Home » BERITA » ODHA Malah Terus Meningkat
ODHA Malah Terus Meningkat

ODHA Malah Terus Meningkat

SUKABUMI- Jumlah penderita HIV /Aids di Jawa Barat dan Kota Sukabumi malah terus meningkat. Kini ada sebanyak 1.127 orang yang mengidap penyakit tersebut. Kenaikan angka pengidap HIV/AIDS itu didominasi akibat maraknya pergaulan bebas dan pola hidup gay.

Kepala Puskesmas Bandung yang bertindak sebagai fasilitator, Intan Anisa Fatmawati menyebutkan, jumlah usia rata rata yang mengidap AIDS positif itu berkisar antar rentang usia 20 sampai 29 tahun.

“Di usia 50 pun banyak ditemukan, bahkan bayi pun ada karena tertular dari ibunya. Semua beresiko merata mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) swasta, mereka mengidap penyakit ini,” sebut Intan dalam seminarnya di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kemarin (20/4/2017).

Ia menyebutkan, hal yang dapat menyebabkan seseorang terkena virus HIV ini, yaitu ketika pada saat berhubungan seks tanpa menggunakan kondom, karena HIV pun dapat menular melalui darah, air mani atau cairan vagina orang yang yang terinfeksi langsung. “Maka pakailah kondom, murah aman, mudah, praktis dan mutu terjamin,” sarannya.

HIV juga dapat tertular melalui tranfusi darah yang mengandung HIV. Saat ini darah donor seharusnya diskrining oleh Palang Merah Indonesia (PMI) sahingga risiko terinfeksi HIV melalui tranfusi darah tidak ada.

Selain itu, ia menyebutkan HIV juga bisa menular melalui jarum suntik. Misalnya yang dipakai bergantian oleh pengguna narkoba suntikan, melalui alat tindakan medis, atau oleh jarum tindik yang dipakai untuk tato. Bila alat ini mengandung darah dari orang yang terinfeksi HIV tentu resikonya menular.

“HIV juga dapat menular pada bayi saat kehamilan, kelahiran, dan menyusui. Bila tak ada intervensi, kurang lebih sepertiganya bayi dilahirkan oleh ibu yang tertular HIV akan tertular pula,” jelasnya.

Penyebaran HIV saat ini diakuinya betul-betul bertambah. Namun di sisi lain ini juga merupakan hal positif yang menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai kesadaran untuk memeriksakan tubuhnya kepada pelayanan kesehatan.

Sehingga dirinya selaku orang yang juga bertanggung jawab akan hal ini,  memberikan imbauan kepada calon pengantin, selain harus menjalani pemeriksaan TT untuk menghindari titanus, dan  tes HIV.

“Untuk daerah Bandung dan sekitarnya sudah berjalan, namun ini sifatnya baru imbauan, karena tak ada paksaan,” ujarnya.

“Ibu hamil datang ke puskesmas sudah bisa memeriksakan HIV, dan saya sangat anjurkan,”tegasnya.

Menurutnya, untuk mewajibkan tes HIV ini diperlukan kajian yang lebih dalam, karena banyak sekali kasus yang terjadi orang yang tak mau diperiksakan. Karena pemeriksaan HIV ini juga harus dipersiapkan secara psikis.

“Sebenarnya test ini sama dengan tes gula dan kolestrol, namun banyak dari mereka yang juga belum tergugah untuk memerikskan kondisi tubuhnya,” jelasnya.

Bahkan kini, setelah berapa pun penelitian yang dilakukan diberbagai belahan dunia belum bisa menemukan obat HIV/AIDS.

Bahkan, pengobatan herbal yang kini kian berkembang juga belum bisa membuktikan dapat menyembuhkan pengidap HIV?AIDS.

Sementara itu, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menyebutkan kasus HIV di Kota Sukabumi tahun 2017 juga mengalami peningkatan. Dari periode Januari hingga Maret sudah terdapat kasus yang ditemukan, bahkan dibandingkan dengan 2016 ini lebih tinggi.

“Kalau dibandingkan sampai bulan Maret 2016 itu hanya 5 saja, sedangkan untuk 2017 hingga Maret ada 8 orang, berarti ini meningkat dari tahun sebelumnya,” terangnya.

Namun Fahmi ingin menilai dari kacamata positifnya. Sehingga hal tersebut hasil kerja KPA dan elemennya. Namun jika dilihatd ari kaca mata lain, Fahmi juga mengaku prihatin dengan bertambahnya Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di wilayahnya.

“Efektifitas sosialisasi cara pencegahan, biar tak menyebar semuanya kembali kepada tatanan dalam keluarga. Sosialisasi terus dilaksanakan, tapi yang terus ditekankan yaitu ketahanan keluarga, tiap tiap rumah itu yang terpenting, “tutupnya.

(cr11/d)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Yusnam-Muchendra Nakhodai IKMS

SUKABUMI-Yusnam dan Muchendra terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ikatan Keluarga Minang Sukabumi (IKMS) periode 2017-2022. ...