KESEHATAN

Mengendalikan Pola Makan Setelah Lebaran

leh : Putri Prehatini Pamungkas,S.Gz Ahli Gizi RS Betha Medika

Hari raya Idul Fitri atau lebaran merupakan hari kemenangan setelah kita menjalani ibadah puasa kurang lebih selama satu bulan. Idul Fitri adalah salah satu momen dimana kita dapat berkumpul dengan keluarga besar.

Biasanya, setiap keluarga menyajikan menu makanan yang khas saat lebaran, seperti ketupat, opor ayam, rendang daging, sambel goreng, dan masakan lezat lainnya. Masakan khas lebaran ini biasanya tinggi akan kandungan lemak dan gula. Bagi yang sedang menjaga atau mempertahankan berat badan atau dalam kondisi penyakit khusus dirasa perlu memperhatikan asupan yang kita makan pada hari raya dan setelahnya.

Banyaknya persediaan makanan pada saat hari raya bisa membuat kita berkeinginan untuk mengonsumsi makanan dengan porsi lebih banyak dari biasanya. Memang agak sulit dalam menahan diri untuk tidak banyak makan saat hari lebaran, hidangan khas yang menggugah selera seperti kue kering, masakan bersantan, minuman manis dan bersoda, dan camilan lainnya.

Serta akan lebih menyenangkan bila mengonsumsinya bersama-sama dengan keluarga. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan bila kita tidak bisa mengontrol asupan makan saat lebaran, begitupun setelah lebaran. Prinsip gizi seimbang adalah kunci untuk mengendalikan pola makan saat setelah hari raya.

Dengan menerapkan prinsip gizi seimbang dalam pola makan setelah hari raya, berat badan akan terkendali serta menghindarkan kita dari segala penyakit akibat pola makan yang tidak terkontrol. Disamping menerapkan prinsip gizi seimbang, ada beberapa langkah lainnya:

1. Ritme pola makan yang baik akan menghasilkan efek baik bagi kesehatan. Pola makan meliputi frekuensi, jumlah porsi, dan jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Semakin baik dan konsisten, semakin baik pula efek yang dirasakan tubuh kita. Biasakan makan 3 kali dalam satu hari, dengan jumlah porsi yang sesuai dengan kebutuhan, dan jenis makanan yang dianjurkan.

2. Ikutilah “sinyal kenyang” tubuh kita. Tubuh kita memiliki respon terhadap rasa kenyang bila kita mengonsumsi makanan hingga perut kita penuh. Sinyal kenyang ini akan terganggu bila kita memakan makanan sambil melakukan hal lain akibatnya kita cenderung akan makan berlebihan. Cobalah makan dengan perlahan dan tanpa gangguan atau tanpa melakukan hal lain selain makan, hal tersebut akan membantu kita mengenali rasa kenyang lebih baik, sehingga kalori yang kita makan tidak berlebihan.

3. Kurangi asupan lemak. Karena hidangan makanan pada saat hari raya biasanya tinggi lemak, maka di hari-hari berikutnya kita perlu menyeimbangkan asupan lemak pula. Cara yang paling mudah adalah dengan menghindari makanan yang menggunakan banyak minyak seperti gorengan, makanan bersantan, jerohan, dan lemak hewan seperti kulit ayam dan lemak daging. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dapat mengakibatkan kenaikan kadar lemak darah seperti tingginya kadar kolesterol dalam darah. Yang bila tidak dikendalikan dengan baik, bisa mengakibatkan penyakit seperti penyakit jantung coroner dan stroke.

4. Ingatlah bahwa membatasi gula juga sangat diperlukan. Aneka ragam makanan dan minuman yang tersedia saat lebaran cenderung mengandung tinggi gula. Waspadalah dalam mengonsumsi camilan tinggi gula saat lebaran, demikian juga minuman dan soft drink yang relatif tinggi kalori dan karbohidratnya tergolong sederhana. Karbohidrat sederhana dapat dengan cepat menaikan kadar gula darah dalam tubuh. Maka dari itu konsumsi manis-manis sebaiknya tidak berlebihan.

5. Sebaiknya tambahkan porsi buah dan sayur pada setiap porsi makan kita. Saat lebaran, kita cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak dibandingkan tinggi serat. Salah satu sumber serat yang dapat dengan mudah kita dapatkan yaitu dari buah-buahan dan sayuran. Manfaat serat bagi tubuh kita yaitu bisa mengendalikan berat badan, membantu menurunkan kadar gula darah, dan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Konsumsilah berbagai jenis buah dan sayur, variasikan penyajiannya agar tidak mudah bosan. Misalnya dalam bentuk jus atau salad.

6. Tidur cukup, kendalikan stress, dan tetap berolah raga. Kekurangan tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Sehingga sangat penting untuk mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Setelah lebaran, disaat libur masih panjang terkadang membuat kita ingin menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan di rumah atau ditempat-tempat wisata sambil mencicipi banyak camilan makanan sehingga lupa untuk olah raga.

Untuk itu sempatkan berolah raga atau aktifitas fisik yang dapat membakar kalori. Mulailah dengan olah raga ringan tetapi rutin dan mudah dilakukan. Selain untuk mengimbangi kalori yang masuk dalam tubuh, olah raga juga membantu kita mencegah stress.

Nah itu dia beberapa langkah dalam mengendalikan pola makan setelah hari raya. Dengan niat yang kuat dan tekad dalam menjalani hidup sehat, semuanya akan terasa mudah dan menyenangkan untuk dijalankan. Semoga bermanfaat, salam selalu sehat!

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian, Salam semakin sehat untuk kita semua dari kami, Keluarga besar rumah sakit betha medika.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close