Home » UTAMA » BERITA KOTA SUKABUMI » Rawan Bencana, Buat Perda Penanggulangan
GRAFIS: YUZHAR/RADARSUKABUMI

Rawan Bencana, Buat Perda Penanggulangan

CIKOLE – Melihat kondisi geografis Kota Sukabumi yang rawan bencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi membuat Raperda Penyelengaraan Penanggulangan Bencana. Dalam raperda itu, pemerintah daerah akan melaksanakan kegiatan prabencana dan kegiatan pengurangan risiko bencana, yang sudah sesuai dengan substansi dan kewenangan pemerintah daerah sesuai UU Nomor 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Juga termasuk mengakomodir keterlibatan dari perangkat daerah lembaga, instansi serta unsur masyarakat dan dunia usaha yang ada di Kota Sukabumi dalam penanggulangan bencana,” ujar Walikota Sukabumi, M Muraz saat membacakan tanggapan fraksi DPRD Kota Sukabumi, kemarin (16/2).

Dikatakan Muraz, pemberian program pendidikan atau pelatihan mengenai upaya pencegahan bencana sudah diatur dalam raperda ini. Juga termasuk sumber anggaran prabencana.

“Sedangkan untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai dengan Propemperda, akan diatur perda tersendiri dan itu merupakan raperda prakarsa DPRD,” katanya.

Berdasarkan pendataan daerah rawan bencana di Kota Sukabumi yang sudah tercantum dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2011-2031 terdiri dari dua kawasan.

Yakni kawasan letusan Gunung Api Gede Pangrango kurang lebih 74,5 hektare, meliputi daerah aliran Sungai Cigunung.

Sedangkan kawasan rawan bencana gerakan tanah kurang lebih 534 hektare yang berlokasi di Kelurahan Gunungpuyuh, Karamat, Karangtengah, Subangjaya, Cisarua, Lembursitu, Situmekar, Cikundul, Jayaraksa, Jayamekar dan Baros.

“Secara keseluruhan daerah Kota Sukabumi ini merupakan daerah rawan bencana gempa bumi, karena berada di patahan casaer Cimandiri, juga ancaman puting beliung dan banjir,” ucapnya.

Sementara itu, jika melihat indeks risiko bencana Indonesia pada 2013 yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ancaman bencana di Kota Sukabumi terdiri dari gempa bumi kelas tinggi, kekeringan tinggi, cuaca ekstrem tinggi, gunung api sedang, longsor tinggi dan kebakaran.

“Secara rata-rata nasional, Kota Sukabumi masuk ke dalam kategori kelas sedang untuk multi ancaman. Karena dikategorikan memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi, namun multi ancaman yang banyak lantaran dari sisi atropogenik,” jelasnya.

Dikatakannya, sejauh ini upaya Pemkot Sukabumi dalam kapasitas peningkatan penanggulangan bencana, sudah dilaksanakan secara simultan dengan melibatkan tenaga-tenaga profesional dari BNBP, Basarnas dan BPBD Provinsi.

“Bahkan upaya rehabilitasi sosial sudah dilakukan melalui jejaring instansi berupa program ‘Regeling Trauma Center’ bagi korban bencana,” pungkasnya. (bal)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Salimah Selenggarakan Kegiatan Berbagi

SUKABUMI – Pengurus Daerah (PD) Salimah Kota Sukabumi memeriahkan rangkaian agenda Ramadhannya dengan berbagi bersama. ...