Home » INFRASTRUKTUR » PDAM TBW Belum Sumbang PAD
PDAM TBW Belum Sumbang PAD

PDAM TBW Belum Sumbang PAD

CIKOLE- Cakupan pelayanan sambungan air bersih yang dikelola oleh perusahaan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PDAM TBW) Kota Sukabumi hingga kini belum memberikan kontribusi kepada Pendapatan

Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi. Dengan alasan, cakupan pelayanan sambungan air besih masih 30 persen atau sebanyak 21.200 pelanggan.

” Jika sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), setiap PDAM yang cakupan layanan masih di bawah 80 persen tidak diwajibkan memberikan kontribusi berupa PAD ke pemerintah daerah,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Bumi Wibawa, Anton Rachman, kemarin (10/4/2017).  Anto mengakui, jika selama keberadaan PDAM termasuk hingga dipimpinnya saat ini, kemajuan PDAM belum signifikan bahkan masih merugi.

“Sejak PDAM berdiri hingga sampai sekarang beroperasi, jika dihitung akumulasi, kita masih di posisi rugi. Itu jadi faktor yang menyebabkan kita belum bisa menyetorkan laba,” ujarnya.

Namun Anton juga tak menampik jika secara internal laba yang didapatkan PDAM TBW sekitar Rp1 miliar per tahun. Akan tetapi laba itu belum bisa disumbangkan kepada PAD.

“Sesuai dengan arahan dari kemendagri, hasil laba itu dikembalikan ke perusahaan. Untuk peningkatan dan perbaikan cakupan pelayanan. Kami ini lakukan sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Selain itu, Anton juga beralasan kenapa PDAM tak mau memberikan keuntungannnya kepada PAD, lantaran khawatir menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Seperti halnya yang terjadi di PDAM Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi, mereka terkena teguran BPK karena layanannya masih di bawah 30 persen.

“PDAM TJM yang di Kabupaten Sukabumi itu sudah terbilang sehat dan mendapatkan laba. Namum ketika menyetor ke PAD, BPK menegur mereka dengan alasan cakupan pelayanan masih kecil,” ungkapnya.

Beda halnya dengan yang dilontarkan oleh DPRD yang mengacu kepada PDAM Kabupaten Badung. Dirinya mempertanyakan besaran dana penyertaan modalnya yang diperoleh dari pemerintah daerah setempat.

“Mungkin di Kabupaten Badung itu secara kumulatif sudah mendapatkan keuntungan. Sehingga memadai untuk berkontribusi terhadap PAD. Kalau di kita, jika dana penyertaan modal hanya Rp1 miliar per tahun, berarti rata-rata per bulan itu hanya sekitar Rp90 juta,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy’ari mengatakan, aturan dari kemendagri itu  bisa saja fleksibel. Artinya, jika memang keuntungan yang diperoleh sudah mumpuni, bisa saja PDAM memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah.

“Memang ada aturan jika cakupan pelayanan sudah di atas 80 persen maka bisa memberikan kontribusi kepada PAD. Hasil studi banding kami ke Kabupaten Badung di Bali, meskipun cakupan pelayanan di PDAM setempat baru mencapai 72% tapi ternyata sudah bisa memberikan kontribusi PAD ke pemerintah daerah sebesar Rp13 miliar per tahun,” terang anggota DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari, kemarin.

Kinerja PDAM di Kabupaten Badung, sebut Rojab, tidak menutup kemungkinan bisa diterapkan di Kota Sukabumi. Terlebih saat ini sudah tak ada lagi alasan PDAM TBW merugi karena ada penghapusan utang.

“Waktu itu kita paham dengan kondisi keuangan PDAM TBW karena masih punya utang besar. Jangankan untuk memberikan kontribusi ke PAD, untuk membayar utang pokok dan uang bunga saja cekak. Tapi sekarang kan utangnya sudah dihapus. Makanya, sangat memungkinan PDAM di kita memberikan kontribusi PAD,” ujarnya.

Apalagi tahun ini APBD Kota Sukabumi sudah mengalokasikan dana penyertaan modal bagi PDAM TBW sebesar Rp1 miliar. Ditambah dengan adanya bantuan program sambungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Harusnya sudah bisa dengan penghapusan utang dan adanya dana penyertaan modal. Ini bisa menjadi kesempatan bagi PDAM menunjukkan kinerja. Dengan bisa memberikan keuntungan, tentunya bisa menjadi indikator jika PDAM Tirta Bumi Wibawa dikategorikan sehat,”pungkasnya.

(bal)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Minta Diperluas, Lapas Nyomplong Over Load

SUKABUMI- Kepala Lapas Lota Sukabumi, Darwis H mengeluhkan tentang kurangnya fasilitas dan sempitnya ruangan yang ...