Berita Terkini
Home » HUKUM » Disidang, Penculik Anak Terancam 15 Tahun Penjara
DIBEKUK : Asep Sopyan (36), Pelaku Penculikan terhadap bocah di Sukabumi Riko Munandar (8), berhasil ditangkap pihak Polres Sukabumi, Rabu (9/11/2016)

Disidang, Penculik Anak Terancam 15 Tahun Penjara

CIBADAK – Asep Supian (45), terdakwa kasus penculikan dua anak di Kampung Gandasoli RT 01/07 Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Cibadak, seninĀ (13/2/2017).

Dalam persidangan, terdakwa mengaku nekat menculik dua anak itu lantaran ngebet ingin punya anak.

Informasi yang dihimpun, sidang seninĀ (13/2/2017) beragendakan mendengar keterangan saksi. Sidang yang dipimpin Deni Indrayana dengan anggota Prasetya Nugroho dan Slamet Supriyono itu menghadirkan enam orang saksi.

Dua di antaranya korban, RM (8) dan IF (11) alias Cecep, empat orang lainnya keluarga korban yakni Sobur Munandar, Entin Kartini, Isah dan Wawan Ridwan.

Dalam kesaksiannya, RM mengaku disekap selama 12 hari oleh terdakwa. Selama penyekapan, RM kerap mendapatkan perlakuan kasar dari terdakwa.

“Saya gak boleh pulang. Setiap saya minta makan dan minum, saya selalu ditabok,” ujar RM dalam persidangan.

Sementara itu, terdakwa mengaku apa yang dilakukannya itu karena ia merasa sayang. Terlebih, terdakwa melakukan penculikan semata-mata ingin punya anak.

“Saya ingin punya anak. Saya juga tidak pernah nyuruh anak ini jadi pengemis seperti yang diramaikan,” singkat terdakwa.

Panitera Pengganti PN Cibadak dalam kasus ini, Nanay Ratnawati menambahkan, dalam kasus penculikan bocah asal Kampung Gandasoli RT 01/7 Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas itu, jaksa penuntut umum (JPU) dengan Pasal 76 F Jo Pasal 83 UU 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (PA).

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” timpalnya.

Berdasarkan berkas perkara, terdakwa asal Kampung Rawagede RT 02/06 Desa Babakankaret Kecamatan Cianjur itu pernah dibui selama delapan tahun dalam kasus sama pada 2007 lalu di Cianjur.

“Agenda sidang lanjutan yakni tahap tuntutan rencananya akan digelar pada 27 Februari 2017 mendatang,” singkatnya.

Untuk diketahui, kasus penculikan ini terjadi ketika kedua korban tengah bermain di sekitaran rel kereta api di dekat rumahnya.

Korban IF ditemukan sehari setelah diculik, sementara RM ditemukan dua pekan di kawasan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Rabu (9/11/2016).

(ren/t)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Soal Silpa, LKS Lapor ke Kejaksaan, Segera Sambangi BPK RI

CIBADAK – Persoalan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang sempat dipersoalkan nampaknya berbuntut panjang. selasa ...