Home » INFRASTRUKTUR » Kecelakaan Lalu Lintas Masih Tinggi
anak muda tumplek mengikuti acara keselamatan berlalu lintas

Kecelakaan Lalu Lintas Masih Tinggi

CIKOLE- Kecelakaan lalu lintas di Indonesia bisa dikatakan relatif masih tinggi.  Rata-rata per jam sebanyak 3 hingga 4 orang meninggal dunia akibat kecelakaan. Hal ini diakui Dirjen Perhubungan Darat, Kementeriian Perhubungan, Pudji Hartanto Iskandar usai mengadiri kampanye keselamatan Lalu Lintas melalui acara color run 2018 di Balaikota, kemarin (16/4/2017).

“Memang ini sangat memprihatinkan, makanya harus ada upaya antisipasi dalam menekan kecelakaan itu,” ujar Pudji.

Dijelaskanya, penyebab utama kecelakaan lalu-lintas di Indonesia mayoritas akibat human error. Artinya, tingkat kesadaran keselamatan lalu-lintas masyarakat masih terbilang rendah. ” Sekecil apapun pelanggaran lalu-lintas itu bisa menyebabkan kecelakaan, misalnya pengendara yang mengantuk atau tidak memerhatikan rambu-rambu lalu-lintas,” jelasnya.

Menurut Pudji ini menjadi gambaran bahwa tingkat kesadaraan masyarakat Indonesia terhadap lalulintas masih rendah. Oleh karena itu harus terus dihimbau dan diingatkan terkait pentingnya berkendara secara aman. ” Kita ada tips tiga siap dalam berkendaraan yaitu, siap menaati lalulintas, siap kondisi fisik pengemudi, dan siap kondisi kendaraannya,” ungkapnya.

Oleh karena itu,lanjut Pudji, kegiatan Color Run tersebut menjadi salah satu ajan untuk mengingatkan tentang kesadaran masyarakat dalam berkendara. Apalagi, pesertanya anak muda yang notabenenya penyebab kecelakaan lalulintas tertinggi. “Ini momen bagus, apalagi pesertanya lebih dari 12ribu yang rata-rata adalah anak muda,” terangnya.

Sementara itu Walikota Sukabumi, M. Muraz mengakui kegiatan Color Run ini sangat membantu dalam mengedukasi masyarakat terkait kesadaran berlalulintas. Hal itu terbukti dengan menurunnya grafik angka kecelakaan di Kota Sukabumi. “Ini kegiatan yang ke dua kalinya, dampaknya cukup bagus, dari 2013 ke sini angka kecelakaan menurun di Kota Sukabumi,” jelasnya.

Namun dirinya mengimbau agar anak muda yang belum cukup umur dan tidak memiliki SIM untuk tidak mengendarai kendaraan. Hal itu agar mengurangi resiko kendaraan. “Jadi yang di bawah umur itu untuk tidak dulu mengendarai kendaraan. Selain itu, dalam berkendara itu bukan cepat sampai, namun terpenting ialah selamat,” pungkasnya.

(Bal)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Amdal Pembangunan Pasar Pelita Kelar

SUKABUMI – Akhirnya, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk pembangunan Pasar Pelita yang selama ini ...