Home » UTAMA » ” PT SCG “Abaikan Keluhan Warga, Beroperasinya Conveyor Selama 24 Jam Keluarkan Suara Bising..
MEMBENTANG : Conveyor milik PT SCG yang mengangkut bahan baku semen dari lokasi tambang yang di lakukan oleh PT TSS membantang sepanjang 4 km dan melewati pemukiman warga.

” PT SCG “Abaikan Keluhan Warga, Beroperasinya Conveyor Selama 24 Jam Keluarkan Suara Bising..

SUKABUMI – Keluhan warga Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi terkait kebisingan aktivitas conveyor yang beroperasi 24 jam, juga di benarkan pihak desa. Kepala Desa (Kades) Wangunreja, Wawan pun mengakui memang pihaknya sudah pernah melaporkan hal tersebut ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang sekarang sudah berubah menjadi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atas keluhan warganya.

“Pemerintah desa sudah melakukan pelaporan pada BLH perihal keresahan masyarakat terhadap suara bising yang di keluarkan dari aktivitas conveyor pada Oktobet 2016 lalu. Namun entah kenapa, perjanjian tertulis yang di tandatangani oleh semua pihak ini, PT TSS yang merupakan rekanan PT SCG terekesan mengingkari janjinya,” beber Wawan kepada Radar Sukabumi, kemarin (21/4).

Keresahan masyarakat Kampung Kadupugur sambung Wawan, bukan kali pertama. Conveyor dengan memiliki panjang sekitar 4 km yang melawati kampung tersebut, mengeluarkan suara bising hingga radiusnya mencapai sekitar 100 meter jika pada malam hari.

“Saya sudah melakukan musyawarah dengan warga setempat dan tokoh masyarakat beserta para kadus dalam menyikapi masalah ini.

Bahkan, waktu kami audensi dengan PT SCG, pihak perusahaan memberikan alasan bahwa operasinya conveyor pada malam hari di karenakan kejar target. Tapi sayangnya, pihak perusahaan tidak mensosialisasikan terlebih dahulu pada warga, sehingga menimbulkan keresahan,” paparnya.

Hal yang sama juga di sampaikan Kepala Desa Tanjungsari, Dillah. Ia mengatakan, dengan kegiatan operasional 24 jam conveyor tersebut, juga membuat aktivitas di penambangan sama (beroperasi 24 jam). Warga Desa Tanjungsari khususnya Kampung Leuwidingding mayoritas warga banyak yang mengeluh terhadap aktivitas penambangan bahan baku seman yang lokasinya sekitar 1 km dengan pemukiman penduduk. “Aktivitas penambangan bahan baku semen di Gunung Guha yang mengeluarkan suara bising dan getaran karena menggunakan alat berat, sangat membuat warga resah,” jelas Dillah.

Lebih parahnya, PT TSS sambung Dillah, melakukan kegiatan tambang bukan hanya beroperasi di siang hari. “Perusahaan ini, jika malam hari juga sering melakukan. Sehingga waktu istirahat masyarakat merasa terganggu,” paparnya.

Menyikapi masalah tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sukabumi, Abdul Kodir malah menganjurkan warga dan pemerintah desa agar kembali melakukan pengaduan terhadap DLH berikut surat lampiran kesepakan bersama saat acara monitoring evaluasi terhadap aktivitas kegiatan tambang PT TSS di Kecamatan Jampangtengah dan Kecamatan Nyalindung yang dilakukan pada 6 Oktober 2016 lalu.

“Kami anjurkan pada warga agar kembali melakukan laporan pengaduan pada kami, berikut surat terlampir kesepakatan bersama waktu pengaduan pada BLH tahun lalu,” pinta Abdul Kodir.

DLH tutur Abdul, tidak bisa berbuat banyak apabila warga tidak melakukan pengaduan terhadap dinas yang tengah di pimpinnya tersebut.

“Apabila warga melakukan pengaduan, maka kami secepatnya akan menerjunkan tim khsusus ke lapangan untuk melakukan monitiring terhadap aktivitas perusahaan yang di keluhkan warga,” ucapnya.(cr13/e).

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Polisi Ciduk Preman Pasar Cicurug

SUKABUMI – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polsek Cicurug mengamankan dua orang pelaku yang melakukan ...