Home » BERITA KAB SUKABUMI » Kerepotan Anggaran Rehab Jalan Panggeleseran-Jampang Tengah
Kondisi-Jalan-Raya-Panggeleseran-Jampangtengah

Kerepotan Anggaran Rehab Jalan Panggeleseran-Jampang Tengah

  CIKEMBAR — Setelah mendapat desakan dari masyarakat akibat Jalan Raya Jalur Pangeleseran-Jampang Tengah yang rusak, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami angkat bicara. Orang Nomor 1 di Kabupaten Sukabumi ini,  membeberkan alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi yang belum juga memperbaiki Jalan Raya Jalur Pangleseran – Jampangtengah yang saat ini kondisinya masih memprihatinkan.
“Kenapa jalan ini tak kunjung diperbaiki karena kami kerepotan dari masalah anggaran. Sebab, anggaran dari Dinas Bina Marga Pekerja Umum (PU) ke potong sampai 50 persen. Bisa dibayangkan kalau anggaran perbaikan untuk jalan rusak pada tahun sebelumnya mencapai Rp50 miliar. Tapi, untuk tahun ini kami hanya mendapatkan Rp26 miliar,” jelas Marwan kepada Radar Sukabumi.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi sambung Marwan, bukanya tidak peduli terhadap kondisi masyarakat yang setiap harinnya menikmati akses jalan yang kondisinya rusak parah tersebut.

“Bukannya pemerintah tidak peduli kepada warganya. Namun, anggaran yang kami gunakan untuk perbaikan jalan tidak memadai. Apalagi jalan ini bukan jalan nasional dan bukan jalan provinsi, tetapi ini adalah jalan Kabupaten Sukabumi,” sahutnya.

Kendati demikian, pihaknya akan memprioritaskan akses jalan yang berpengaruh besar terhadap laju pertumbuhan faktor ekonomi warga tersebut. Seperti Jalan Raya Panggeleseran – Jampangtengah yang menjadi prioritas utama mobilitas dan transportasi masyarakat.

Tetapi, mirisnya akses jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah karena berlubang dan digenangi air serta di penuhi lumpur tebal. Hampir sebagian jalan yang sudah bertahun-tahun rusak parah ini, berlubang dan berbatu, ketika hujan tiba tampak badan jalan selain licin dan berlumpur juga kerap menimbulkan kecelakaan.

“Akses jalan ini, harus dibetonisasi karena hampir sepanjang Jalan Raya Panggeleseran-Jampangtengah drainase untuk saluran airnya tidak berfungsi. Sehingga, ketika musik hujan seperti saat ini, air akan naik ke badan jalan hingga dapat merusak jalan. Pembetonan ini rencanaya akan kami lakukan pada tahun sekarang. Insya Allah pada 2018 proyek perbaikan jalan ini akan rampung,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang sopir angkutan kota (Angkot) trayek Panggeleseran-Cieumbe, Ujang (35) mengeluhkan, kondisi jalan yang  makin rusak tersebut hingga percis layaknya kubangan kerbau.

“Kondisi jalan rusak seperti ini, sudah berlangsung lama, kami sudah lelah setiap hari menikmati jalan berlubang dan penuh lumpur. Bahkan, tiap harinya sering terjadi kecelakaan,” jelas Ujang. Warga dan para pengguna jalan ujar Ujang, merasa kesal terhadap pemeritah yang terkesan membiarkan jalan hingga rusak bertahun-tahun seperti ini.

“Warga disini sudah berulang kali menggelar aksi unjuk rasa agar pemerintah segera memperbaiki jalan. Tetapi, aspirasi warga baru kali ini di dengarnya. Semoga apa yang di rencanakan Bupati Sukabumi terkait perbaikan jalan ini dapat di pegang janjinya dan terealisasi dengan baik,” pungkasnya.

(cr13/d).

loading...

One comment

  1. Jalan-jalan yang sekiranya memiliki tekstur tanah yang tidak stabil & dilalui oleh kendaraan bermuatan berat agar dibeton, agar kuat & tidak cepat rusak. Kualitas diperhatikan bukan sekedar gugur kewajiban yg nantinya menjadi ajang proyek bagi mafia proyek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pendamping Desa Santuni Ratusan Anak Yatim

SUKABUMI – Bulan Suci Ramadan 1438 Hijriah, merupakan momentum dimana setiap insan mendekatkan diri kepada ...