Home » HUKUM » Pecat Tersangka BPBD, Inspektorat Tunggu Inkracht
evakuasi dan membenahi materil akibat longsor

Pecat Tersangka BPBD, Inspektorat Tunggu Inkracht

SUKABUMI –Inspektorat Kota Sukabumi masih menunggu inkracht van gewijsde (Putusan yang berkekuatan hukum tetap karena telah diputus oleh hakim dan tidak ada lagi upaya hukum lain yang lebih tinggi) mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, HR (49). Hingga kini inspektorat belum bisa merekomendasikan untuk pemecatan atau tidaknya HR yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) BPBD senilai Rp263 juta Tahun Anggaran (TA) 2013.

“Jadi, sampai sekarang kita belum menentukan sikap, serta belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait status PNS terduga. Sebelum ada keputusan hukum dan kita tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” ungkap Inspektur Kota Sukabumi, Rudi Juhayat kepada Radar Sukabumi, Minggu (9/4/2017).

Menurut Rudi, kendati HR sudah ditetapkan sebagai tersangkanamun, inspektorat menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum serta akan terus mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Setelah semuanya jelas, lanjut Rudi, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya, ada mekanisme dan konsekwensi yang harus diterima oleh setiap PNS yang terjerat persoalan hukum. Seperti halnya yang dialami oleh terduga HR yang masih tercatat sebagai PNS di lingkungan Kota Sukabumi.

“Jika terbukti, konsekuensinya pemberhentian dengan tidak hormat. Sebab ada aturan baru, aparatur negara yang terlibat korupsi bisa langsung dipecat. Tapi, itu juga setelah ada amar putusan tetapnya,” tegasnya.

Mengenai sejauhmana perkembangannya, lanjut Rudi, pihaknya secara keseluruhan tidak begitu mengetahuinya. Hanya saja berdasarkan dari informasi terakhir yang diketahuinya, berkas dugaan tipikor tersangka sudah masuk ke lembaga Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi.  Maka dari itu, saat ini pihkanya masih menunggu perkembangan terhadap kasus tersebut.

“Terakhir yang kita tau, berkasnya sudah dilimpahkan oleh penyidik (Satreskrim, red) ke Kejaksaan. Mengenai dengan lengkap atau tidaknya, kita masih memantaunya. Termasuk, kapan itu akan disidangkan kita masih menunggu kabarnya,” paparnya.

Lalu kata Rudi, mengenai dengan ada atau tidaknya toleransi terhadap mantan kepala BPBD yang terjerat undang-undang tipkor itu. Pihaknya menegaskan, hal tersebut bisa saja terjadi jika terduga melakukan upaya banding untuk meringankan hukuman jika putusannya nanti begitu memberatkan kepada tersangka.

“Ya kita juga kan ada toleransi, seandainya nanti yang bersangkutan mengajukan banding atau upaya hukum lainnya. Kita ikuti dulu saja perkembangannya seperti apa,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Sukabumi, Dede Sutisna membenarkan berkas perkara dugaan Tipikor sebesar Rp263 juta pada anggaran rutin BPBD Kota Sukabumi tahun anggaran (TA) 2013 yang diterima oleh pihkanya masih belum dilengkapi oleh pihak Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Maka dari itu, saat ini pihkanya masih belum mengeluarkan P21 (pemberitahuan hasil penyidikan sudah lengkap).

“Masih kita tunggu kelengkapan lainnya sampai sekarang (hari ini, red). Setelah itu selesai, P21-nya bisa langung kita keluarkan. Mudah-mudahan, secepatnya itu bisa diselesaikan oleh pihak Satreskrim Polres Sukabumi Kota,” terangnya.

(Cr5/t)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pengunjung Alun-Alun Dipalak Rp 5.000,-

SUKABUMI – Para pengunjung Taman Digital atau taman alun-alun di pusat Kota Sukabumi diresahkan oleh ...