Home » JAWA BARAT » BANDUNG » Soal BIJB, Pemprov Minta Bantuan Kementrian PUPR
MENINJAU: Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada saat meninjau pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka beberapa waktu lalu foto: pojoksatu

Soal BIJB, Pemprov Minta Bantuan Kementrian PUPR

BANDUNG— Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut serta membantu dan memfasilitasi pembangunan infrastruktur penunjang Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan hingga saat ini sejumlah permohonan sudah disampaikan Pemprov Jabar pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Seperti halnya permintaan untuk segera mengambil alih pengelolaan jalan Kadipaten-Jatibarang. “Itu panjangnya sekitar 41 kilometer, kami mohonkan untuk menjadi jalan nasional,” jelas Iwa kepada wartawan, Rabu (17/5/2017).

Dikatakannya, permohonan ini diajukan dengan pertimbangan jika menjadi jalan nasional, maka lebar dan kapasitas jalan akan bertambah sesuai kriteria akses menuju bandara bertaraf internasional.

Pada 2017 ini, pihaknya juga meminta kementerian membantu pembangunan jalan akses non tol sepanjang 1,8 kilometer.

“Serta jalan lingkar bandara pada 2018 mendatang, sudah kami sampaikan,” katanya.

Iwa juga memastikan permintaan pada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) agar segera menerbitkan izin akses jalan tol turut diajukan.

Meski tol bandara masih mendapat penolakan dari Majalengka, permohonan ini tetap diproses agar pada saat diperlukan tidak perlu menempuh tahapan kembali.

“Kami sudah memohon izin dari BPJT agar permohonan bisa diterbitkan,” paparnya.

Diungkapkan Iwa, rencananya untuk terminal multimoda BIJB Kertajati nantinya akan mengintregasikan layanan transportasi yang dibutuhkan penumpang maupun pengusaha logistik.

Dia juga memastikan BIJB bertanggung jawab untuk pembangunan dan pengembangan serta pengoperasian bandara. “Juga mengembangkan Kawasan Aerocity yang terintegrasi dengan Bandarudara untuk mengembangkan perekonomian di sekitarnya,”tuturnya.

Selain akses lewat jalan raya, lanjut Iwa, Pemprov Jabar sendiri sudah memetakan adanya akses kereta ke bandara. Mulai dari Cirebon ke Kadipaten yang merupakan reaktivasi jalur lama hingga pembuatan jalur baru.

“Kalau dari Tanjungsari ke bandara itu jalur baru, juga dari Arjawinangun. Dari Cirebon sebetulnya sudah ada jalur lama yang menuju Kadipaten, jadi nanti tinggal melanjutkan dari Arjawinangun ke bandara,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengatakan selain pengembangan infrastruktur penunjang di Kertajati, percepatan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu pun mutlak harus dilakukan.

“Saya sangat berharap Tol Cisumdawu cepat selesai,” katanya.

Ineu mengatakan, pembangunan Jalan Tol Cisumdawu ini menjadi prioritas. Selain untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Jatinangor dan Tanjungsari, Sumedang, jalan tol ini pun menjadi salah satu akses utama menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di Kabupaten Majalengka.

“Ini kan menghubungkan Bandung dengan BIJB,” ujarnya.

[bon]

loading...

About aditya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dua Tempat Hiburan di Kota Bandung Ini Disegel Satpol PP

BANDUNG – Jelang Ramadan, dua ...