Home » SOSOK » 28 Tahun Jadi PNS, Masih Belum Maskimal
MENUMPUK : Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi, Andang Koswara di sela-sela kesibukan menyelesaikan tugas di ruang kerjanya, Jumat (28/4/2017) FT:SUBHAN/RADARSUKABUMI

28 Tahun Jadi PNS, Masih Belum Maskimal

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sudah menjadi cita-cita Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Andang Koswara sejak kecil. Tak ayal, dilahirkan di keluarga PNS, Andang yang saat itu baru lulus sarjana di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Jurusan Publisistik Kehumasan langsung mendaftarkan diri menjadi pegawai di salah satu instansi pemerintah yakni Departemen Penerangan dan ditempatkan di Jambi. Hingga tujuh tahun atau hingga dibubarkan departemen tersebut, pria ini langsung hijrah ke Sukabumi dengan masuk di Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang sekarang beralih menjadi DLH sampai sekarang. Berikut petikan wawancara wartawan Radar Sukabumi Subhan bersama Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi, Andang Koswara.

1. Apa alasan Anda memilih mengabdikan diri menjadi PNS?

Yang jelas, banyak. Namun jika memandang pekerjaan tentunya memiliki esensi penting. Salah satunya ketika jadi PNS tentunya berkaitan dengan pengabdian yang menurut saya sejauh ini belum maksimal dari sisi pekerjaan. Terlebih, jika melihat janji setia selalu di sumpah sudah barang tentu tugas kita kepada masyarakat harus dipertanggungjawabkan dan harus dimaksimalkan. Meski pada kenyataannya belum maksimal.

2. Apa suka duka menjadi PNS?

Menjadi abdi negara tentu harus mengikuti aturan yang berlaku. Salah satunya harus siap ditempatkan dimanapun ketika diperlukan. Salah satunya saya pernah ditempatkan di Jambi Sumatera selama 7 tahun, baru sekitar tahun 2000 pindah ke Sukabumi. Setelah itu langsung ke Sukabumi, hingga sekarang.

3. Jika melihat tugas dan posisi sekarang, tentunya Anda sudah paham terkait isu sensitif soal lingkungan terutama menyangkut izin lingkungan bagi perusahaan di Kabupaten Sukabumi?

Sebetulnya dari tahun ketahun sudah mulai ada tren peningkatan ke arah yang lebih baik. Terutama menyangkut pengurusan izin lingkungan hidup bagi perusahaan. Baik menyangkut soal Amdal, UKL maupun UPL. Di samping i’tikad baik untuk terus melaporkan setiap bulannya sudah mulai ada peningkatan. Mudah-mudahan ini menjadi awal memupuk kesadaran kedepannya.

4. Apakah sudah terjamin lingkungan di Kabupaten Sukabumi?

Sebetulnya kita selalu terbuka untuk menerima laporan dari masyarakat. Terlebih untuk perbaikan lingkungan di Kabupaten Sukabumi. Bahkan, dengan begitu kita bisa terbantu jika masyarakat banyak yang mengadukan. Bayangkan, perangkat kita hanya 30 orang itu harus memantau seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Jika tidak dibantu, sulit tentunya untuk perbaikan kedepannya. Makanya kita selalu terbuka, kepada semua masyarakat yang ingin melaporkan soal isu lingkungan.

5. Jika masyarakat ingin melakukan aduan soal lingkungan bagaimana caranya?
Masalah pengaduan itu ada SOP, setiap pengaduan wajib ditindaklanjuti. Bahkan, wajib hukumnya untuk ditindaklanjut. Hanya saja, nanti setelah di cek kelapangan seringkali ada dua kemungkinan ada yang memang benar menyangkut masalah lingkungan dan ada diluar lingkungan.

6. Apakah ada klasifikasi khusus untuk diberikan izin atau tidaknya?

Kriteria tentu ada, diantaranya lokasi tersebut memiliki situs sejarah, mata air, tumbuhan-tumbuhan dan hewan langka. Kemudian juga ada wilayah yang dilindungni aturan seperti sepadan pantai itu sudah pasti tidak akan diberikan izin. Untuk teknisnya nanti ada tim khusus yang bertugas menetapkan keputusan layak atau ketidaklayakan lingkungan. Cuma sebagai gambaran ada dua kemungkinan pertama izin diberikan itu dilihat dari Layak secara ekonomi, contohnya
Jika misalnya dampak ekonomi lebih besar dibandingankan dengan dampak yang lainnya akan menjadi pertimbangan. Kedua dampak lingkungan, itu pun sama dengan ekonomi.

7. Untuk izin perusahaan kecil dan besar apakah ada perbedaan?
Tentu beda, untuk perusahaan besar dokumen lingkungan, Amdal UKL, UPL, ini diwajibkan ada. Sementara untuk izin perusahaan skala kecil seperti minimarket, penggilingan padi, apotek bisa menggunakan SPPL saja. (*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gemar Tari Tradisional

Seni tari tradisional memang banyak diminati hingga ke manca negara. Generasi penerus pun taks edikit ...