Home » NUSANTARA » Istri Bupati Selingkuh Ternyata Wakil Ketua DPRD, Lebih Cantik………….
Istri Bupati Katingan Endang Susilawatie (Facebook)

Istri Bupati Selingkuh Ternyata Wakil Ketua DPRD, Lebih Cantik………….

KATINGAN – Perselingkuhan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dengan istri polisi, Farida Yeni disesalkan banyak pihak. Sebab, Ahmad Yantenglie yang merupakan orang nomor satu di Kabupaten Katingan seharusnya menjadi contoh dan panutan yang baik.

Terlebih, Yantenglie berasal dari keluarga terpandang. Istri Yantenglie, Endang Susilawatie, ternyata seorang politisi. Saat ini, dia masih menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Katingan.

Selain itu, istri sah bupati Katingan itu disebut-sebut lebih cantik dari selingkuhan sang bupati, yakni Farida Yeni. Postur tubuh Endang Susilawatie cukup proporsional. Kulitnya putih, wajahnya cantik, dan kesehariannya mengenakan hijab.

“Istrinya lebih cantik. Org terpandang pula. Apa sih yang dicari bupati ini. Selingkuhnya sama istri orang, memalukaaaaan,” tulis seorang pengguna facebook.

“Itulah ciri2 org yg tdk bersyukur atas apa yg telah Allah berikan, walaupun istri sudah cantik dan soleha, kalau tipenya suka slingkuh ya gitu deh, tdk pernah puas,” tambah yang lain.

Kasus perselingkuhan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie telah menjadi berita heboh sejak Kamis (5/1) kemarin. Akibat kasus tersebut, Yantenglie terancam tiga sanksi sekaligus, yakni hukuman pidana, sanksi adat, dan terancam kehilangan jabatannya sebagai Bupati Katingan.

Ketua DPRD Katingan, Ignatius Mantir L Nussa mengaku sangat kecewa dengan ulah Bupati Katingan. Sebagai seorang Bupati, terang Ignatius Mantir, sudah sepantasnya menjadi teladan baik di mata masyarakat, bukannya malah menjadi seseorang yang tidak patut dicontoh.

“Sebagai anggota dewan dan bagian dari masyarakat Katingan, Saya sungguh kecewa dan sangat prihatin atas peristiwa ini. Hal ini tidak seharusnya dilakukan, apalagi oleh seorang kepala daerah,” tutur Ignatius Mantir, seperti dilansir kalteng.procal., Jumat (6/1).

Baginya, seorang pimpinan daerah adalah representatif dari masyarakat yang dipimpinnya, sehingga tidak diperkenankan untuk melakukan perbuatan yang tidak senonoh.

Apalagi, sampai melakukan tindakan aib yang dilakukan di daerah yang dipimpinnya. Kekhawatiran Mantir sangat beralasan, lantaran yang melakukan perbuatan tercela adalah seorang  Bupati.

Dikatakannya, untuk mencegah dampak negatif dari peristiwa ini serta membuat roda pemerintahan berjalan semestinya, pihaknya akan segera menggelar rapat internal.

Meskipun pihaknya belum mengetahui secara pasti tentang status dari Bupati, namun dikatakannya pihaknya akan siap dengan segala keputusan.

“Besok (hari ini, Red), kami akan rapat internal membahas hal ini. Sekaligus mendengar aspirasi masyarakat dan membahas solusi terbaik bagi Pemkab Katingan. Kasus ini seperti dialami mantan Bupati Garut, Aceng Fikri. Hanya masalahnya beda. Mengenai status, yang pasti akan meminta Kemendagri untuk melakukan pemberhentian sementara (pemakzulan) dan diproses hukum berlaku,” pungkas Ignatius Mantir.

(ami/c2/nto/one/pojoksatu)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tega Anak 12 Tahun Diperkosa Belasan Orang di Angkot

Kasus yang menimpa Cinderela memang ...