Home » UTAMA » Gaji Fungsional PNS Nonaktif Disoal
ilustrasi

Gaji Fungsional PNS Nonaktif Disoal

PALABUHANRATU – Lembaga Advokasi Masyarakat Pinggiran Sukabumi (Lamps) mempertanyakan tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2015 lalu, tentang pemecatan lima pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga masih menerima gaji fungsional.

Dalam temuan tersebut, lima PNS yang diketahui berinisial ZS, AR, RC, RDN dan EH telah merugikan uang negara sebesar Rp24 juta.

“Kita harus tanyakan soal temuan itu, karena beredar informasi mereka masing-masing masih mendapat tunjangan bulanan pasca dipecat,” papar Wakil Ketua Lamps kepada Radar Sukabumi, rabuĀ (15/2/2017).

Berdasarkan nominatif gaji, sebelumnya sudah jelas tergambar, bahwa masing-masing mantan PNS mendapat tunjangan sesuai gaji golongannya.

Terhitung mulai dari Rp2,3 juta sampai Rp4,7 juta lebih sebulan yang didapatkan pada Mei hingga November.

“Seperti ZS itu kan mendapat gaji satu bulan di bulan November dengan kisaran Rp3,8 juta lebih, sedangkan AR bisa mendapatkan sampai Rp9,4 jutaan lebih dengan jumlah total keseluruhan kerugian Rp24 jutaan,” ungkap Amin.

Padahal kata Amin, dalam data yang dirilis BPK, kelima PNS sudah dinyatakan dipecat melalui surat keputusan Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

Di mana untuk ZS dan EH diherhentikan pada 2 April 2015, sementara AR dan RC diberhentikan pada 28 Agustus 2015. Terakhir, sambung Amin, DH itu beda sendiri yakni 15 Juli 2015 dengan masing-masing dari instansi berbeda.

“Kelimanya sudah jelas dipecat, tapi data selanjutnya menyebutkan ada penerimaan gaji di bulan selanjutnya,” terangnya.

Meski begitu, kata Amin, ada informasi salah satu dari PNS yang dipecat beriktikad baik untuk mengembalikan tunjangan yang diterimanya. Hanya saja, sambungnya, sisanya itu belum jelas.

“Kalau tidak mengembalikan itu sudah jelas telah merugikan negara, dalam hal ini pemerintah daerah, makanya kita ingin tahu, ini masuk kategori apa,” tanya Amin.

Sementara itu, Kabid Mutasi BKD Kabupaten Sukabumi, Pramana mengatakan, dirinya belum bisa memastikan terkait kejelasan temuan tersebut. Hanya saja, dirinya meminta waktu untuk memastikan kebenaran datanya.

“Beri kami waktu untuk mengecek besok. Biar jelas,” singkatnya.

(cr10/e)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Awas… 9 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Ini Rawan Anjing Rabies

SUKABUMIĀ – Kasus keganasan anjing gila ternyata tak hanya terjadi di Cikembar. Informasi yang dihimpun Radar ...