Home » HUKUM » Brandal Motor Langgar Kesepakatan, 59 Anggota Diringkus
DIGIRING: Anggota Geng atau berandalan motor Moonraker dan Briges saat diamakan di Maka Polres Sukabumi Kota, senin (19/6/17).

Brandal Motor Langgar Kesepakatan, 59 Anggota Diringkus

SUKABUMI – Jajaran Polres Sukabumi Kota membekuk 59 orang kawanan yang diduga kuat geng motor (berandalan motor) yang mengatasnamakan Moonraker dan Briges, Sabtu (17/6) malam sekitar pukul 24.00 WIB. Dua club motor itu kerap meresahkan masyarakat Kota Sukabumi. Terlebih organisasi itu sudah dibubarkan beberapa kali.

Ke-59 orang berandalan motor itu terdiri dari 42 orang yang diduga anggota dari kelompok Moonraker. Meereka diamankan di Jalan Bhayangkara Depan Ruko SMAK Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.

17 orang lainnya diduga dari anggota Briges yang diamankan di Jalan Pelabuan II Depan Ruko Bank BJB Kelurahan/Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi dalam waktu yang hampir bersamaan.

Saat diamankan polisi, anggota club itu tak melakukan perlawanan. Mereka langsung digiring ke Mako Polres Sukabumi Kota di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Sukabumi untuk dilakukan pendataan serta pemeriksaan.

Di antara tangan anggota geng motor itu, polisi menemukan senjata tajam (sajam), minuman keras, beberapa lembar formilir pendaftaran menjadi anggota geng motor serta obat-obatan dan 33 unit kendaraan roda dua yang berhasil diamankan.

“Penertiban ini, kita lakukan untuk cipta kondisi menjelang idul fitri 1438 Hijriah. Apalagi, keberadaan berandalan ini sudah cukup meresahkan masayarakat,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rustam Mansur kepada Radar Sukabumi.

Menurut Rustam, dalam penertiban kedua berandalan motor yang beranggotakan masih anak-anak di bawah umur itu, membuat dirinya naik pitam.

Pasalnya, dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh jajarnya itu banyak dari anggota berandalan motor itu membawa sajam untuk melukai orang yang tidak sepaham dengan dirinya.

“Kalau yang tidak membawa sajam, mereka akan didata dan diberikan pembinaan dan dilaporkan kepada orang tuanya. Bagi yang kedapatan membawa sajam, itu dapat terancam undang undang darurat dengan ancaman 10 tahun penjara,” ancamnya.

Rustam mengaku, dirinya tidak habis pikir masih adanya para remaja yang bergabung kepada berandalan motor yang kerap meresahkan tersebut. Pasalnya, berandal motor seperti Moonraker, Briges, XTC serta GBR beberapa bulan yang lalu sudah dibubarkan polisi.

Namun, saat ini mereka kembali membuat kegiatan serta melakukan rekrutmen anggota dan melanggar kesepakatan yang telah dibuat.

“Tidak ada pilihan lain, tindakan tegas untuk meminimalisir terjadinya tindak pidana maupun pelanggaran kita akan tindak mereka sesuai dengan hukum yang berlaku. Ini untuk efek jera dan dilarang untuk membuat keresahan,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi adanya remaja yang kembali bergabung dengan berandalan motor, lanjut Rustam, dirinya berharap ada keterlibatan yang aktif dari para orang tua untuk mengawasi anak-anaknnya.

Dirinya tidak akan segan-segan kepada siappun yang telah membuat tindak pidana dalam bentuk apapun.

“Ini harus diselesaikan secara bersama-sama, melalui pembinaan sosialisasi serta tentang hal-hal yang perlu diberikan kepada para remaja saat ini.

Bantu juga kita, untuk menertibkannya, laporkan setiap aktivitas anak motor yang mencurigakan dan meresahakan. Kita akan langung tertibakan itu sebelum meresahkan masyarakat,” ujarnya. (Cr5)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kepala SDN SKIP Didesak, Cairkan Uang Tabungan Siswa

SUKABUMI-Uang tabungan pelajar SDN SKIP Kota Sukabumi yang diperkirakan jumlahnya ratusan juta, lenyap. Lantaran seharusnya, ...