Home » PEMERINTAHAN » GERBANG KOTA » M Muraz : Tidak Ada Jual Beli Jabatan, Pidanakan Pelaku Gratifikasi
PEJABAT BARU: Wali Kota Sukabumi, M Muraz saat melantik 705 pejabat eselon II, III, IV dan V di lingkungan Pemkot Sukabumi di Aula Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, selasa (3/1).

M Muraz : Tidak Ada Jual Beli Jabatan, Pidanakan Pelaku Gratifikasi

Sebanyak 705 pejabat eselon II, III, IV dan V resmi dilantik Wali Kota, M Muraz di Aula Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, selasa (3/1).

Mutasi pejabat kerap diisukan dengan gratifikasi dan jual beli jabatan. Namun Muraz buru-buru membantah isu tersebut. Menurutnya, keputusan untuk menempatkan semua pejabat struktural di lingkungan Pemkot Sukabumi, sudah berdasarkan proses seleksi dan mekanisme yang sesuai dengan aturan serta perundang-undangan yang berlaku.

“Semuanya tidak perlu dipertanyakan. Karena, penempatan ini sesuai dengan profesionalismenya masing-masing pejabat untuk mengabdikan dirinya demi kemajuan Kota Sukabumi,” terangnya.

Namun, ia meminta kepada pihak yang berwajib untuk memidanakan pihak manapun yang terlibat dalam dugaan gratifikasi sebelum dan sesudah pelantikan. Karena hal tersebut tidak dibenarkan sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. “Tidak boleh ngasih duit, tidak boleh ada janji-janji apa pun. Jika ada dan ketahuan, laporkan,” ungkap Muraz.

Menurut Muraz, proses pelantikan pejabat tidak boleh dicederai oleh hal-hal yang seperti itu. Makanya perlu adanya penindakan serius. “Kalau buktinya ada (gratifikasi, red) silakan laporkan kepada Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) atau ke bagian pegawaian untuk ditindaklanjuti perkaranya. Silakan tangkap dan kita tidak akan melindungi,” terangnya.

Maka dari itu, kata Muraz, pihaknya mewanti-wanti kepada setiap pejabat baru agar menerima jabatannya dengan penuh rasa syukur dan penuh tanggung jawab. Pasalnya, jabatan tersebut adalah suatu amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. “Jadi jangan ada yang murung, biasa-biasa saja. Tapi, harus disyukuri dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Lanjut Muraz, tugas pokok sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yaitu menjadi pelayanan dan melayani masyarakat. Maka dari itu, menurutnya, harus siap ditempatkan di mana saja serta kapan saja. Dengan dasar itulah, penempatan posisi baru harus disyukuri dengan penuh tanggung jawab. “Memberikan pelayanan kepada masyarakat, jangan ada yang dibeda-bedakan, baik dari suku, agama serta ras dan juga golongan,” katanya.

Masih kata Muraz, pihaknya berpesan kepada para pejabat yang sudah dilantik tersebut. Yakni, jangan melakukan hal-hal yang dapat melanggar hukum serta merugikan pihaknya sendiri serta masyarakat banyak.

“Jangan korupsi, jangan tidak jujur dalam bekerja.

Tapi, bekerjalah sesuai aturan dengan baik, serta jalankan anamah ini untuk kepentingan orang lain bukan untuk kepentingan pribadi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Baperjakat yang juga Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zain mengatakan, pihaknya menjamin gratifikasi atau jual beli jabatan tidak akan terjadi di lingkungan Pemkot Sukabumi. “Insya Allah, tidak ada dan tidak akan pernah ada di Kota Sukabumi. Saya percaya itu,” terangnya. (cr5/t)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pemahaman Agama Harus Ditingkatkan

SUKABUMI – Sensitivitas terhadap agama, pasca penistaan Alquran surah Almaidah ayat 51 yang dilakukan oleh ...