Home » JAWA BARAT » CIANJUR » Samsat Cianjur Diserbu Ratusan Orang
MEMBLUDAK: Kantor Samsat Cianjur dipenuhi masyarakat Cianjur dari belahan daerah untuk mengurus dokumen surat berkendara.

Samsat Cianjur Diserbu Ratusan Orang

CIANJUR – Pemerintah menerapkan tarif baru pengurusan surat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat, sejak Selasa (3/1/2016) lalu. Kenaikan biaya bahkan ada yang mencapai seratus persen alias dua kali lipat. Penyesuaian tarif baru itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 60 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Peraturan tersebut sebagai pengganti PP nomor 50 tahun 2010 tentang Jenis Tarif atas PNBP. Regulasi tersebut mengatur tarif baru pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia secara nasional.

Dalam peraturan baru itu, terdapat penambahan tarif pengurusan, antara lain pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan dan surat izin serta STNK lintas batas negara. Besarnya kenaikan tarif tersebut tidak sama. Misal, penerbitan STNK roda dua maupun roda tiga. Di peraturan lama, biaya yang dikenakan hanya Rp50 ribu, sementara di peraturan baru menjadi Rp 100 ribu. Untuk roda empat, yang semula Rp75 ribu menjadi Rp200 ribu.

Kenaikan tarif pajak yang lebih tinggi terjadi pada penerbitan BPKB baru dan ganti kepemilikan (mutasi). Untuk kendaraan roda dua dan tiga yang sebelumnya dikenai biaya Rp80 ribu, dalam peraturan baru biayanya menjadi Rp225 ribu. Roda empat yang sebelumnya Rp100 ribu kini dikenai biaya Rp375.000.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakarsa menjelaskan, pemberlakukan tarif baru tersebut ditetapkan serempak, secara nasional dan berlaku sejak 6 Januari 2017. Erik mengaku, siap menjalankan kebijakan tersebut, seperti yang sudah diintruksikan oleh Mabes Polri. Bahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait kebijakan tarif baru tersebut sejak tiga pekan ke belakang.

“Sudah kita sosialisasikan dari tiga minggu sebelumnya melalui berbagai media, baik media cetak, radio, maupun elektronik. Kami juga memasang spanduk di beberapa titik agar masyarakat, khususnya pemilik kendaraan mengetahui tentang kebijakan tarif baru yang ditetapkan oleh pemerintah ini,” terang Erik, Kamis (5/1/2017).

Sontak, sejumlah pemilik kendaraan yang mengatahui hal tersebut langsung menyerbu Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Cianjur di Jalan Dr Muwardi (Bypass) Kecamatan Cianjur. Beberapa sudah berkumpul sejak pagi, saat kantor Samsat belum membuka pelayanan. Saat disambangi kembali sekitar pukul 16.00 WIB, jumlah pengunjung nampak masih belum berkurang.

Salah seorang warga asal Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, Yadi Kusmayadi (35) mengaku, sudah mengantre sejak pukul 10.00 WIB, kemarin. Yadi yang saat itu hendak mengurus STNK mendapat nomor urut antrean 623. Ia rela mengantre berlama-lama sebelum ia harus membayar dengan tarif baru yang menurutnya sangat mencekik dan menguras isi dompet.

“Lumayan lama juga. Saya antre dari jam 10.00 WIB. Barusan sudah selesai pendaftaran, tinggal beres-beres. Katanya sih antrean sudah hampir ke angka 800-an,” beber Yadi.

(radar cianjur/lan)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Trantib Cianjur Sidak Tenaga Kerja Asing Ilegal, Hasilnya?

CIANJUR – Satuan Trantib Kecamatan ...