Home » INFRASTRUKTUR » GP4 Pertanyakan Sistem Penilaian Panitia Lelang
Ilustrasi

GP4 Pertanyakan Sistem Penilaian Panitia Lelang

SUKABUMI – Gerakan Pengawal Pembangunan Pasar Pelita (GP4) Sukabumi, mendesak Panitia Kerja Sama Daerah Pembangunan Pasar Pelita (PKSDP3) untuk membuka rumus penilaian kepada publik yang menghasilkan nilai akhir tersebut. Dalam nilai tersebut, PT Fortunindo Arth Perkasa (FAP) mendapatkan nilai evaluasi teknisnya sebesar 72,00, PT Panglima Capitol Itqoni (PCI) 67,00 serta PT Dunia Milik Bersama (Dumib) mendapatkan nilai paling kecil 40,50. Maka, ketiga calon investor tersebut tidak ada satu pun yang lulus pada ambang batas penilaian sekitar 75, dan proses lelang Pasar Pelita jilid II gagal dan akan dilakukan pelelangan ulang.

“Ini dapat menimbulkan polemik baru jika rumus penilaiannya tidak dibuka kepada publik. Karena kita menginginkan keterbukaan dan kami yakin pihak investor pun menginginkan hal itu,” ungkap Ketua Presidium GP4 Sukabumi, Hamdan Sanjaya kepada Radar Sukabumi, kemarin (5/1).

Menurut Tapuy, sapaan akrab Hamdan, pihaknya tidak mempersoalkan kebijakan akhir yang dilakukan panitia tersebut akan seperti apa. Termasuk, melelang ulang kembali proyek pembangunan Pasar Pelita yang belum kunjung selesai tersebut. Pasalnya, pihaknya tidak memiliki kepentingan dalam proses pelelangan terhadap pasar. Akan tetapi, pihaknya menginginkan segala sesuatu yang dilakukan harus sesuai aturan.

“Mau digagalkan pun itu bukan urusan kami, terserah saja. Tapi, agar di kemudian hari tidak ada persoalan, maka laksanakan semuanya sesuai aturan saja,” terangnya.

Makanya, lanjut Tapuy, pihaknya berharap panitia dapat membuka aturan penilaian yang dilakukan. Sehingga mendapatkan nilai akhir dari setiap calon investor. Pasalnya, dirinya menilai jika proses penilaiannya sudah dilaksanakan dengan benar oleh panitia, tentunya panitia tidak memiliki kesulitan untuk membuka rumus penilaiannya kepada masyarakat.

“Kalau penilaian yang dilakukan itu benar sesuai aturan. Kenapa susahnya, rumusnya itu dibuka kepada umum. Atau itu hanya akal-akalan saja dari panitia,” tegasnya.

Tapuy mengaku, selama dirinya melakukan pemantauan terhadap proses pelelangan Pasar Pelita pada jilid II, dengan tujuan, dirinya dapat memastikan setiap prosesnya dapat berjalan dengan sesuai aturan. Kendati seperti itu, dirinya baru mengetahui, pengecekan keuangan dijadikan salah satu penilaian yang dilakukan oleh panitia. Padahal, setahu dirinya hal tersebut tidak pernah disampaikan oleh panitia.

“Kok pengecekan keuangan juga masuk penilaian. Padahal itu tidak ada aturannya dan tidak pernah disampaikan. Panitia juga harus menjelaskan ini semua,” akunya.

Terpisah, Ketua Panitia Kerja Sama Daerah Pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi, Reni Rosyida mengatakan, pihaknya tidak dapat menjelaskan mengenai rumusan penilaian tersebut. Sehingga mendapatkan nilai akhir yang seperti itu. Namun ia memastikan, pihaknya memiliki rumus yang telah digunakan untuk menilai para investor itu.

“Adalah, pakai rumus kami dan nilai itu sesuai bobotnya,” terangnya. (cr5/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Fahmi Ikut Bersihkan Sungai Cipelang

SUKABUMI – Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi ikut bersih-bersih di Sungai Cipelang, Kelurahan Karang Tengah, ...