Home » JAWA BARAT » DEPOK » Karangan Bunga Nyasar ke Polresta Depok
BERI DUKUNGAN: Muncul karangan bunga yang berisi dukungan kepada TNI-Polri dalam menjaga NKRI di Mapolresta Depok, kamis (04/05/2017).

Karangan Bunga Nyasar ke Polresta Depok

DEPOK – Sejumlah karangan bunga tanpa diketahui pemiliknya, muncul di pelataran Mapolresta Depok, Kamis (4/5). Tidak hanya itu, sebuah pesan berantai juga beredar ke publik terkait karangan bunga yang ramai di Mabes Polri.

Kabarnya, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Chryshnanda Dwilaksana menjadi inisiator pengiriman karangan bunga. Dari Polri untuk Polri. Dalam pesan berantai itu, Chryshnanda mengajak jajaran Polri mengirim papan karangan bunga untuk menaikkan muruah atau kehormatan Korps Bhayangkara, sekaligus mendukung Basuki Tjahaja Purnama sebelum vonis.

Menanggapi itu, Chryshnanda membantah keras pesan berantai itu berasal darinya. Dia pun mengaku sudah membaca pesan tersebut. “Itu hoaks. Terlihat dari gaya penulisan, nama, dan pangkat,” kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (4/5).

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengaku, tidak ada skenario apa pun dalam fenomena serangan papan karangan bunga di Mabes Polri. Jika dikaitkan dengan pesan berantai yang beredar, menurut dia, tentunya itu tidak secara mutlak menjamin anggota mengirim papan karangan bunga.

“Bisa juga orang tidak mengirim. Tapi faktanya masyarakat masih mempunyai nasionalisme, masih menginginkan NKRI. Suatu bentuk menyuarakan dengan mengirim bunga,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Terlepas dari polemik itu, Setyo menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mengirim papan karangan bunga ke Mabes Polri. Menurutnya, sudah ada lebih dari seribu papan karangan bunga yang berdiri di lingkungan Mabes Polri.

Di samping itu, Setyo juga sudah menyampaikan kepada jajarannya untuk memilah dan memilih papan karangan bunga yang boleh berdiri. Jika papan karangan bunga itu mengandung unsur kebencian, lanjutnya, maka patut untuk dibuang.

“Rekan-rekan yang bertugas akan melihat mana kata-kata yang keluar dari jalur akan kami sisihkan,” kata Setyo.
Sementara itu, fenomena karangan bunga yang dikirim masyarakat ke pejabat negara bahkan penegak hukum dianggap bentuk keanekaragaman penyampaian aspirasi. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai, hal itu harus dihargai dan dihormati semua pihak.

Namun, fenomena yang bisa disebut ‘say with flowers’ atau katakan dengan bunga itu diharapkan muncul secara murni dan bersifat untuk mendamaikan. “Tapi jangan sampai ini menimbulkan overdosis. Kalau overdosis nanti masyarakat juga akan menjadi antiklimaks.

Silakan saja yang natural, itu bagus-bagus saja,” ujar Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/5).

Lantas bagaimana dengan karangan bunga yang dikirim ke pimpinan DPR dalam rangka menyindir disetujuinya hak angket terhadap KPK? “Ya artinya overdosis atau tidak, tinggal bagaimana konteksnya, masyarakatnya kan bisa lebih menilai,” ucap Taufik.

Sementara politikus PAN itu mengatakan, karangan bunga yang dikirimkan kepada aparat keamanan bisa menjadi perhatian. Mereka katanya harus menangkap maksud atau aspirasi dari masyarakat yang umumnya mengucapkan terima kasih karena telah menjaga NKRI, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika.

Artinya masyarakat menginginkan adanya kedamaian. “Jadi tidak ada rakyat manapun di negara kita yang ingin sesuatunya rusuh maupun anarkis. Kita harapkan TNI dan aparat mampu menjaga itu dengan baik,” pungkas Taufik.

(mg4/jpnn/dna/JPG)

loading...

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kapal Besar Pengangkut Sabu 1 Ton Diamankan, Lima Tersangka Dibekuk Petugas

DEPOK – Usai melaksanakan pengungkapan ...