Home » NUSANTARA » Bupati yang Digerebek Sedang Mesum dengan Istri Polisi Resmi Dicopot
Dari Kiri: Wakil Bupati Katingan Sakariyas, Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir L Nussa dan Wakil Ketua II H Alfujiansyah, saat penandatanganan berita acara Paripurna Istimewa, kemarin (10/4). (Jeri/Kalteng Pos)

Bupati yang Digerebek Sedang Mesum dengan Istri Polisi Resmi Dicopot

Bupati Katingan Ahmad Yantenglie akhirnya resmi dicopot. DPRD Kabupaten Katingan meyatakan bahwa Yantenglie telah melakukan perbuatan tercela, melanggar etika dan perundang-undangan.

Skandal bupati dengan ASN di RSUD Mas Amsyar Kasongan yang juga istri anggota Polri itu, berujung pada pencopotan jabatan sang kepala daerah. Berdasarkan keluarnya keputusan Mahkamah Agung (MA) RI yang mengabulkan permohonan DPRD. Yantenglie dimakzulkan atau dilengserkan dari kursi jabatannya sebagai kepala daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Katingan Ignatius Mantir L Nussa menjelaskan, rapat paripurna istimewa tak ubahnya sekadar memenuhi ketentuan saja. Nasib bupati di tangan gubernur dan Mendagri. Karena, secara DPRD menyurati Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, mengusulkan kepada Mendagri berdasarkan keputusan MA yang telah mengabulkan keputusan DPRD tersebut.

“Untuk surat saya lihat kesiapannya dulu. Kalau tidak sore ini (kemarin, red), besok (hari ini) kita serahkan ke gubernur. Lalu dari gubernur akan diserahkan lagi ke Mendagri dan kita kemungkinan akan mendampingi,” jelas Mantir kepada sejumlah wartawan usai memimpin rapat paripurna istimewa, Senin (10/4).

Disinggung nanti Mendagri akan mengeluarkan SK pemberhentian bupati Katingan atau tidak, politisi PDI Perjuangan ini meyakini Mendagri akan mengeluarkan keputusan Ahmad Yantenglie dari jabatannya sebagai kepala daerah. “Berdasarkan undang-undang itu wajib dan tidak ada ampunnya lagi,” tegasnya.

Rapat paripurna istimewa penyampaian hasil keputusan MA nomor 02 P / KHS/ 2017, dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Katingan Ignatius Mantir L Nussa, dihadiri Wakil Bupati Katingan Sakariyas. Keputusan MA dibacakan secara bergantian oleh beberapa orang anggota DPRD. Rapat dihadiri 18 orang anggota DPRD termasuk unsur pimpinan, juga dihadiri tokoh masyarakat, Kapolres Katingan AKBP Ivan Adityas Nugraha SIK, serta perwakilan dari masing-masing OPD dan pihak terkait lainya.

Pantauan di sekitar ruang rapat, selama proses paripurna berlangsung sekitar pukul 10.00 wib sampai sekitar pukul 11 lewat itu, memang berlangsung dengan lancar dan tertib. Namun, di luar Kantor DPRD  diwarnai aksi sekelompok massa pro Yantenglie yang berjumlah sekitar kurang lebih 60 orang.

Kedatangan massa menggelar aksi tanpa izin Polisi itu, langsung dikawal petugas kepolisian yang memang siaga sejak awal. Dua pagar pintu ke luar dan pintu masuk, langsung ditutup petugas. Seluruh massa tidak diperbolehkan masuk menemui anggota DPRD Kabupaten Katingan. Massa meminta supaya Bupati Katingan Ahmad Yantenglie tidak diberhentikan dan harus menyelesaikan sisa masa baktinya hingga 2018 mendatang.

Selama melakukan aksi, sejumlah anggota DPRD tidak bersedia menemui massa. Dengan alasan aksi itu tidak mengantongi izin Polisi. Hal ini sempat membuat geram massa. Bahkan sejumlah mobil yang ke luar dari Kantor DPRD Kabupaten Katingan sempat diperiksa satu persatu. Tidak cuma itu, massa juga sempat melontarkan ancaman dan tidak memperbolehkan satupun anggota DPRD ke luar dari gedung itu.

Farida Yeni dan Ahmad Yatenglie

Bahkan, seorang ibu-ibu dengan membawa bendera merah putih sempat nekat menerobos masuk ke dalam. Namun, aksinya langsung dicegat petugas dan disuruh ke luar lagi. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya seorang perwakilan dipersilahkan masuk dan menyerahkan tuntutannya ke DPRD. Tak lama kemudian, massa membubarkan diri dengan sendirinya.

Kapolres Katingan AKBP Ivan Adityas Nugraha dengan tegas mengatakan, aksi massa saat itu sifatnya ilegal dan tidak mengantongi izin dari pihaknya. Bahkan, pemberitahuan pun tidak ada disampaikan kepada Polres Katingan.

Melihat itu, pihaknya tidak bisa memfasilitasi para pengunjuk rasa yang menggelar aksi. Itu tak lepas dalam sebuah aksi seharusnya ada penanggung jawab atau koordinatornya. “Inikan tidak ada disampaikan ke kita. Saya tegaskan, apabila dalam aksi ini ada melakukan tindakan anarkis, merusak fasilitas umum dan lainnya, kita akan tidak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kita juga tidak akan memperbolehkan mereka masuk ke dalam,” tegasnya.

Meski begitu, Ivan menyampaikan kondisi saat ini di Kabupaten Katingan masih kondusif dan terkendali. Sejumlah personel kepolisian terus memantau situasi ini dan kegiatan patroli mereka juga terus tingkatkan di sejumlah titik. “Lalu untuk hari ini (kemarin, red)  jumlah personel yang kita terjunkan sekitar 150 orang,” pungkasnya. (eri/abe/fab/JPG)

loading...

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Siswi SD Tewas Ditemukan Dalam Karung di Bawah Ranjang Tetangga

Ditemukannnya NF, 8, bocah SD ...