Sukabumi, Deden Achadiyat yang menyaksikan langsung ke lokasi pertandingan merasa banggga atas raihan atlet asal Kabupaten Sukabumi. Diakuinya, dari beberapa cabor yang diikuti atlet asal Kabupaten Sukabumi, baru cabang Wushu yang berhasil menyumbangkan medali emas untuk Jawa Barat.

“Mudah-mudahan yang lainnya bisa menyusul,” kata Deden. Ia berharap medali emas bisa diraih kembali pada cabang panahan, karate dan tinju. ” Insya Allah emas lainnya akan menyusul,” sambung dia. (why)

(Visited 660 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here