Berita Terkini
Home » UTAMA » Terlaluu… Bantuan Warga Miskin ‘Disunat’ , Setiap Anak Dipotong Rp200 Ribu
TERBARING: Amat (65), warga Kampung Panagan RT 02/10 Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara saat menemani anaknya yang terbaring tak berdaya. RENDI/RADARSUKABUMI

Terlaluu… Bantuan Warga Miskin ‘Disunat’ , Setiap Anak Dipotong Rp200 Ribu

WARUNGKIARA – Ironis. Bantuan untuk masyarakat yang ekonominya lemah dan sakit parah dari Kementrian Sosial harus disunat oleh petugas. Belum diketahui, oknum yang tak berhati nurani itu dari instansi mana.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, keluarga Amat (65), warga Kampung Panagan RT 02/10 Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara mendapatkan bantuan dari Kementrian Sosial Kabupaten Sukabumi untuk kebutuhan dua anaknya yang lumpuh puluhan tahun.

Bantuan tersebut berupa uang sebesar Rp300 ribu perbulan dan dapat dicairkan tiga bulan sekali. Saat pencairan, Amat seharusnya menerima uang sebesar Rp1,8 juta untuk kedua anaknya. Namun, uang tersebut tidak utuh diterima Amat. Ia hanya menerima Rp1,4 juta setiap pencairan. “Setiap anak dipotong Rp200 ribu, jadi bapak saat ngambil harusnya Rp1,8 juta jadi Rp1,4 juta,” ujar penerima manfaat program, Endud Sudaya (35), anak kedua Amat yang mengalami kelumpuhan sejak usia lima tahun.

Petugas yang menyunat dana itu, Amat sendiri tidak mengetahuinya. Setiap bertemu, oknum tersebut kerap mengenakan jaket. Bahkan, saat melakukan pemotongan, si oknum berdalih untuk uang lelah, jasa hasil pengajuan.

“Orang itu suka ngomong ke bapak, potongan Rp200 ribu ini jangan bilang ke siapa-siapa. Anggap saja, ini untuk pengganti jasa,” tutur Amat yang diamini anaknya itu.

Kendati selalu dipotong, Amat mengaku selalu mendapatkan rezeki dari pihak lain. Seperti dari Yayasan milik Abdullah Gymnastiar atau yang akrab dipanggil Aa Gym. “Jadi selama ini, untuk menghidupi keluarga, hasil pemberian dari para donatur. Alhamdulillah, sampai sekarang masih keterima,” singkatnya.

Saat wartawan Koran ini mencoba mengkonfirmasi kepada Camat Warungkiara, Asep Warsudin dan juga Kepala Desa-nya belum mendapatkan jawaban. Di tempat terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ade Dasep Zainal Abidin mengaku geram mendengar kejujuran dari keluarga penerima program pemerintah.

Ia meminta, oknum tersebut segera diungkap dan diproses secara hukum. “Astagfirullah. Ironis saya mendengar nya. Ini tidak boleh dibiarkan, bukannya memberi, ini malah melakukan pemotongan. Ini harus diungkap oknumnya,” singkatnya. (ren/e)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Grasstrack Motocross, PP Gandeng IMI

PURABAYA – Sirkuit Cimerang Gunungbuleud Kecamatan Purayaba menjadi saksi lahirnya pembalap-pembalap muda berbakat asli daerah. ...