Berita Terkini
Home » BERITA » Tidak Tepat Janji, SCG Kembali Digeruduk
FOTO: SUBHAN/RADARSUKABUMI DIGERUDUK: Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Putra Daerah Sukabumi (Apdek) mendatangi PT SCG yang berlokasi di Jalan Pelabuhan II Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi.

Tidak Tepat Janji, SCG Kembali Digeruduk

SUKABUMI – PT Semen Jawa atau Siam Cement Group (SCG) di Jalan Pelabuhan II Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, kembali mengundang gelombang unjuk rasa.

Kali ini, aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Putra Daerah Sukabumi (Apdek) mengungkapkan kekecewaannya lantaran perusahaan asal Thailand itu tidak menepati janji dari hasil audiensi yang dihadiri oleh Disnakertrans Kabupaten Sukabumi bersama muspika soal nasib karyawan yang dikeluarkan secara sepihak.

Dalam aksinya, massa Apdek gabungan dari Forum 7, Pandawa 16, DPC F-Hukatan KSBSI, Laskar Merah Putih, FKPPI ini, menuntut perusahaan agar secepatnya menetapkan hasil perjanjian bersama hasil audiensi yang sebelumnya sudah ditandatangani oleh semua pihak.

Sebagai bentuk kekesalan, dalam aksinya massa memblokir pintu masuk gerbang perusahaan.

“Kami menilai, perusahaan telah ingkar janji. Padahal jelas hasil keputusan di rapat audiensi Rabu 25 Januari 2016 lalu, perusahaan akan kembali mempekerjakan karyawan security. Namun sampai waktu yang sudah ditetapkan, pihak perusahaan belum ada kejelasan,” ungkap Ketua Koordinator Apdek, Syihabudin kepada Radar Sukabumi, rabu (1/2/2017).

Menurut Syihabudin, jika tuntutan sebelumnya masih belum dipenuhi oleh perusahaan, pihaknya berjanji akan mengundang gelombang unjuk rasa lebih besar. Hal ini, kata Syihabudin, merujuk pada surat pemberitahuan Apdek.

“Kita tidak akan berhenti di sini, jika perusahaan masih tidak mengambil sikap dari hasil putusan sebelumnya,” terangnya.

Syihabudin menilai, dengan tidak menepati janji, perusahaan jelas telah mengabaikan keputusan bersama. Secara tegas ia pun mengancam akan menduduki gerbang perusahaan.

“Jika perlu, kami siap memasang tenda di depan gerbang apabila itu harus dilakukan. Tidak peduli keadaan hujan seperti saat ini,” tegasnya.

Hasil keputusan, sebanyak 13 karyawan PT Semen Jawa yang telah dikeluarkan akan kembali dipekerjakan kembali oleh PT Dua Raja Balohan sebagai rekanan PT Semen Jawa.

“Faktanya, mereka malah diusir dengan dalih perusahaan Dua Raja Balohan belum bisa menempatkan tugas dan upahnya. Hal ini mungkin karena pihak SCG tidak memberi ketegasan hasil keputusan sebelumnya,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Gunungguruh, Iptu Yudi Wahyudi menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya mediasi antara kedua belah pihak, sehingga diharapkan akan menemukan titik temu.

“Kita jembatani pihak pengunjuk rasa dengan PT SCG dengan melakukan audiensi perihal permasalahan ini,” katanya.

(cr10/t)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jalan Longsor Timbun Tiga Rumah

SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi beberapa hari terakhir, mengakibatkan jalan penghubung dua ...