Home » BERITA KAB SUKABUMI » Eksternal Leasing Terancam Masuk Bui
debt collectorr

Eksternal Leasing Terancam Masuk Bui

PALABUHANRATU – Geram atas banyaknya kasus perampasan yang dilakukan perusahaan finance melalui pihak eksternal (debt collector). Sejumlah masyarakat akhirnya melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian untuk ditangani secara hukum.

Dari pantauan Radar Sukabumi, belum lama ini jajaran Polsek Palabuhanratu menangani dua terduga perampasan motor hasil laporan warga.

Kapolsek Palabuhanratu, Kompol Bambang Iswanto membenarkan adanya dua terduga perampasan hasil laporan warga.

Pihaknya pun akan menindaklanjuti kasus tersebut. Apalagi, jika dalam proses pendalaman ditemukan bukti penguat yang melanggar aturan hukum pidana.

“Kita akan dalami, apa pun bentuk masalah dan laporannya akan kami tindak, termasuk soal pihak eksternal yang mengambil motor di jalanan,” terangnya kepada Radar Sukabumi, rabu (15/2/2017).

Menurut Bambang, pihaknya tidak akan pandang bulu, jika ada masyarakat yang tersangkut hukum, maka akan langsung diproses.

Termasuk di antaranya yang saat ini ramai diperbicangkan menyangkut masalah keberadaan kolektor yang dinilai tidak sesuai aturan ketika menjalankan tugasnya.

“Siapapun orangnya, yang terbukti menyalahi aturan kita akan proses sampai selesai. Tidak hanya eksternal tentunya,” terangnya.

Ditambahkan dia, terduga yang masih menjalani penyelidikan ini, kuat dugaan masuk pada unsur penipuan atau pasal 378 dan 363 dengan ancaman penjara empat sampai lima tahun.

Sementara itu, warga pelapor, Andri Yanto (23) mengaku, pelaporan yang dibuat dirinya bermula dari kekesalan akibat kendaraan miliknya dirampas di jalan pada 27 Januari lalu. Namun, ketika dikonfirmasi ke pihak finance, unit kendaraan yang dirampas tidak ada.

“Pasca pengambilan sebetulnya kita sudah langsung ingin menyelesaikan tunggakan ke kantor leasingnya, tapi aneh unitnya tidak ada dan kita mendapat laporan perampasan itu tidak ada perintah,” kesalnya.

Untuk itu, dirinya langsung melaporkan kepada pihak kepolisian karena dinilai telah merampas barang berupa kendaraan yang dinilai cacat hukum.

“Kalau unitnya kita juga pasti akan membayar, ini kemungkinan unit sudah digelapkan oleh pihak eksternal yang sebelumnya merampas,” terangnya.

Menurut Andri, dengan tertangkapnya pelaku perampasan kendaraan motor miliknya, diharapkan ada efek jera bagi para pelaku yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

“Intinya supaya ada efek jeralah, karena kita cukup diresahkan dengan adanya pihak kolektor yang sembarang mengambil motor di jalan,” tandasnya.

(cr10/t)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Buruh PT SCG Geruduk Disnakertrans, Minta Sistem Outsourcing Dihapuskan

SUKABUMI – Ratusan pekerja buruh yang tergabung dalam wadah organisasi Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, ...