Home » JAWA BARAT » BOGOR » Ritual Seks di Gunung Kapur , Sperma Dijadikan Jimat Cari Kekayaan
Ritual seks di Gunung Kapur

Ritual Seks di Gunung Kapur , Sperma Dijadikan Jimat Cari Kekayaan

BOGOR – Tak jarang praktik di luar nalar dilakukan untuk mencari kekayaan. Termasuk pesugihan lewat semedi sampai ritual seks. Seperti yang terungkap di Gunung Kapur, Kabupaten Bogor pasca terkuaknya kasus pembunuhan Nenek Sumarminah (65) di Gunung Kapur, Kampung Bulak, RT 01/10, Desa Leuweungkolot, Kecamatan Cibungbulang, Bogor, baru-baru ini.

Di balik tewasnya Sumarminah, warga Bukit Cengkeh, Sukmajaya Depok, tersimpan fakta baru. Gunung Kapur yang terkenal sebagai lokasi wisata pendakian itu pun tak lepas dari hal-hal klenik. Lokasinya yang berupa perbukitan kerap dijadikan tempat mencari pesugihan. Termasuk melakukan ritual seks untuk menarik rezeki.

Seperti yang dilakukan Solehudin (32) alias Joko bersama Sumarminah (65) di Gunung Kapur, Kabupaten Bogor. Keduanya melakukan hubungan badan layaknya suami istri meski tak berstatus menikah. Ritual seks di Gunung Kapur itu diyakini bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Informasi yang dihimpun, sperma yang dikeluarkan dipercaya bisa menjadi jimat bagi orang yang melakukan hubungan badan untuk melancarkan rezeki. Ini terungkap berdasarkan pengakuan Joko pada polisi setelah dirinya ketahuan membunuh teman tidurnya di Gunung Kapur.

“Kalau itu (air mani, red) disimpan, bisa buat penangkal. Jadi yang meminjami uang, nggak jadi nagih. Sama untuk ngelancarin rezeki,” ungkap Joko, seperti dilansir metropolitan.id (grup pojoksatu.id), Rabu (11/1/2017).

Apa yang dilakukan Joko merupakan satu dari sekian banyak praktik ritual seks yang kerap terjadi di gunung itu. Selain jadi tempat wisata, warga asli di sana pun tak asing jika ada pendatang yang sengaja mendatangi Gunung Kapur untuk semedi.

“Itu sih emang banyak. Kan di sana ada gua-guanya. Biasanya mereka semedi di sana,” kata Endi (54), warga setempat.

Bahkan, ada warga yang sengaja mengantarkan mereka sambil membawakan sesajen. “Warga sini juga yang suka bawain ke atas. Habis itu sudah, tinggal pulang,” kata dia.

Sekadar diketahui, ritual seks di Gunung Kapur terungkap dari pengakuan Joko pada polisi. Ini terkait pembunuhan berencana yang dilakukan terhadap teman tidurnya, Sumarminah di Gunung Kapur pekan lalu.

Dari hasil rekonstruksi yang dilakukan, terdapat 13 adegan yang diperagakan. Sebelum dibunuh, pelaku sempat mengobrol selama sejam sampai akhirnya terjadi hubungan intim, lalu tersangka gelap mata langsung menghabisi korban hingga meninggal.

“Pikiran saya sedang kalut karena utang korban Rp200 juta belum dibayar. Sedangkan rentenir sudah menagih dan klimaksnya saya habisi usai berhubungan intim dengan memukul kepala korban menggunakan kayu,” ungkap Joko.

Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus membenarkan bahwa Gunung Kapur kerap dijadikan tempat ritual. Ini sesuai pengakuan pelaku yang selama ini sudah berulang kali mengajak korbannya ke Gunung Kapur untuk ritual.

“Jika bersetubuh di lokasi hutan lebat, konon dapat menurunkan rezeki,” terang Firdaus.

Sebelumnya Sumarminah ditemukan meninggal dunia dalam keadaan membusuk dan tak mengenakan pakaian. Pada bagian bawahnya tertimbun di semak-semak bukit terjal di daerah Bogor dalam keadaan wajah ditutup menggunakan karung. Korban pun sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Selain itu, pelaku sudah mengenal dengan korban cukup lama.

(feb/sin/run/metropolitan/pojoksatu)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Angkot dan Ojek Online di Bogor Akhirnya Damai, Ini Kesepakatannya

BOGOR – Pasca bentrokan yang ...