Home » JAWA BARAT » DEPOK » Kacau…..Dana BOS di Kota Depok Belum Cair

Kacau…..Dana BOS di Kota Depok Belum Cair

DEPOK – Kacau, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang SMAN, periode Januari- Maret belum juga turun. Padahal, saat ini sudah memasuki triwulan kedua April-Juni.

Tak ayal, sekolah terpaksa menggulirkan iuran sekolah kepada siswa berdasarkan kesepakatan orangtua siswa. Kepala SMAN 8 Depok Nurlaely mengaku, menyesalkan dengan dana BOS yang belum turun hingga saat ini.

Beruntung, dia telah berkoordinasi dengan orang tua siswa terkait operasional sekolah, yang harus berjalan sedangkan dana BOS belum turun.

“Memang buat kami berat banget. Operasional dibantu oleh orang tua, alhamdulillah ada orang tua yang mengerti. Tapi ada saja yang keukeuh minta gratis,” kata Nurlaely kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (07/05/2017).

Pihak sekolah, sambungnya sudah mengadakan rapat dengan orang tua siswa terkait dana BOS yang tak kunjung turun. Sehingga disepakati, persiswa dikenakan biaya sebesar Rp200 ribu perbulan.

“Kemarin kami sudah rapat dengan orang tua siswa dan setuju untuk membayar, karena mereka juga sudah tahu kondisinya seperti apa. Dalam Undang-undang juga jenjang SMA boleh memungut bayaran,” tambahnya.

Menutupi operasional sekolah yang harus terus berjalan, Nurlaely mengaku harus memutar otak untuk menyiasati uang sekolah. Kegiatan di dalam sekolah perlu dihemat. Sedangkan kegiatan luar sekolah, dipilih mana yang lebih penting dan mendesak.

“Saya harus mengupayakan operasional sekolah tetap berjalan, kegiatan pun harus berjalan kalau tidak kasian anak-anak. Kegiatan internal biasanya pakai tenda, saat ini tidak pakai tenda. Kegiatan di luar pilih yang mendesak dan penting. Pinter-pinter pangkas pengeluaran,” katanya.

Dia berharap, dana BOS akan cepat turun. Sehingga operasional sekolah dapat berjalan dengan lancar. “Semoga bulan ini bisa turun, harusnya sudah masuk periode yang kedua,” ujar Nurlaely.

Senada, Kepala SMAN 13 Depok, Mamad Mahpudin pun mengungkapkan hal yang sama. Dia merasa bukan hanya dia yang susah, tapi rata-rata SMA negeri di Depok pun begitu. Bahkan di Bogor juga belum menerima dana BOS.

Mamad mendapatkan informasi, minggu ini tepatnya Selasa dana BOS dari provinsi akan turun. Kemungkinan dana BOS yang turun hanya periode Januari-Maret. “Kalau gak salah selasa tanggal dapet info dari dapodik. Kemungkinan hanya dana bos dari Januari-Maret,” ujar Mamad.

Selama lima bulan tanpa dana BOS, sekolah yang beralamat di Jalan Pedurenan, Kecamatan Cimanggis ini menggunakan dana dari 10 persen awal yang diberikan oleh pusat. Dan tabungan siswa untuk mengendalikan operasional sekolah.

“Kami ada rekanan, tabungan anak. Dan ada dana awal yang diberikan provinsi sebesar 10 persen. Sebelumnya juga rapat dengan orang tua siswa, dan disepakati persiswa membayar Rp 150.000 dimulai Mei. Karena bersifat sukarela atau tidak wajib jadi susah, dari total 800 siswa yang baru membayar sekitar 15 siswa,” katanya.

Selain itu, sekolah ini juga menunda pembayaran seperti pemeliharaan gedung. Bahkan, terpaksa meminjam dari material untuk merapihkan keramik kelas. Mamad berharap dana BOS dapat turun tepat pada waktunya. “Harapannya dana BOS bisa tepat waktu, biar operasional sekolahnya juga tidak tertunda.” ujarnya.

(radar depok/ina)

loading...

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jelang Bulan Suci Ramadan Polisi Depok Obok-obok Rumah Bernyanyi

DEPOK – Menghadapai bulan suci ...