Home » UTAMA » Alquran Dicoret Hinaan, MUI Desak Polisi Serius Buru Pelaku

Alquran Dicoret Hinaan, MUI Desak Polisi Serius Buru Pelaku

SUKABUMI – Ada-ada saja. Buntut dari dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok semakin melebar. Termasuk di Kota Sukabumi. Setelah beberapa waktu lalu, mualaf berinisial YL menghujat MUI dan ormas FPI. Selain itu juga di Kabupaten Sukabumi, AS menghina KH AA Gymnastiar. Namun, mereka telah kembali mengucap syahadat dan menyatakan tobat yang disaksikan pengurus MUI, pihak kepolisian dan keluarga.

Kali ini, warga Gang Cermai III RW 05 Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi dikagetkan dengan penemuan Alquran terbungkus plastik hitam tergeletak di atas tanah. Namun, penghinaan itu secara terang-terangan dan mendasar. Namun, pelakunya bukanlah sang pemberani lantaran hingga kini masih misterius.

Yang mengagetkan, Alquran tersebut penuh dengan coretan kata-kata hinaan (penistaan). Entah apa maksud sang pelaku. Apakah mengalihkan isu yang kini tengah santer di pemberitaan, menjebak atau memang sengaja murni menistakan. Teka-teki itu hingga kini belum terungkap.

Untuk mengungkap hal tersebut, sang penemu, Mamah Amel melaporkannya kepada Ustad Muhammad Romly dan selanjutnya dibawa ke Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sekretaris Umum (Sekum) MUI Kota Sukabumi, KH Kusoy yang menerima laporan tersebut. Namun, Kusoy juga belum bisa menyimpulkan siapa dan apa maksud dari penghinaan tersebut.

Makanya, MUI langsung melaporkannya ke Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota untuk dilakukan lidik siapa si penista Alquran itu, kemarin (13/2).

“Alquran yang ada coretan tersebut ditemukan oleh jamaah pengajian Masjid Al-Ikhlas Cikiray, Mamah Amel di Gang Cermai III RW 05 Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi di atas tanah pada Kamis (9/2),” kata Kusoy, kemarin (13/2).

Tulisan di dalam Alquran itu menyebutkan yang tidak selayaknya dilontarkan umat manapun. Pelecehan itu pun dilengkapi dengan gambar kedua telapak kaki.

“Ya begitu di dalamnya berisi coretan yang menghinakan dan menistakan Alquran,” ungkap Sekretaris MUI Kota Sukabumi, KH Kusoy kepada Radar Sukabumi, kemarin (13/2).

Kusoy juga meminta pihak kepolisian agar secepatnya bisa mengungkap siapa pelaku yang jelas-jelas menghina tersebut.

Alquran berisi coretan yang ditemukan di Gang Cermai III RW 05 Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi di atas tanah.

Alquran berisi coretan yang ditemukan di Gang Cermai III RW 05 Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi di atas tanah.

“Kita minta untuk diselidiki, makanya kita serahkan Alquran itu sebagai buktinya. Karena, perbuatan itu telah melanggar hukum dan sangat tidak pantas dilakukan,” terangnya.

MUI berharap kepada umat Islam di Kota Sukabumi untuk tidak terpancing atau terprovokasi dengana adanya penemuan Alquran yang berisi kata-kata yang tidak pantas tersebut. Termasuk, jangan terpancing oleh hak-hal yang belum pasti kebenarannya secara hukum.

“Kita serahkan semuanya kepada pihak yang berwajib. Jangan main hakim sendiri, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” imbaunya.

Ketua Umum GP Ansor Kota Sukabumi, Wing Wing Suhendar mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya Alquran yang disisipi dengan kata-kata tidak pantas. “Kita sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh pihak yang belum diketahui itu. Karena Alquran merupakan kitab suci bagi kami selaku umat Islam,” terangnya.

Ia menilai, pelaku bisa saja melakukan provokatif agar umat Islam geram dan marah sehingga terjadi kegaduhan. Padahal hingga kini, pelakunya masih misterius.

“Kita serahkan saja kepada polisi agar segera mengungkapnya. Sehingga, kita tahu apa maksud dari coretan itu dan kita tidak terjebak. Karena bisa saja ini jebakan,” imbuhnya. (cr5/t)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sukabumi Deklarasikan Kebinekaan

SUKABUMI -Bukan hanya ormas Islam yang melakukan deklarasi. Kemarin (22/5), Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi bersama ...