Berita Terkini
Home » BERITA » Seksi II Cigombong-Cibadak Dimulai
GRAFIS: YUZHAR/RADARSUKABUMI Jalur tol bocimi

Seksi II Cigombong-Cibadak Dimulai

CICURUG – Pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjamin pembangunan jalan Tol Bocimi akan dilanjutkan ke seksi II, Cigombong-Cibadak. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) serta SKPD Pemkab Sukabumi kini tengah melaksanakan sosialisasi pengadaan tanah kepada para pemilik tanah yang terlintasi jalan tol tersebut.

Seksi II ini akan melintasi tiga kecamatan dan sepuluh desa di Kabupaten Sukabumi. Empat desa di Kecamatan Cicurug meliputi Benda, Tenjoayu, Nanggerang dan Purwasari. Lima desa di Kecamatan Ciambar yaitu Wangunjaya, Ambarjaya, Ciambar, Cibunarjaya dan Munjul. Terakhir, satu desa di Kecamatan Parungkuda yakni Sundawenang.

Ketua Tim Pembebasan Lahan Tol Bocimi Tahap II Kementerian PU-Pera, Bambang Suharto menuturkan, panjang ruas tol seksi II mencapai 12,20 kilometer yang dibangun di atas lahan seluas 156,17 hektare dengan jumlah pemilik yang sementara sudah diinvestarisir sebanyak 805.
Selain melintasi bidang tanah dan bangunan rumah milik warga, jalan tol juga akan melintasi sebuah sekolah dan satu kantor desa sehingga akan direlokasi.

“Ada sekolah sementara ada satu, itu sekolah akan kita relokasi,” jelas Bambang di Aula Kantor Desa Purwasari Kecamatan Cicurug, Kamis (2/2/2017).

Bambang mengungkapkan, sosialisasi dibantu pemda, muspika dan kepala desa, sedangkan tim pelaksanaan merupakan tugas BPN Kabupaten Sukabumi. Ia berharap, dalam tahap ini pemilik tanah melengkapi seluruh dokumen.

“Dokumen yang harus dipersiapkan Alas Hak, surat keterangan tidak sengketa, riwayat tanah. Prinsipnya begitu saja,” jelasnya.

Menurut dia, di lahan yang akan dibangun jalan tol dipastikan banyak bangunan permukiman, maka dari itu dilibatkan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman dan Kebersihan untuk mengukur bangunan. Jika melintasi perkebunan, maka yang akan menginvestarisir Dinas Pertanian. Mengenai waktu pelaksanaan jalan tol akan dilakukan setelah rampung pengadaan tanah. Sedangkan pengukuran setelah selesai sosialisasi di tiga kecamatan tersebut.

“Selesai kita sosialisasi, kita buat berita acara segala macam kita serahkan ke BPN secara langsung,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, pembangunan jalan tol tidak akan mematikan kepentingan umum milik masyarakat seperti jalan. Jika ada, jalan tersebut malah akan diperlebar ukurannya dan dijadikan under pass atau over pass.

“Untuk jalan yang tadinya katakan empat meter, penggantinya itu akan lebih besar dari itu karena kita berhitung untuk 15 atau 20 tahun mendatang,” tukasnya.

(dri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jalan Longsor Timbun Tiga Rumah

SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi beberapa hari terakhir, mengakibatkan jalan penghubung dua ...