Home » HUKUM » Warga ‘Ontrog’ Mako Polres, Rekonstruksi Batal
REKA ULANG: Puluhan warga Kampung Inggris RT 03/17 Desa/Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, 'mengontrog' Mapolres Sukabumi Kota untuk melihat rekonstruksi penganiayaan kepada alm Rengga (24), kemarin (14/2).

Warga ‘Ontrog’ Mako Polres, Rekonstruksi Batal

SUKABUMI – Jajaran Polres Sukabumi Kota akan melakukan reka ulang atau rekonstruksi pembakaran hidup-hidup berujung kematian yang dilakukan tiga tersangka yang juga teman dekat korban berinisial HF (20), MR (18) dan A (19) kepada almarhum (Alm) Rengga (24) warga Kampung Inggris RT 03/17 Desa/Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi pada Senin (9/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB lalu.

Rengga sebelum mengembuskan napas terakhirnya, sempat mendapatkan perawatan di salah satu RS di Sukabumi secara intensif. Namun takdir berkata lain. Akibat luka bakar yang dideritanya cukup parah, korban pun tidak bisa diselamatkan.

Saat akan melakukan rekonstruksi pembakaran yang dilakukan di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Selasa (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB, tiba-tiba puluhan warga Kampung Inggris RT 03/17 Desa/Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, ‘mengontrognya’ dengan alasan untuk melihat rekonstruksi yang akan dilakukan oleh tersangka.

Dengan cepat, jajaran Polres Sukabumi Kota membatalkan rekonstruksi pembakaran hidup-hidup akibat utang piutang yang berujung kematian itu.

Perwakilan Masyarakat Kampung Inggris RT 03/17 Desa Sukaraja, Nuralamsyah (37) mengatakan, kedatangan pihaknya beserta dengan puluhan masyarakat yang berada di kampungnya tersebut, untuk melihat rekonstruksi pembakaran tetangganya yang berujung kematian. Karena, pemicunya alasan utang piutang yang sangat sepele.

“Kita datang untuk melihat rekonstruksi yang akan dilaksanakan di halaman Mako Polres Sukabumi Kota ini, tidak ada yang lain. Tiba-tiba rekonstruksinya dibatalkan dan ini membuat warga kecewa,” ungkap Nuralamsyah kepada Radar Sukabumi, kemarin (14/2).

Menurut Nuralam, akibat dibatalkannya rekonstruksi tersebut, dengan otomatis membuat masyarakat mengeluhkan hal tersebut dan menimbulkan perselisihan antara pihak kepolisian dengan masyarakat. Meskipun itu hanya sebentar dan hanya adu mulut saja.
“Kita sejak pagi hingga siang, menunggu rekonstruksinya dan berjejer di halaman Polresta ini,” kesalnya.

Firman Hidayat (39) paman korban yang dibakar dan berujung kematian itu mengatakan, kedatangan pihaknya ke Mapolres Sukabumi Kota untuk melihat rekonstruksi penganiayaan dan pembakaran yang dialami oleh saudaranya tersebut.

Dengan tegas, pihaknya membantah akan melakukan tindakan kekerasan terhadap terduga pelaku yang melakukan perbuatan keji itu.

“Kita hanya ingin liat kejadian sesungguhnya yang dialami oleh saudara (korban, red) saya itu. Karena, pelakunya itu sahabat korban. Dia (terduga pelaku, red) tidak berpikir panjang. Tega benar dia ini melakukannya,” ungkapnya.

Masih kata Firman, pihaknya berharap ketiga terduga pelaku tersebut dapat mempertanggungjawabkan perbuatnnya secara hukum. Lantaran dirinya menilai, perbuatan kejinya itu telah menghilangkan nyawa seseorang yang tidak berdosa. Apalagi, terlebih pemicunya hanya persoalan utang piutang yang tidak harus menggunakan kekerasan.

“Kami ingin pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya bahkan seberat-beratnya. Karena, telah menghilangkan nyawa seseorang dengan berencana,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Muhammad Devi Farsawan mengatakan, mengenai rencana konstruksi tersebut, sepenuhnya dilakukan oleh pihak Polsek Sukaraja, Polres Kota Sukabumi. Termasuk alasan membatalkan rekonstruksi yang akan dilakukan setelah banyaknya warga yang berdatangan.

Pasalnya, pihaknya hanya memberikan back up mengenai dengan rencana rekonstruksi tersebut. “Langsung ke Kapolsek Sukaraja saja atau Kabag Ops Polres Sukabumi Kota. Kalau kami, cuma back up rekonstruksi saja,” singkatnya. (cr5/t)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Inalilahi, Korban ‘Melon Meledak’ Meninggal

SUKABUMI -Innalillahi, Iyus Rusman (37) meninggal saat menjalankan perawatan medis di di RSUD R Syamsudin ...