Home » HUKUM » Mapatis Kembali Geruduk Pemda dan Dinas Pertanian

Mapatis Kembali Geruduk Pemda dan Dinas Pertanian

PALABUHANRATU – Puluhan demonstran dari perwakilan Mahasiswa Pemuda Anak Tani Sukabumi (Mapatis) kembali menggelar aksi di Gedung Setda dan Gedung Dinas Pertanian, kemarin (5/1). Tercatat, aksi yang dilakukan Mapatis ini sudah yang kelima kalinya, setelah beberapa waktu lalu belum mendapatkan tanggapan dari Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Kedatangan massa Mapatis ini pun masih meminta agar kasus dugaan penyelewengan anggaran pengadaan bibit oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, pada masa eranya kepala dinas sebelum rotasi, segera diselesaikan. “Ini bukti konsistensi kami dalam kontrol sosial, kami pun membuktikan bahwa aksi kami tidak ada hubungannya dengan rotasi,” jelas Koordinator Aksi, Igi Saputra.

Dirinya tetap menuntut, eks Kepala Dinas Pertanian bisa diproses hukum seadil-adilnya terkait dugaan korupsi bantuan bibit-bibitan dari kementerian hingga mencapai Rp15 miliar. “Ini bukan uang kecil, jika memang diberikan ke masyarakat atau petani tentunya bisa membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” beber Igi.

Sejauh ini, pihak dinas tidak pernah memberikan data riil ke mana larinya anggaran tersebut, baik bibit bawang yang katanya disalurkan ke delapan kecamatan maupun bibit jagung dan bibit kacang kedelai. “Kalaupun memang direalisasikan, buktikan saja, mana penerimanya dan dokumentasinya serta tunjukkan di mana saja titik-titik bantuan tersebut disalurkan,” tegas Igi.

Dirinya menyayangkan, eks Kepala Dinas Pertanian sampai saat ini belum tersentuh hukum terkait aliran dana bantuan bibit tersebut. Malah, Bupati Sukabumi memindahkannya menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan. “Katanya Sukabumi lebih baik, tapi kalau perangkatnya seperti itu apalagi terlibat korupsi mau lebih baik bagaimana Kabupaten Sukabumi, apakah Bupati menutup mata akan hal ini,” sindirnya.

Sementara itu, setelah beberapa lama melakukan orasi di Gedung Setda, puluhan massa ini tidak mendapatkan tanggapan, sehingga melanjutkan aksinya ke Kantor Dinas Pertanian.

Kedatangan massa aksi ini disambut baik Kepala Bidang Perkebunan, Gatot Widianto. Ia mengaku aspirasi yang disampaikan akan dilaporkan ke kepala dinas yang saat ini sedang dinas di luar. “Kepala dinas baru dan kabid yang mengurus hal ini, saat ini sedang mengikuti kegiatan di kementerian, namun semua aspirasi teman-teman akan saya sampaikan ke kepala dinas,” janji Gatot.

Dirinya pun menegaskan, jika dirinya merupakan orang baru di Dinas Pertanian karena sebelumnya ada di bagian Dinas Kehutanan. Namun, segala bentuk kontrol yang dilakukan para mahasiswa atau masyarakat, dirinya mengaku sangat mendukung. “Saya sepakat Sukabumi lebih baik akan terwujud jika aparatnya pun baik, dan saya yakin dengan aparat yang baik, mudah-mudahan bisa visi pak bupati bukan sekadar harapan,” terangnya.
Adapun, terkait data dan proses hukum apa yang menjadi dugaan massa aksi tersebut, dirinya menegaskan jika persoalan tersebut saat ini sedang dilakukan audit secara khusus yang dilakukan oleh Inspektorat. Dan hal tersebut membenarkan jika Bupati Sukabumi benar-benar telah mendengar aspirasi masyarakatnya. “Semuanya sudah ada tindak lanjut, namun bukan kewenangan saya menjelaskan ada penyimpangan atau tidaknya, kita tunggu saja nanti kebenarannya,” pungkasnya. (cr3/d)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PT SCG Harus Ditindak Tegas, Acuhkan Keluhan Masyarakat

SUKABUMI – Tidak dilaksanakannya hasil kesepakatan antara masyarakat, perusahaan dan pemerintah prihal jam operasional kegiatan ...