Home » BAZNAS » 27 Mualaf Bersyahadat di Gedung 1.000
SEREMONIAL: Seorang warga kebangsaan asing mengucap syahadat di hadapan Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, KH U Ruyani

27 Mualaf Bersyahadat di Gedung 1.000

Gedung 1.000 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi, menjadi saksi bersyahadatnya 27 orang non-muslim dan satu keluarga menyatakan syahadat kembali menjadi muslim setelah mengikuti aliran sesat.

Kegiatan sakral tersebut dilaksanakan berkat kerja sama Kantor Urusan Agama Kecamatan Cisaat, Majelis Ulama Kabupaten Sukabumi dan unsur lainnya.

Dalam hal ini Baznas Kabupaten Sukabumi sebagai menyandang dana, memberikan langsung hak mualaf saat selesai bersyahadat.

Adapun beberapa mualaf mengembalikan hak tersebut untuk penunaian infak, sebab sebagian dari mualaf tersebut merupakan orang-orang yang sudah mapan secara ekonomi. Seperti seorang dokter di Balai Pengobatan Kecamatan Cicurug dan seorang warga negara Swedia.

“Para mualaf ini merupakan warga yang ada di Kabupaten Sukabumi, mereka dibawa oleh para Ketua Perwakilan Layanan Zakat Kecamatan di mana mereka tinggal. Sehingga keberadaan mualaf ini akan senantiasa dapat dimonitoring dan senantiasa dapat pembinaan, apalagi kebanyakan para mualaf yang akan syahadat didampingi oleh para ustad yang membinanya,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, KH U Ruyani melalui siaran persnya.

Menurut Ruyani, Baznas Kabupaten Sukabumi dalam penanganan mualaf, bukan hanya pada saat syahadat, akan tetapi Baznas Kabupaten Sukabumi telah membangun Kawasan Rumah Singgah Mualaf (RUHAMA) di Kecamatan Cikembar dengan anggaran dari Gerakan Infak 2000 saat Ramadan. Dimana dari 12 kopel yang akan dibangun, saat ini sudah tersedia enam kopel (12 unit).

“Di kawasan Rumah Singgah Mualaf sekarang sudah terbangun masjid untuk aktivitas para mualaf dalam pembinaan dan pembelajaran iqra/baca Alquran yang pembinaannya dilaksanakan pada Jumat malam dan oleh Baznas Kabupaten Sukabumi pada Selasa setiap bulan sekali sekaligus penyerahan santunan bagi para mualaf yang hadir di pengajian,” ungkapnya.

Ke depan bukan hanya pembinaan keagamaan saja yang akan dilaksanakan, akan tetapi menyangkut KASAB (usaha mata pencaharian) dalam pendapatan sehari-hari untuk kehidupan.

“Karena mereka tinggal di kawasan Rumah Singgah Mualaf hanya diberi kesempatan selama lima tahun, dalam lima mereka akan mendisiplin dalam pengelolaan keuangan syariah, Baznas Kabupaten Sukabumi membuka untuk infak dan sedekah khusus untuk para mualaf dalam pengembangan pembinaan ruhiyah dan rupiah serta pembangunan Rumah Singgah Mualaf,” pungkasnya.

(*/why)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ayo Kembangkan Potensi Budidaya Ikan dan Pertanian

CARINGIN – Kecamatan Caringin yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango merupakan kasawan agropolitan karena ...