Home » PEMERINTAHAN » OTONOMI DAERAH » Melihat Lebih Dekat Potensi Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi
POTENSI ALAM: Sejumlah unsur pemerintah Kecamatan Waluran saat berfoto didepan lokasi wisata air terjun. IST

Melihat Lebih Dekat Potensi Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi

Aspek Budaya Ditingkatkan, Padi dan Singkok Jadi Unggulan

WALURAN – Budaya leluhur yang sempat hilang, secara bertahap kini kembali dikenalkan di Kecamatan Waluran. Bukan tanpa alasan, selain untuk memperkenalkan kembali kepada masyarakat, hikmah masuk menjadi kawasan Geopark menjadi modal budaya lokal kembali dipertunjukan. “Setelah masuk kawasan geopark tentu ini menjadi berkah tersendiri yang perlu didukung oleh segenap komponen masyarakat,” terang Camat Waluran Samsul Ahmad Bahri kepada Radar Sukabumi, kemarin (18/5).

Menurut Samsul, upaya mendorong budaya lokal sejalan dengan upaya mendukung pemerintah dalam memajukan kawasan Geopark. Disamping Kecamatan waluran yang memiliki luas wilayah 7.528 Hektar banyak memiliki destinasi wisata berupa air terjun, taman batu dan hutan pinus. “Alhamdulillah beberapa hari kebelakang kita sudah terlaksana Festival Bebegig. Ini sebagai salah satu kontribusi untuk memajukan geopark dari segi budaya,” terangnya.

Hasilnya, ternyata mampu mengangkat kembali budaya lokal masyarakat sunda yang ada di Kecamatan Waluran. “Kita melibatkan para pelaku seni dan lembaga/grup seni maupun Organisasi seperti Palapah, dengan begitu jadi terangkat semau lapisan masyarakat,” akunya.

Meski begitu, untuk memajukan budaya maupun potensi alam yang terdapat di Kecamatan Waluran, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas terkait diantarnaya Perhutani dan Dinas Parawisata. Harapannya, selain untuk meningkatkan potensi wisata juga untuk mendorong percepatan pembangunan. “Jatuhnya pasti wujud upaya kami dalam mendukung Geopark diantaranya membuka akses destinasi wisata yang ada bersama dengan masyarakat dan pemerintah desa,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, diungkapkan Samsul masuk menjadi kawasan Geopark dipastikan wilayahnya kecipratan pembangunan kawasan, baik infrastruktur inti maupun tambahan. Melihat kondisi itu, kecamatan yang memiliki pembagian tujuh wilayah desa ini akan memanfaatkan potensi yang ada, salah satunya potensi pertanian berupa pesawahan dan ladang yang dimanfaatkan untuk menanam palawija jenis singkong.

Bahkan, untuk menunjang potensi tersebut, pihaknya sedang melakukan perluasan jaringan irigasi untuk melancarkan kebutuhan air untuk persawahan yang diklaim begitu melimpah setiap masa panennya. “Kita terus melakukanupaya koordinasi dengan intansi terkait untuk mendorong pembangunan infrastruktur menjadi lebih baik. Di mana, yang paling utami potensi pertanian didorong untuk peningkatan produksi padi,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, Upaya tersebut begitu penting dilakukan, mengingat sejalan dengan adanya upaya perluasan areal pesawahan yang dilakukan. Sehingga, area perairan berupa perluasan jaringan irigasi harus dijalankan. “Melalui peningkatan infrastruktur pendukung terutami perbaikan dan pembangunan irigasi dan jalan produksi untuk menunjang perluasan areal sawah,” terangnya.

Disamping itu, Kecamatan waluran pun memiliki potensi hasil singkong yang cukup besar. Meski begitu, hasilnya belum mampu dikembangkan secara maksimal karena pola dan kebiasaan hasil bumi tersebut tidak diproduksi secara kreatif. “Melimpahnya hasil singkong juga menjadi potensi yang nantinya akan dikembangkan pada industri rumah tangga. Sehingga diharapkan akan menjadi berbagai olahan makanan yang lebih tahan lama serta nilai jual yang lebih tinggi,” janji Samsul.

Bukan tanpa alasan, produksi olahan bisa dilakukan ketika upaya sosialisasi dan pelatihan dilakukan kepada masyarakat. Artinya, baik pelatihan produksi, manajemen maupun pemasaran nantinya akan diperkenalkan. “Secara bertahap, nanti akan dilakukan upaya sosialisasi dan pelatihan. Dengan melakukan uapaya kerjasama dengan instansi terkait, mulai dari pelatihan sampai dengan pemasaran produk,” tandasnya. (cr10/l)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dinsos Catat Sudah 26 Masalah Sosial Terjadi

CISAAT – Masalah sosial di Kabupaten Sukabumi kian meningkat. Tahun 2016, ada 26 masalah sosial ...