Home » UTAMA » ABK Minta Diperhatikan Pemkot
ASPIRASI: Dua orang anak penyandang tunanetra berjalan di lintasan khusus atau pemandu jalan di SLB A Budi Nurani, kemarin (15/2). FOTO: IKBAL/RADARSUKABUMI

ABK Minta Diperhatikan Pemkot

CITAMIANG – Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) meminta Pemerintah Kota Sukabumi untuk memerhatikan keberadaan mereka. Baik dari segi fasilitas aksesibilitas di lingkungan Kota Sukabumi dan penyediaan lowongan pekerjaan.

“Memang di Kota Sukabumi sendiri fasilitas untuk ABK itu belum ada, contohnya seperti tanda pemandu jalan sebagai penanda tepi trotoar atau tangga,” ungkap Kepala SLB A Budi Nurani, Tanti kepada Radar Sukabumi, kemarin (15/2).

Padahal keberadaan petunjuk jalan atau ‘guiding block’ itu, cukup membantu mereka saat berada di luar lingkungan sekolah. Anak-anak penyandang tunanetra akan merasa aman dan nyaman jika disediakan fasilitas tersebut.

“Saat ini kan kalau mereka bepergian, hanya membutuhkan bantuan orang yang ikhlas di jalanan. Tapi jika ada fasilitas itu, mereka juga merasa nyaman dan merasa diperhatikan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Makanya dirinya berharap, pemerintah bisa menyediakan fasilitas baik itu untuk penyandang tunanetra, tunadaksa atau tunarungu dan lainnya. Ia berharap, tidak ada diskriminasi kepada para penyandang cacat. Lantaran, mereka juga manusia, jadi pemerintah harus bisa menjamin untuk bisa hidup layaknya manusia normal.

“Jangan ada dikriminasi, mereka juga sama. Tolong diperhatikan,” pintanya.

Tak hanya itu, Tanti mendesak pemerintah untuk membuka peluang kerja bagi lulusan ABK. Kalau melihat kemampuan yang dimiliki penyandang tunanetra sendiri, bisa bersaing dengan orang normal. Tapi masalahnya harus ada intervensi pemerintah untuk memfasilitasi mereka.

“Di sini kita punya anak ahli IT, penyiaran dan operator telepon. Saya yakin mereka bisa bersaing dengan yang lainnya dalam segi kualitas,” ungkapnya.

Sampai saat ini, belum ada lulusan dari SLB A Budi Nurani yang diberikan kesempatan bekerja. Baik itu di lingkungan pemerintahan ataupun kantor swasta. Dirinya berkeinginan pemerintah bisa membuka peluang kerja untuk mereka. Terlebih, hal tersebut merupakan amanat undang-undang.

“Mereka juga kan perlu untuk hidup dan berkarir. Berikan kesempatan untuk mereka bekerja,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang murid SLB A Budi Nurani, Ridho berharap pemerintah bisa menyediakan fasilitas untuk penyandang tunanetra, setidaknya di beberapa titik yang sering mereka kunjungi.
“Kami ingin ada petunjuk jalan berupa trotoar khusus, paling tidak di jalanan atau pusat perbelanjaan yang sering kita hampiri,” ungkapnya. (bal/d)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mati Lampu, PLN Juga Rugi

SUKABUMI -Kerapnya terjadi padam listrik di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, membuat warga meradang. Terlebih, ...