Home » BERITA KAB SUKABUMI » Mobil Dirusak, Polsek Hancur
BERANTAKAN : Pecahan kaca di kantor Polsek Cisolok setelah dilempari batu oleh massa yang kesal lantaran kelakuan empat oknum anggota kepolisian dari jajaran Polres Sukabumi.

Mobil Dirusak, Polsek Hancur

SUKABUMI – Diduga kesal lantaran kelakuan empat oknum anggota kepolisian dari jajaran Polres Sukabumi, ribuan massa merusak satu unit mobil polisi jenis Avanza warna hitam serta Kantor Polsek Cisolok, Jumat (3/2/2017).

Dari keterangan yang dihimpun, kejadian tersebut berawal dari empat oknum kepolisian melakukan penangkapan terhadap dua orang nelayan yang diduga melakukan pembelian benur (bibit lobster) di laut.

Hanya, penangkapan yang dilakukan ke rumah nelayan tersebut, memperlakukannya dengan kurang beradab. Mereka mengacak-acak perbekalan nelayan dan menendang nasi.

FOTO: USMAN/RADARSUKABUMI
RUSUH: Ribuan nelayan yang hampir bentrok dengan aparat keamanan, Jumat (3/2/2017).

“Masa nasi dihambur-hambur di dapur, padahal itu untuk perbekalan ke laut,” teriak salah satu massa aksi.

Emosi para nelayan semakin tersulut melihat empat oknum anggota kepolisian yang memakai pakaian preman tersebut membawa dua orang nelayan itu ke Rumah Makan Popo Cisolok.

Tak ayal, ribuan warga semakin tidak terkendali. Mobil yang digunakan untuk membawa dua orang nelayan tersebut, dirusak di tengah jalan raya. Sehingga, jalan protokol yang menghubungkan Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten tersebut lumpuh total.

RUSAK : Satu unit mobil milik petugas yang digunakan untuk membawa nelayan, kondisinya rusak parah setelah diamuk massa.

“Kami coba mencari anggota kepolisian tersebut, namun mereka melarikan diri dengan melewati pesisir pantai,” terang warga lainnya yang enggan disebutkan identitasnya.

RUSAK : Satu unit mobil milik petugas yang digunakan untuk membawa nelayan, kondisinya rusak parah setelah diamuk massa.

Warga pun langsung melanjutkan pencarian keempat anggota polisi tersebut ke Mako Polsek Cisolok. Namun di sana pun tidak ada.

Tak menemukan orang yang mereka cari, massa pun merusak Kantor Mako Polsek Cisolok. Hampir seluruh kaca jendela pecah, ruangan acak-acakan.

“Tadinya kami mau meneruskan ke kantor polres, namun Kapolres Sukabumi datang ke sini (Cisolok, red),” akunya.

BERANTAKAN : Pecahan kaca di kantor Polsek Cisolok setelah dilempari batu oleh massa yang kesal lantaran kelakuan empat oknum anggota kepolisian dari jajaran Polres Sukabumi.

Dirinya mengaku kesal. Selama ini meskipun benur dilarang oleh pemerintah untuk diambil di laut, sejauh ini cuaca ekstrem yang melanda membuat ikan menjadi sulit. Sehingga terpaksa nelayan menangkap benur.

“Kalau tidak begitu kami mau makan apa. Lagian benur bukan barang haram,” tegasnya.

Tidak hanya itu, selama ini penampung dan penangkap benur sering kali didatangi oknum anggota polisi ditangkap dan ditahan di Rumah Makan Popo untuk dimintai uang, setelah itu dilepaskan lagi.

“Kami tidak pernah susah kalau memang ada rezeki, tapi perlakuan anggota polisi ke nelayan membuat kami kesal. Mobil yang dirusak tersebut itu sering kali dipakai meminta uang dan tadi (kemarin, red) kedapatan memiliki enam pelat nomor dengan nomor berbeda,” bebernya.

Dengan begitu, dirinya meminta agar Kapolres Sukabumi menindak tegas keempat oknum anggota polisi tersebut, karena dianggap tidak beradab sebagai aparat. Apalagi, selalu melakukan pemerasan terhadap nelayan yang menangkap benur.

“Dan kami pun meminta kebijakan agar benur diperbolehkan untuk ditangkap, karena ini bukan barang haram, dan kami pun meminta agar keempat anggota polisi tersebut ditindak tegas. Jika tidak, setiap kali ada anggota polisi yang masuk ke wilayah kami, maka kami akan tandai,” ancamnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Mokhamad Ngajib, yang datang langsung meredam kemarahan warga menegaskan akan menindak tegas keempat oknum anggota kepolisian yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya tersebut.

Namun demikian, selain menindak anggotanya yang melakukan hal-hal yang tidak terpuji, dirinya pun akan menindak warga yang kedapatan menjadi provokator dalam aksi pengrusakan Kantor Mako Polsek Cisolok tersebut.

“Kami akan tindak tegas, baik anggota yang disebutkan warga, maupun warga yang menjadi provokator dalam aksi pengrusakan,” tegas Ngajib.

Namun demikian, terkait kebijakan untuk memperbolehkan agar benur boleh ditangkap oleh para nelayan, dirinya mengatakan, jika hal tersebut bukan merupakan kewenangannya.

“Tapi kita akan koordinasi dengan pemerintah daerah maupun dinas terkait perihal ke jalan tersebut karena kami tidak memiliki kewenangan,” pungkasnya.

(cr3/e)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Buruh PT SCG Geruduk Disnakertrans, Minta Sistem Outsourcing Dihapuskan

SUKABUMI – Ratusan pekerja buruh yang tergabung dalam wadah organisasi Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, ...