Home » UTAMA » TKW Sukabumi Stres di Arab
MEMPRIHATINKAN : Penggalan video TKW asal Kampung Cimuncang, RT 017/009 Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Ernawati yang diduga stres di Arab Saudi.

TKW Sukabumi Stres di Arab

SUKABUMI – Sebuah video wanita dalam jeruji besi berdurasi 04.03 menit menjadi viral di media sosial Facebook. Dalam video tersebut, wanita itu mengaku berasal dari Desa Buniwangi Kecamatan Surade.

Diduga, wanita tersebut adalah salah seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang mengalami depresi. Dalam kata-kata yang dilontarkannya, ia menyebut beberapa nama keluarganya serta PT yang memberangkatkan serta mengaku dirinya bernama Ernawati. Mendapat laporan tersebut, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi langsung meresponsnya.

Ia menyiapkan upaya pendampingan kesehatan jika nanti TKW tersebut dipulangkan ke Tanah Air. TKW yang diketahui bernama Ernawati ini berangkat pada 2012 lalu dan merupakan keberangkatan kedua kalinya ke Arab Saudi.

Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi, Elis Nurbaeti mengatakan, karena proses kepulangan masih belum jelas, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan terkini. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, jadi belum bisa menentukan,” paparnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (14/2).

Menurut Elis, dirinya terus memantau informasi. Kabar terakhir yang diterima, korban sedang dalam proses penjemputan pihak terkait. Meski begitu, diakui Elis, pihaknya bersama tim sedang menanti dan akan mempersiapkan segala hal yang nantinya dianggap penting. Khususnya menyangkut pendampingan kesehatan korban.

“Kabar terakhir hari ini sedang dalam upaya penjemputan oleh instansi yang berkompeten. Jadi, kami saat ini hanya menyiapkan langkah-langkah pendampingan saat korban berhasil dipulangkan,” katanya.

“Standar pendampingan ya sebagaimana biasa. Kita akan melihat dulu kondisi korban dan mengidentifikasi kebutuhannya. Jika butuh pendampingan medis dan psikiater, kita akan dampingi ke RS yang representatif,” tambah Elis.

Bahkan, bila dalam proses identifikasi ditemukan adanya kekerasan atau ada indikasi trafficking terhadap korban oleh majikan, pihaknya berjanji akan melakukan pendampingan hukum. “Meski belum kuat, kita mencurigai dampak dari penyakit yang diderita korban ada unsur kekerasan dan eksploitasi oleh majikan,” papar Elis.

Elis menambahkan, jika diperlukan, sepulang nanti korban akan ditempatkan di rumah yang aman dan layak untuk meminimalisir dampak psikologis yang diderita korban. “Kita juga sediakan rumah aman/trauma centre bagi korban, itu apabila diperlukan sebelum dia bisa kembali ke keluarganya secara aman dan nyaman,” janjinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Ade Mulyadi mengatakan, pihaknya sudah konfirmasi dengan sponsor yang memberangkatkan korban. Sehingga, secepatnya akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait keberadaan korban yang berada di Arab Saudi. “Tepatnya nanti Kamis sponsornya akan diundang ke kantor kita,” singkatnya.

Ade menuturkan, kuat dugaan dari informasi yang dihimpun pihaknya, korban berangkat dengan jalur ilegal. Bahkan, gangguan yang diderita korban karena memiliki catatan penyakit sama sebelum berangkat. “Kami akan proses untuk lebih jelasnya, karena informasi yang berkembang statusnya ilegal,” terangnya.

Meski begitu, lanjut Ade, bila masalahnya sudah berkembang seperti sekarang, pihaknya tidak akan membedakan dan berjanji segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan BNP2TKI dan Kemenakertrans untuk kejelasan pemulangan korban. “Kami tidak akan berbicara legal dan ilegal, semua sama kalau sudah terjadi seperti ini. Karena ini tugas kita,” tukasnya.

Terpisah, Camat Surade, Sujana, membenarkan setelah dilakukan pengecekan keberadaan informasi bahwa alamat tersebut ada. ”Pihak muspika sudah mengkoordinasikan dengan pihak keluarga Ernawati. Yang bersangkutan beralamat di Kampung Cimuncang, RT 017/009 Desa Buniwangi, Kecamatan Surade,” tutur Sujana.

Menurut pengakuan pihak keluarga (suami dan kakak korban), Ernawati menjadi TKW sejak 2012. Setelah pulang pada 2014, Ernawati mengalami gangguan kejiwaan dan sempat dirawat di RS Jiwa Cilendek Bogor selama kurang lebih sepuluh hari. Setelah itu, dilakukan berobat jalan melalui Puskesmas Buniwangi dan sembuh.

Namun pada 2016 tepatnya November, Ernawati kembali berangkat ke Saudi Arabia. Keberangkatan Ernawati kali kedua disponsori masih dari warga Desa Wanasari Surade. Kurang lebih baru mencapai tiga bulan, penyakitnya kembali kambuh. Sampai dengan saat ini, keberadaannya masih di Saudi Arabia. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Transmigrasi Kabupaten Sukabumi. Atas nama keluarga, diharapkan pemerintah agar segera memulangkan Ernawati ke Indonesia,” jelasnya. (cr10/e)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

MUI Ajak Warga Tidak Berlebihan

SUKABUMI— Sekreratis MUI Kabupaten Sukabumi, Ustadz Ujang Hamdun mengimbau agar umat muslim menjauhi perilaku konsumtif ...